Film Tanah Runtuh (Foto: instagram)
Film Tanah Runtuh (Foto: instagram)

Film Tanah Runtuh Sajikan Perjalanan Dua Anak Mencari Ibu di Tengah Kerusuhan

Elang Riki Yanuar • 09 Mei 2026 08:31
Ringkasnya gini..
  • Film Tanah Runtuh hadirkan drama kemanusiaan tentang kehilangan dan harapan di tengah situasi konflik.
  • Vino G. Bastian bintangi Tanah Runtuh, film emosional yang angkat kisah keluarga dan kepedulian.
  • Tanah Runtuh tampilkan karakter Down Syndrome sebagai pusat cerita dalam drama penuh pesan inklusivitas.
Jakarta: Denny Siregar Production resmi memperkenalkan trailer dan poster perdana film Tanah Runtuh, sebuah drama kemanusiaan yang mengangkat kisah emosional tentang kehilangan, harapan, dan hubungan antar manusia di tengah situasi penuh kekacauan. 
 
Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh hadir dengan pendekatan berbeda dibanding film bertema konflik pada umumnya. Film ini tidak menjadikan kerusuhan sebagai fokus utama cerita, melainkan menyoroti sisi kemanusiaan yang muncul di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
 
Cerita Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan sang kakak, Ringgo, seorang anak dengan Down Syndrome yang terpisah dari ibu mereka saat konflik besar terjadi. Dalam kondisi yang serba sulit, Kai berusaha membawa Ringgo mencari sang ibu dengan menelusuri berbagai lokasi pengungsian.

Perjalanan keduanya dipenuhi rasa takut, tekanan, dan situasi yang tidak mudah dipahami oleh mereka. Namun di balik kondisi mencekam tersebut, tumbuh ikatan emosional yang perlahan menjadi inti dari keseluruhan cerita.
Di tengah perjalanan itu, mereka bertemu dengan Idham yang diperankan oleh Vino G. Bastian. Karakter tersebut awalnya hanya menjalankan tugas menangani konflik di wilayah tersebut. Namun pertemuannya dengan Kai dan Ringgo perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan kemanusiaan.
 
“Buat saya, Tanah Runtuh bukan sekadar cerita tentang konflik, tapi tentang bagaimana manusia tetap berusaha saling menjaga di tengah situasi yang kacau. Idham hadir sebagai sosok yang awalnya hanya menjalankan tugas, tapi perjalanan bersama Kai dan Ringgo membuat dia melihat banyak hal secara lebih personal. Itu yang membuat film ini terasa sangat manusiawi,” ujar Vino G. Bastian.
 
Trailer perdana Tanah Runtuh memperlihatkan berbagai potongan adegan emosional yang menggambarkan perjuangan para karakter utama. Mulai dari suasana pengungsian, perjalanan di tengah konflik, hingga momen kecil yang memperlihatkan kedekatan antarkarakter ditampilkan dengan nuansa dramatis sekaligus hangat.
 
Sementara itu, poster resmi film ini menampilkan atmosfer sunyi yang merepresentasikan kehilangan dan pencarian harapan. Nuansa visual tersebut sekaligus memperkuat tema utama film tentang hubungan keluarga dan rasa kemanusiaan di tengah dunia yang terasa runtuh.
 
Bagi Rudi Soedjarwo, film ini menjadi cara untuk melihat sebuah tragedi besar dari sudut pandang yang lebih personal dan emosional. Ia ingin menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan sisi kemanusiaan dibanding sekadar menampilkan konflik semata.
 
“Saya ingin membuat film yang lebih hening. Bukan tentang sejarah konflik yang terjadi selama bertahun-tahun, tetapi kita lihat dari kacamata yang berbeda, yaitu tentang bagaimana dampak yang dirasakan oleh manusia-manusia di dalamnya, tentang kehilangan, kerusakan hubungan, dan harapan yang tetap ada ketika semuanya terasa runtuh,” ungkapnya.
 
Selain mengangkat drama keluarga dan kemanusiaan, Tanah Runtuh juga membawa pesan inklusivitas lewat karakter Ringgo yang merupakan penyandang Down Syndrome. Karakter tersebut tidak hanya hadir sebagai pelengkap cerita, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan emosional film.
Denny Siregar menyebut film ini ingin membuka ruang empati yang lebih luas bagi penonton. Melalui Tanah Runtuh, ia berharap masyarakat dapat melihat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pusat cerita dalam hidup mereka sendiri.
 
Film Tanah Runtuh dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA