Jakarta: Andovi da Lopez kembali menunjukkan sisi lain kemampuan aktingnya lewat film Bapak Paling Jujur. Kali ini, Andovi mendapat kesempatan memerankan Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang mendadak kehilangan kemampuan untuk menyaring apa yang ingin dia katakan.
Peran tersebut terasa spesial bagi Andovi karena karakter politik bukanlah pengalaman baru baginya. Sebelum menjadi calon gubernur, dia sudah dua kali memerankan sosok Joko Widodo dalam proyek Epic Rap Battles of Presidency.
"Jujur ini peran impian saya. Di 2014 dan 2019 saya berperan sebagai Pak Jokowi di Epic Rap Battles of Presidency. Di 2021 saya berperan sebagai anggota DPR di DPR Musikal, lalu 2024 jadi calon presiden di Polarisasi Musikal. Di 2026 ini saya berperan sebagai calon gubernur," katanya di Jakarta.
Rangkaian peran tersebut membuat karakter Jonas Prakoso seolah menjadi kelanjutan perjalanan Andovi dalam memerankan figur yang berkaitan dengan dunia politik Indonesia. Namun, dia menegaskan karakter dalam Bapak Paling Jujur tidak dibuat untuk meniru tokoh politik tertentu.
"Tantangannya sekali lagi, kita tidak sengaja untuk meng-impersonate siapa pun secara spesifik. Itu tergantung persepsi kalian sebagai penonton," ujarnya.
Andovi bahkan melihat perjalanan tersebut dengan nada bercanda. Setelah pernah menjadi Jokowi, anggota DPR, dan calon presiden dalam proyek berbeda, kini dia beralih menjadi calon gubernur yang justru tidak mampu menyembunyikan isi pikirannya.
"Kayaknya memang takdir dan nasib saya untuk berperan sebagai calon eksekutif dan calon legislatif di negara ini," tambahnya berseloroh.
Dalam Bapak Paling Jujur, Jonas sebenarnya digambarkan sebagai calon gubernur yang memahami betul cara membangun citra politik. Dia terbiasa tampil rapi, memberikan senyum kepada kamera, menyampaikan janji, serta menjaga perkataan di depan masyarakat.
Situasi berubah setelah Jonas terkena kutukan dari neneknya. Sejak saat itu, dia tidak lagi mampu berbohong. Apa pun yang muncul di kepalanya langsung keluar melalui perkataan, termasuk hal-hal yang seharusnya disimpan untuk dirinya sendiri.
Konsep tersebut menjadi sumber berbagai kekacauan dalam film. Urusan kampanye, kehidupan pribadi, hingga percakapan sederhana dapat berubah menjadi persoalan besar karena Jonas tidak memiliki kemampuan untuk menyaring ucapannya.
Andovi mengaku tantangan selama menjalani proses syuting justru tidak selalu datang dari karakter politik yang dimainkannya. Suasana komedi di lokasi syuting membuat dia harus berusaha menahan tawa, terlebih ketika beradu akting dengan Soleh Solihun.
"Tantangannya lebih ke pertama nahan ketawa ya pas syuting. Itu tantangan pertama, apalagi ada Kang Soleh, luar biasa. Tapi ya tantangannya lebih ke dialog tentunya," tuturnya.
Bapak Paling Jujur sendiri merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate yang dirilis pada 2020 dan berlanjut dengan sekuel pada 2022. Film Korea tersebut sebelumnya diadaptasi dari film Brasil berjudul O Candidato Honesto yang dirilis pada 2014.
Sutradara Fajar Nugros mengatakan cerita tersebut menarik karena premisnya sederhana, tetapi dapat menghasilkan banyak situasi komedi ketika diterapkan dalam kehidupan politik dan sosial di Indonesia.
"Saya tertarik dengan premis Bapak Paling Jujur karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?" ujar Fajar Nugros.
"Cerita ini sudah berhasil di Brasil dan Korea, dan sekarang kami mencoba membawanya ke Indonesia dengan karakter dan situasi yang dekat dengan penonton di sini. Buat saya, justru dari situ komedinya muncul," sambungnya.
Selain Andovi da Lopez, Bapak Paling Jujur dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina dari CeritaIbun, Mieke Shahir, dan David Nurbianto.
Soleh Solihun yang turut bermain dalam film tersebut menilai Bapak Paling Jujur tetap dapat dinikmati tanpa penonton harus memahami berbagai persoalan politik secara mendalam. Menurutnya, inti cerita tetap berangkat dari persoalan sederhana mengenai kejujuran.
"Meskipun ini komedi politik, tapi pada dasarnya semua orang bakal mengerti, bukan film yang berat. Ini dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya ini film tentang kejujuran, tentang orang yang nggak bisa bohong," tuturnya.
Bapak Paling Jujur dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan