Sejak adegan pembuka, trailer Songko menampilkan perubahan suasana desa yang awalnya tampak tenang, namun perlahan diselimuti rasa takut. Ketegangan mulai terasa ketika warga menemukan sejumlah perempuan muda tewas dengan kondisi mengenaskan, memicu kepanikan yang menyebar cepat.
Di tengah situasi yang semakin tak terkendali, muncul bisik-bisik mengenai sosok misterius bernama Songko. Makhluk itu dipercaya mengincar darah suci perempuan muda sebagai jalan untuk memperoleh kekekalan, menjadikan kematian-kematian tersebut terasa seperti bagian dari ritual mengerikan.
Potongan adegan yang ditampilkan dalam trailer memperlihatkan atmosfer gelap dan penuh tekanan. Wajah-wajah warga yang diliputi ketakutan, sorot mata penuh curiga, hingga situasi yang memanas antar keluarga membuat desa tersebut berubah menjadi tempat yang tidak lagi aman bagi siapa pun.
Konflik antarwarga pun tampak menjadi salah satu sorotan utama. Ketika rasa takut mulai menguasai, hubungan sosial yang sebelumnya erat perlahan runtuh. Tuduhan dan kecurigaan muncul, seolah semua orang bisa menjadi ancaman.
Trailer Songko juga menyelipkan kemunculan sosok yang diyakini sebagai makhluk tersebut. Walau tidak diperlihatkan secara jelas, kehadirannya cukup memberi sinyal bahwa teror itu nyata dan semakin dekat, menciptakan rasa penasaran sekaligus ketegangan yang menggantung.
Film Songko disutradarai oleh Gerald Mamahit, yang dikenal lewat karya skenarionya dalam film KKN di Desa Penari, Sosok Ketiga, dan Toghut. Melalui proyek ini, Gerald resmi melakukan debut sebagai sutradara layar lebar.
Deretan pemain yang terlibat dalam film ini antara lain Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak. Mereka akan membawa penonton masuk ke cerita horor yang berakar dari legenda masyarakat Minahasa.
Annette Edoarda mengaku proses syuting film ini memberikan pengalaman yang berbeda karena atmosfer lokasi yang terasa sangat kuat.
“Selama syuting, kami benar-benar merasakan atmosfer yang berbeda. Lokasi di Tomohon dengan cerita legenda yang kuat membuat suasananya terasa sangat hidup. Saat menonton trailer-nya kembali, saya merasa ketegangannya benar-benar terasa. Semoga penonton juga bisa merasakan kengerian yang sama saat menyaksikan filmnya di bioskop nanti,” ujar Annette Edoarda.
Imelda Therinne menambahkan bahwa daya tarik Songko tidak hanya datang dari sosok makhluk menyeramkan, tetapi juga dari sisi psikologis masyarakat yang perlahan runtuh karena ketakutan.
"Yang membuat cerita ini menarik adalah bukan hanya soal makhluk yang menakutkan, tetapi juga bagaimana rasa takut bisa membuat orang saling mencurigai dan saling menyalahkan. Itu membuat ceritanya terasa sangat manusiawi sekaligus menegangkan," kata Imelda Therinne.
Songko mengambil latar tahun 1986 dan berfokus pada sebuah desa di Tomohon yang tiba-tiba diguncang kematian misterius para perempuan muda. Warga kemudian percaya bahwa makhluk bernama Songko telah datang, memburu darah perempuan muda demi kekekalan.
Teror yang awalnya hanya berupa bisikan berubah menjadi kepanikan massal. Konflik pun tidak terhindarkan ketika warga mulai menuduh satu sama lain, tanpa sadar bahwa ancaman sesungguhnya semakin dekat dan telah menyebar ke seluruh desa.
Cerita Songko semakin mengerikan karena ancamannya tidak berhenti pada korban yang diburu. Makhluk itu juga membawa petaka bagi siapa pun yang berada di sekitarnya, menjadikan situasi semakin mencekam dan sulit dikendalikan.
Film Songko dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News