Jakarta: Kawai Labiba menjalani pengalaman ekstrem saat melakoni debut sebagai arwah dalam film horor Putri, Jangan Gentayangan Lagi. Selain dituntut menampilkan sosok hantu yang menyeramkan, Kawai juga harus menjalani adegan minum darah palsu hingga berakting bersama belatung asli.
Film arahan sutradara Rizal Mantovani ini menjadi pengalaman pertama Kawai memerankan karakter orang yang sudah meninggal dunia. Dia dipercaya menghidupkan sosok Amanda Rizky Saputri atau Putri, perempuan yang kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dari cerita viral siniar Lentera Malam.
Kawai mengaku memiliki pengalaman yang sulit dilupakan selama menjalani proses produksi. Berbagai tantangan yang dihadapinya membuat proyek tersebut menjadi salah satu pengalaman berbeda dalam perjalanan karier aktingnya.
"Jujur, sampai sekarang ini masih dihantui pengalaman yang luar biasa, ya, bisa bergabung di proyek film 'Putri Jangan Gentayangan Lagi'," katanya di Jakarta.
"Karena sebenarnya ini pertama kalinya aku juga berperan sebagai arwah, gitu," lanjutnya.
Untuk menghadirkan karakter Putri secara meyakinkan, Kawai tidak hanya mengandalkan penampilan fisik dan riasan menyeramkan. Ia juga harus memahami sisi emosional perempuan yang diperankannya agar karakter tersebut tetap memiliki ekspresi manusiawi meskipun sudah menjadi arwah gentayangan.
Rizal Mantovani memberikan arahan khusus agar Kawai tidak sekadar menampilkan sosok hantu yang menakutkan. Sutradara ingin karakter Putri tetap memperlihatkan perasaan dan kepribadian yang dimilikinya ketika masih hidup.
Kawai kemudian menggali cerita secara langsung dari Mak Eli, ibu kandung mendiang Putri. Percakapan tersebut membantunya memahami kehidupan Putri, termasuk tanggung jawab besar yang pernah dipikul sebagai anak perempuan pertama dalam keluarga.
"Kata Mas Rizal, kamu harus pertahankan emosi manusiawi karena Putri kan dulunya manusia. Untuk itu, aku banyak mendengarkan langsung cerita Mak Eli supaya bisa mengimajinasikan seperti apa perasaan anak perempuan pertama yang memikul tanggung jawab besar," katanya.
Tantangan berikutnya datang dari kebutuhan teknis selama pengambilan gambar. Kawai harus menggunakan lensa kontak khusus yang menutupi penglihatannya. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melihat keadaan sekitar, tetapi ia tetap dituntut menjaga ekspresi dan membangun emosi sesuai kebutuhan adegan.
Tidak berhenti sampai di situ, Kawai juga harus menyimpan darah palsu di dalam mulut untuk menghasilkan adegan yang terlihat lebih realistis. Ia menjalani pengambilan gambar menggunakan sling atau alat pengaman mekanis agar gerakan tubuhnya bisa menggambarkan sosok arwah yang gentayangan.
Pengalaman paling mengejutkan terjadi ketika Kawai harus berhadapan langsung dengan belatung. Bukan menggunakan properti atau efek visual, belatung yang muncul dalam adegan tersebut ternyata benar-benar asli.
"Itu belatung beneran!" tegas Kawai.
Di balik berbagai pengalaman ekstrem tersebut, Kawai mengaku sempat merasakan beban tersendiri karena memerankan sosok almarhumah. Sebelum proses produksi dimulai, ia sempat khawatir apakah Mak Eli bersedia kisah anaknya diangkat menjadi film dan diperankan olehnya.
Karena itu, Kawai berusaha menghormati keluarga mendiang dengan meminta doa dan restu. Ia juga tidak ingin sembarangan menggambarkan sosok Putri tanpa memahami cerita kehidupan perempuan tersebut dari orang-orang terdekatnya.
"Sebagai anak perempuan pertama, rasa tanggung jawab ingin membantu keluarga itu juga besar sekali buat aku, Mas," tutur Kawai.
Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi diproduksi oleh MVP Pictures bersama Folago Pictures, PK Films, dan SHOW Token. Ceritanya terinspirasi dari kisah nyata Amanda Rizky Saputri yang sebelumnya dibahas dalam siniar Lentera Malam bersama Jamaluddin Darris.
Kisah tersebut berhasil menarik perhatian pengguna YouTube dengan jumlah penayangan yang diklaim mencapai lebih dari 25 juta kali. Popularitas cerita aslinya kemudian menjadi salah satu alasan pengembangannya ke dalam format film layar lebar.
Selain Kawai Labiba, film Putri, Jangan Gentayangan Lagi dibintangi Kinaryosih, Denisha Wahyuni, Fadi Alaydrus, Bintang Agara, Matacha Parengkuan, Fatimah Habsy, Derry Oktami, Moh. Iqbal Sulaiman, Mirza Ali, M. N. Qomaruddin, Arjuna Ghany Setiawan, Nelly Sukma, Yeyen Lidya, Amanda Gondowijoyo, serta Oce Permatasari.
Putri, Jangan Gentayangan Lagi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan