Film biopik Michael yang menjadi proyek perdana Jaafar sebagai pemeran utama mengakhiri kisahnya pada 1988. Namun, sutradara Antoine Fuqua sebelumnya mengungkapkan bahwa naskah awal film sempat mencakup sejumlah materi yang berkaitan dengan kontroversi dan tuduhan terhadap sang legenda musik.
Jaafar menilai sekuel nantinya dapat menjadi kesempatan untuk menghadirkan perspektif Michael secara lebih utuh. Menurutnya, selama ini narasi mengenai sang paman kerap disampaikan melalui sudut pandang pihak lain.
Baca Juga :
The Odyssey Jadi Film Rating Dewasa Terlaris Sepanjang Sejarah, Kalahkan Deadpool & Wolverine
"Saya pikir film kedua akan memberikan lebih banyak wawasan dari sudut pandangnya, karena pada akhirnya, [tuduhan-tuduhan itu] selalu berasal dari orang lain," ungkap Jaafar, dikutip dari wawancara bersama GQ Middle East pada Jumat, 21 Agustus 2026.
"Itu adalah cerita orang lain. Itu adalah gagasan orang lain tentang apa yang terjadi, dan itu sebagian besar didorong oleh suatu agenda," lanjutnya.
Jaafar juga menilai salah satu persoalan terbesar yang dihadapi keluarganya adalah minimnya kesempatan bagi Michael untuk menyampaikan perspektifnya sendiri mengenai berbagai kontroversi yang membelit kehidupannya.
"Dan itulah masalah yang dialami keluarga kami, suara Michael tidak didengar. Saya pikir itu sangat, sangat penting, terutama pada tahun-tahun terakhirnya," tutur Jaafar.
Ingin Tampilkan Sisi Humanis Michael Jackson
Film Michael mengisahkan perjalanan karier Michael Jackson sejak masa awalnya bersama saudara-saudaranya di Jackson 5 hingga mencapai kesuksesan sebagai penyanyi solo. Cerita film pertama tersebut kemudian membawa penonton menuju era kejayaan Michael melalui album Bad pada akhir 1980-an.Jaafar, putra Jermaine Jackson, berharap sekuel nantinya tetap mempertahankan sisi humanis Michael yang menjadi bagian penting dari karakter sang legenda musik.
Menurutnya, film pertama memang lebih banyak berfokus pada akar perjalanan Michael sebelum menjadi salah satu bintang terbesar dunia.
"Film pertama ini berfokus pada Michael dari akar sejarahnya," kata Jaafar.
"Anda memahami siapa dia sebagai manusia terlebih dahulu, karena pada akhirnya, itulah dirinya dari tahun '90-an hingga ia meninggal. Ia tidak pernah mengubah kemurnian itu, perasaan untuk selalu ingin menemukan kebaikan pada orang lain. Dan tidak peduli semua hal yang ia lalui, bagaimana ia diperlakukan, apa yang dikatakan tentang dirinya, ia tidak pernah berhenti memperlakukan orang lain dengan kebaikan," tutupnya.
Sekuel Michael Mulai Disiapkan
Harapan Jaafar tersebut sejalan dengan kabar mengenai rencana Lionsgate untuk melanjutkan kisah Michael. Setelah film pertamanya mencatat kesuksesan besar dan menjadi film biopik musik dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, studio disebut mulai mengembangkan sekuelnya.Kepala Divisi Film Lionsgate, Adam Fogelson, sebelumnya mengungkapkan bahwa proses pengembangan film kedua tengah berlangsung. Produksi diharapkan dapat dimulai pada akhir 2026 atau awal 2027.
“Kami memiliki sejumlah adegan, terutama beberapa adegan musikal besar, yang telah difilmkan sebelumnya, yang hampir pasti akan dimasukkan,” ujar Adam Fogelson, dikutip dari Variety, Jumat, 7 Agustus 2026.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, sekuel Michael ditargetkan hadir di bioskop pada akhir 2027 atau paruh pertama 2028.
Kesuksesan film pertama juga terlihat dari pencapaian box office. Pada pekan perdana penayangannya, Michael mencetak rekor sebagai film biopik musik dengan opening weekend domestik terbesar sepanjang sejarah. Film tersebut meraup pendapatan sebesar USD97,2 juta atau sekitar Rp1,71 triliun dari pasar Amerika Utara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda