Jakarta: Sineas Gandhi Fernando ingin menyemarakkan lagi industri film Indonesia dengan film anak-anak lewat Iyus Jenius. Film musikal ini dibuat karena genre tersebut dinilai sudah jarang ditemui di bioskop Indonesia.
Gandhi mengaku sengaja mengambil proyek yang berbeda dari karya-karya yang selama ini banyak dibuat di industri perfilman. Baginya, membuat film anak juga menjadi cara untuk memberikan pilihan tontonan bagi keluarga.
"Ya, karena aku pengin melawan arus, film yang jarang banget dibuat," kata Gandhi Fernando di Jakarta.
Gandhi sendiri tetap terlibat dalam produksi film horor. Namun, dia merasa perlu mencoba genre lain agar film Indonesia tidak hanya berkutat pada jenis cerita yang sama.
"Meskipun aku tetap bikin film horor, tapi aku tetap pengin bikin sesuatu yang berbeda gitu. Jadi, supaya tetap ada keberagaman di industri film Indonesia," ujarnya.
Iyus Jenius bercerita tentang Iyus, anak berusia 10 tahun yang harus menghadapi kehilangan ayahnya akibat kecelakaan. Peristiwa tersebut membuat Iyus menjadi pendiam, kehilangan semangat belajar, hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah.
Masalah Iyus tidak berhenti di situ. Dia juga harus menghadapi perundungan dan rasa tidak percaya diri. Dalam kondisi tersebut, muncul Babah T. Bob yang membantu Iyus menemukan kembali semangatnya melalui musik, imajinasi, dan persahabatan.
Cerita tersebut dikemas dalam format musikal dengan menggunakan sejumlah lagu karya Papa T. Bob. Beberapa di antaranya adalah "Diobok-obok", "Jangan Marah", dan "Aku Takut Mamaku Marah" yang kembali diperkenalkan kepada generasi anak-anak saat ini.
Babah T. Bob mengatakan jika film ini sekaligus menjadi upaya mengenalkan kembali sosok Papa T. Bob sebagai pencipta lagu anak kepada generasi yang lebih muda.
"Kami pengen orang aware dulu bahwa ada Papa T. Bob, sang pencipta lagu legendaris anak yang sudah diakui oleh Indonesia. Dan kita juga kemasnya sekarang lebih modern untuk musiknya," kata Babah T. Bob.
Selain tujuh lagu karya Papa T. Bob, film ini juga menggunakan dua lagu baru. Kehadiran lagu baru diperlukan untuk menggambarkan bagian cerita yang memiliki suasana lebih emosional.
"Dua lagu baru yang merepresentasikan tentang kesedihan dan apa-apa karena rata-rata kan lagu Papa T. Bob nggak ada yang sedih, selalu edukasi dan riang. Nah karena di film ini butuhkan drama dan segala macam, kita harus selipkan dua lagu baru," jelasnya.
Babah T. Bob berharap film ini bisa menjadi pilihan tontonan keluarga di tengah banyaknya konten digital yang dapat diakses anak-anak. Ia menilai orang tua tidak cukup hanya membatasi penggunaan gawai tanpa memberikan alternatif hiburan.
"Kenapa sih nggak kita bikin pilihannya buat anak? Jadi orang tua tetap guide anaknya, tetap bimbingan orang tua, namun mereka punya pilihan yang bagus," ujar Babah T. Bob.
Iyus Jenius disutradarai Achmad Romie dan dibintangi Kevin Abadio sebagai Iyus serta Babah T-Bob sebagai Babah T-Bob. Pemain lainnya antara lain Wichita Satari, Brian Mahesa, Adnan Djani, Fernando Hany Putra, Jonathan Alvaro, Rasendrya Adwa Syah Putra, dan Mireille Grimonia.
Romie mengatakan film ini tidak hanya ingin menggunakan kembali lagu-lagu Papa T. Bob. Ada semangat untuk membuat karya yang memang ditujukan bagi anak-anak Indonesia.
"Jadi sebenarnya yang kita ambil dari Papa T. Bob itu bukan lagu-lagunya. Yang kita ambil dari Papa T. Bob adalah semangatnya untuk anak-anak Indonesia," kata Romie.
Film Iyus Jenius dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan