Tanah Runtuh sendiri mengambil latar tentang konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah sekitar tahun 1998–2001.
Dalam sebuah konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6), Denny menjelaskan pentingnya kehadiran film garapan sutradara Rudi Soedjarwo di tengah kondisi Indonesia saat ini.
“Permasalahan di kita itu sebenarnya di situ-situ aja. Jadi, saya ngelihat bahwa masyarakat kita itu banyak tidak belajarnya dari banyak peristiwa sebelum-sebelumnya,” kata sang produser.
“Sehingga harus dihadirkan sebuah cerita yang berbicara tentang kebaikan di tengah permasalahan atau kekacauan yang terjadi,” tambahnya.
Indonesia Kaya akan Bahan Cerita Konflik
Pemilik rumah produksi Denny Siregar Production itu menilai bahwa negara Indonesia memiliki banyak peristiwa yang berpotensi diangkat sebagai kisah layar lebar. Denny sebagai produser melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan.“Ambon, Poso, Sampit, segala macam kita punya banyak peristiwa. Tinggal ngambil angle-nya dari mana aja. Ya. Belum lagi ketika kita bicara tahun '65, tahun '45, belum tahun Brawijaya, tahun Majapahit, banyak banget cerita kita,” tegasnya.
Tidak Banyak PH yang Mau Angkat Kisah Kerusuhan
Namun, salah satu permasalahannya adalah tidak banyak produser maupun PH yang ingin menjadikan tragedi kerusuhan sebagai dasar suatu film. Menurutnya, ada banyak pertimbangan dari sisi teknikalitas hingga anggaran.“Memang permasalahannya adalah tidak banyak produser atau production house yang mau mengambil model-model cerita kayak begini. Karena memang tidak gampang untuk penyajiannya, di luar bahwa budget-nya juga tidak tidak murah gitu,” jelasnya.
Ia merasa bahwa banyak produser “main aman” dengan menanamkan investasi hanya di film-film yang berpotensi untuk laku besar, seperti genre komedi atau horor.
“Dibandingkan kalau saya harus bikin film komedi-komedi biasa kan gitu ya atau horor-horor biasa yang sebenarnya secara, sebagai seorang produser, kan, kita harus investasi nih, sebagai sebuah risiko itu lebih kecil daripada bikin film seperti Tanah Runtuh gitu,” paparnya.
Menutup pernyataannya, Denny Siregar berharap bahwa Tanah Runtuh bisa menjadi penggerak agar sineas-sineas lain termotivasi untuk menggarap film dengan tema serupa.
“Tapi kan harus ada yang memulai. Harus ada yang bergerak di situ tuh. Ya ketemu Rudi ini sama gilanya kan gitu kan. Love and hate relationship kita berdua ini kan ya. Berantem kerja sama lagi, berantem kerja sama lagi kan gitu kan,” tutupnya.
Sinopsis Film Tanah Runtuh
Film ini berlatar konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Melalui kisah dua kakak beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka di tengah konflik. Dalam perjalanan mereka, keduanya bertemu Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota polisi yang membantu mereka.Jadwal Tayang Film Tanah Runtuh
Tanah Runtuh akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda