Daftar film tersebut meliputi Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Danur: Last Chapter, Na Willa, Tunggu Aku Sukses Nanti, Pelangi di Mars, dan Senin Harga Naik.
Reza Rahadian sendiri membintangi salah satu dari film tersebut, yakni Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Dalam proyek terbaru arahan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini, ia akan beradu akting dengan Luna Maya.
Tantangan Pembagian Layar Bioskop
Reza menilai kehadiran enam film Indonesia secara bersamaan pada momen Lebaran merupakan tantangan besar, terutama terkait pembagian slot layar bioskop.“6 film itu akan jadi isu tersendiri tuh. Karena gini, 5 aja udah berat. Pertama, tentu tidak mudah untuk menetapkan pembagian layar,” kata Reza Rahadian di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026.
Meski demikian, Reza melihat ada sisi positif dari jadwal tayang tahun ini. Tidak adanya film asing yang masuk serta kosongnya jadwal rilis film baru di pekan berikutnya memberikan keuntungan tersendiri bagi film lokal. Dengan begitu, keenam film yang tayang pada Maret mendatang ini diprediksi memiliki durasi tayang yang lebih fleksibel.
“Setahu saya, tanggal itu tidak ada film asing yang tayang. Semuanya film Indonesia. Dan waktunya, itu di week after (minggu depannya) itu enggak ada film yang rilis,” jelas Reza Rahadian.
“Jumlah 6 ini akan punya nafas yang lebih panjang karena tidak ada lagi tambahan minggu kedua untuk film lain masuk. Jadi betul-betul 6 film ini akan hadir sampai dengan minggu kedua, kan biasanya setiap Kamis ada film baru lagi, ini Kamis-nya masih 6 film itu,” lanjutnya.
Menanti Respons dan Feedback Penonton
Reza mengaku sangat menantikan bagaimana respons masyarakat serta hasil akhir dari performa keenam film Lebaran 2026 tersebut di tangga Box Office Indonesia.“Mudah-mudahan sih, ya ini kita sama-sama akan lihat apakah ini works, dan kita akan melihat bagaimana respon penonton, capaian penonton dari keenam film ini seperti apa, pasti akan menjadi feedback yang menarik untuk dipelajari,” pungkas Reza Rahadian.
Jika menilik pencapaian tahun lalu, persaingan film Lebaran memang selalu sengit. Salah satu film unggulan, JUMBO, sempat meraih gelar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa sebelum akhirnya posisi tersebut digeser oleh Agak Laen: Menyala Pantiku!. Meski begitu, film produksi Visinema Studios tersebut masih memegang rekor sebagai film animasi terlaris di Asia Tenggara hingga saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News