Film yang bercerita tentang diskriminasi hak masyarakat sipil kulit hitam dalam pemilihan suara tahun 1960 tersebut berhasil menarik hati pasangan nomor satu di Amerika itu. Bahkan, Oyelowo diundang ke Gedung Putih untuk turut serta dalam acara nonton bareng (nobar) film "Selma."
"Terima kasih banyak. Presiden Barack Obama dan istri menyukainya. Itulah alasannya mengapa kami diundang ke sini (Gedung Putih)," ujar Oyelowo.
Aktor asal Inggris yang berperan sebagai Martin Luther King tersebut mengatakan, film ini memiliki makna mendalam bagi Obama selaku presiden kulit hitam pertama yang memimpin Amerika.
"Menampilkan film ini dalam Gedung Putih atas perintah presiden merupakan sesuatu hal yang luar biasa", jelasnya kepada Digital Spy, Rabu (4/2/2015).
"Di sana kami berbicara tentang mimpi-mimpi Martin Luther King, aksi demonstrasi yang paling dramatis yang direalisasikan melalui terpilihnya Barack Obama sebagai presiden. Itu sesuatu yang sangat penting, menunjukkan film tersebut ke presiden", tambahnya.
Sementara itu, sang sutradara Ava DuVernay, mengaku, "Selma" telah melahirkan ide baru bahwa sebuah perubahan bisa dilakukan oleh siapapun.
"Aksi 'Selma' adalah sesuatu yang luar biasa. Aksi kecil, di selatan kota, dan tak ada seorangpun yang memperhatikan aksi tersebut. Namun mereka bersatu, menyatukan suara, mereka bersungguh-sungguh, dan mereka mengubah dunia," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id