Poster Film Ghost in the Cell (Foto: Come and See Pictures)
Poster Film Ghost in the Cell (Foto: Come and See Pictures)

Jadwal Tayang Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar di Bioskop

Rafi Alvirtyantoro • 05 Februari 2026 16:03
Ringkasnya gini..
  • Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.
  • Ghost in the Cell terpilih masuk program Forum Berlinale 2026 dan resmi diakuisisi oleh distributor Jerman, Plaion Pictures.
  • Mengusung genre komedi-horor, film ini menyajikan kritik sosial tajam mengenai sistem penjara di Indonesia yang penuh ketidakadilan.
Jakarta: Karya terbaru dari sutradara dan penulis Joko Anwar, Ghost in the Cell, dijadwalkan menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.
 
Kepastian tanggal rilis tersebut diumumkan menyusul terpilihnya film Ghost in the Cell dalam program prestisius Forum pada ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
 
Sebagai proyek pembuka tahun ini dari rumah produksi Come and See Pictures, Ghost in the Cell akan melakoni pemutaran perdana dunia (world premiere) di Berlinale, Jerman, yang dihelat pada 12–22 Februari 2026.

Joko Anwar mengaku sudah tidak sabar untuk berbagi karya terbarunya ini dan meminta para penonton untuk menantikan penayangannya di layar lebar tanah air.
 
“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” ungkap Joko Anwar dalam keterangan resminya di Jakarta, 4 Februari 2026.  

Bertabur Bintang dan Memperkenalkan Bakat Baru

Film bergenre komedi-horor ini menghadirkan jajaran aktor papan atas, mulai dari Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, hingga Lukman Sardi.
 
Selain itu, Ghost in the Cell turut diperkuat oleh Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, dan Tora Sudiro. Film ini juga memperkenalkan bakat baru yang menjanjikan, Magistus Miftah.  

Ekspansi Global Melalui Plaion Pictures dan Barunson E&A

Prestasi internasional film ini semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Plaion Pictures. Distributor asal Jerman tersebut resmi mengakuisisi Ghost in the Cell untuk ditayangkan secara komersial di bioskop-bioskop negara berbahasa Jerman.
 
Produser Tia Hasibuan menyatakan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Reputasi Plaion Pictures yang kerap mendistribusikan film pemenang penghargaan kelas dunia menjadi angin segar bagi industri film Indonesia.
 
“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” jelas Tia Hasibuan.
 
Sebagai catatan, Plaion Pictures merupakan distributor di balik kesuksesan film-film global seperti Anatomy of a Fall, The Whale, hingga pemenang Oscar, Parasite.
 
Untuk distribusi global lainnya, Come and See Pictures yang berkolaborasi dengan RAPI Films dan Legacy Pictures juga menggandeng Barunson E&A sebagai agen penjualan internasional.  

Sinopsis Film Ghost in the Cell

Ghost in the Cell mengambil latar di sebuah penjara di Indonesia yang sarat akan kekerasan dan ketidakadilan. Film ini memadukan unsur horor dengan kritik sosial tajam untuk mengungkap bagaimana sebuah sistem kerap melindungi kekuasaan, bahkan di dalam ruang lingkup lembaga pemasyarakatan.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan