Ia mengaku bahwa adegan tanpa dialog tersebut justru menjadi sebuah perjalanan spiritual yang tak terduga. Menurutnya, pengalaman itu memberinya perspektif baru tentang arti kehidupan dan ketidakberdayaan manusia.
"Sebenarnya dipocongin itu adalah sebuah perjalanan juga buat aku," ungkap Fanny di kawasan Jakarta Selatan.
"Ketika kita dipocongin kayak gitu ya, itu rasanya enggak berdaya sebagai manusia," lanjutnya.
Perasaan itu muncul saat seluruh tubuhnya terikat erat di dalam kain kafan.
"Tangan diikat, kaki diikat, badan diikat, kepala diikat, napas disumpel. Wah ternyata gini ya rasanya menjadi orang yang enggak berdaya," kenangnya.
Meskipun awalnya ia meremehkan cerita dari aktor lain, Fanny akhirnya merasakan sendiri kecemasan luar biasa saat adegan itu berlangsung. Momen tersebut membuatnya merenungkan tentang kematian yang pasti akan datang.
"Aku pikir 'Masa sih?'. Enggak lah. Tapi pas make up-nya sudah jadi, duduk di tempat mayat, dikafanin... itu aku langsung 'Heuh' (menarik napas kaget)," tutur Fanny.
Bagi Fanny, tantangan memerankan jenazah ternyata jauh lebih berat secara mental daripada melakoni adegan menangis di sinetron. Selain itu, Fanny Ghassani juga rela menjalani proses tata rias efek khusus yang memakan waktu berjam-jam.
"Kayaknya lebih susah itu deh daripada akting di sinetron nangis," tutupnya.
Dalam film ini, Fanny berperan sebagai Rohma, seorang istri penyayang yang awalnya tidak percaya pada hal-hal mistis. Karakternya berubah drastis setelah mengalami sendiri teror gaib di dalam keluarganya.
Selain Fanny Ghassani, film Riba juga dibintangi oleh Ibrahim Risyad, Wafda Saifan, Emilat Morshedi, Kevin Danu hingga Jajan C. Noer. Rencananya film ini mulai tayang pada 4 Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id