Diskusi Film Indonesia di Rimba Maya: Peluang & Tantangan Bisnis Film Online di Era Pandemi.
Diskusi Film Indonesia di Rimba Maya: Peluang & Tantangan Bisnis Film Online di Era Pandemi.

Peluang Bisnis Film Online di Tengah Pandemi Covid-19

Hiburan film indonesia streaming film
Sunnaholomi Halakrispen • 21 Oktober 2020 16:26
Jakarta: Bisnis perfilman merupakan salah satu bidang yang sangat terdampak pandemi covid-19. Apalagi dengan adanya pembatasan sosial bersala besar (PSBB) yang membuat bioskop tidak bisa beroperasi.
 
Lalu, bagaimana tantangan dan peluang bisnis film online? Ketua Dewan Kesenian Jakarta Danton Sihombing pun menyampaikan pandangannya.
 
"Kalau dari bisnis ini tentu akan berdampak sekali pada wilayah-wilayah operasional. Kemudian juga supply change, termasuk juga di wilayah-wilayah strategi, baik secara bisnis maupun secara brand itu sendiri," ujarnya dalam diskusi Film Indonesia di Rimba Maya: Peluang & Tantangan Bisnis Film Online di Era Pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi saat ini bisa dikatakan bahwa industri perfilman berada dalam manajemen krisis. Ia memaparkan bahwa sebelum pandemi, banyak tantangan yang ada di tengah industri film, yakni banyaknya inovasi dari sisi bisnis model. Namun ketika covid-19 melanda dunia, semuanya menjadi relevan.
 
"Jadi ini hal-hal menarik untuk dicerna, strategi bagaimana kita melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan yang diakibatkan oleh pandemi ini," paparnya.
 
"Walaupun belum ada satu model yang sempurna di dunia ini untuk mengatasi permasalahan seperti ini," tambahnya.
 
Tantangan selanjutnya, bagaimana memindahkan pengalaman indrawi. Sebab, tidak mudah untuk memindahkan sensasi yang sangat berbeda ketika menonton pameran secara fisik dan pameran secara online.
 
Seni pertunjukan dan pameran seni rupa memang sulit dibayangkan jika tidak menyaksikan secara langsung di lokasi pertunjukan. Menurut Direktur KlikFilm Frederica, layanan streaming movie bisa menjadi solusi bisnis perfilman di tengah pandemi.
 
Apalagi, saat bioskop belum dibuka, begitu banyak film beralih ke OTT (Over The Top atau layanan melalui jaringan internet). Bahkan, tidak sedikit terjadi pada film-film besar.
 
"Entah mereka menampilkan sebagai premium TV-OD atau apa pun istilahnya yang mereka lakukan. Tapi akhirnya itu menjadikan satu pilihan untuk mereka tetap mendistribusikan filmnya dan ditonton banyak orang," jelas Frederica.
 
Namun ungkapan yang tepat, industri perfilman tidak terhenti akibat pandemi, melainkan hanya terpukul hingga pingsan. Akibatnya, proses produksi pun terhambat. Hal tersebut disampaikan oleh penulis dan sutradara, Salman Aristo.
 
"Tapi akhirnya kita bisa jalan bergolak dan salah satu pipa yang terhenti adalah bioskop. Tapi ada proses dulu yg menghambat yaitu proses produksi walaupun masalah pipa audio visual sbelum pandemi sudah mulai terjadi alternatif pipa baru terhadap audio visual terutama di online. Tapi sebelum bicara ke situ, pandemi sudah mencegah kami di wilayah produksi."
 
"Kita masih tetap harus bisa menimbulkan energi. Kita tidak berhenti, dengan berpikir apa yang masih bisa kita kerjakan dari tahapan itu. Saya bawa pemikiran bahwa kita tidak benar-benar berhenti pada saat itu, karena yang terhambat hanya salah satu pipa," pungkas Salman.
 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif