Sejak awal kemunculannya, LA Indie Movie dikenal sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan para pelaku industri film, mulai dari penulis naskah, sutradara, produser, editor, hingga kreator digital. Program ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bertukar ide dan membangun jaringan di dunia perfilman.
Kembalinya LA Indie Movie pada 2026 membawa konsep yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi peserta agar mampu mengembangkan ide kreatif sekaligus memahami dinamika industri film secara lebih mendalam.
Melalui rangkaian kegiatan yang disiapkan, peserta akan mendapatkan akses ke berbagai workshop, kelas inspiratif, serta sesi mentorship eksklusif bersama para praktisi film berpengalaman. Materi yang dibahas mencakup berbagai aspek penting dalam produksi film hingga strategi membangun karier di industri.
Sejumlah topik menarik akan diangkat, termasuk perkembangan teknologi dalam perfilman. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI yang kini semakin berperan dalam proses kreatif dan produksi konten.
“Wadah seperti LA INDIE MOVIE sangat penting untuk regenerasi perfilman Indonesia dan juga menjadi ruang lahirnya karya dengan gagasan yang otentik dari sineas muda. Melalui rangkaian workshop dan kompetisi, wadah ini memberi bekal keterampilan dan membuka kesempatan masuk ke industri perfilman,” kata Garin Nugroho, salah satu inisiator LA Indie Movie yang telah terlibat sejak tahun 2007.
Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, peserta juga memiliki peluang untuk mewujudkan proyek film pendek mereka. Finalis terpilih akan mendapatkan dukungan produksi dengan total hadiah mencapai 400 juta rupiah, sekaligus pendampingan langsung dari para mentor profesional.
Program ini juga membuka jalan bagi para peserta untuk lebih dikenal secara luas. Film yang dihasilkan nantinya akan dipromosikan melalui berbagai media terpilih serta berkesempatan untuk diputar di festival film internasional.
“LA INDIE MOVIE berkomitmen untuk mendukung talenta kreatif Indonesia di sektor perfilman Indonesia. Sejak lebih dari 15 tahun lalu, kami bangga bisa berkontribusi mendukung dan mencetak banyak filmmaker muda Indonesia bahkan hingga sekarang ada dari mereka yang sudah berkarier secara internasional,” ucap Hani Aulia dari PT Perada Swara Productions.
Tahun ini, LA Indie Movie akan digelar di dua kota besar, yaitu Jakarta pada 13 hingga 14 Juni 2026 dan Yogyakarta pada 20 hingga 21 Juni 2026. Kehadiran program ini di dua kota tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak talenta kreatif dari berbagai daerah.
Sejumlah nama besar di industri perfilman turut dilibatkan sebagai mentor dan pembicara. Di antaranya Garin Nugroho, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, hingga Ifa Isfansyah yang siap berbagi pengalaman dan wawasan mereka kepada para peserta.
Tidak hanya itu, para profesional dari berbagai bidang seperti sinematografi, editing, production design, hingga visual effects juga akan hadir untuk memberikan pembekalan yang komprehensif. Dengan pendekatan yang menyeluruh, LA Indie Movie 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi baru sineas Indonesia yang siap bersaing di kancah global.
Berikut adalah narasumber terpilih yang akan terlibat dalam pelatihan dan mentorship LA Indie Movie 2026 :
Garin Nugroho (sutradara & budayawan)Joko Anwar (sutradara)
Wregas Bhanuteja (sutradara)
Khozy Rizal (sutradara)
Fajar Nugros (sutradara)
Loeloe Hendra (sutradara)
Jeihan Angga (sutradara)
Odair Faleco (sutradara film AI)
Ifa Isfansyah (produser)
Tia Hasibuan (produser)
Muhammad Zaidy (produser)
Asmara Abigail (aktor)
Claresta Taufan (aktor)
Batara Goempar (director of photography)
Ical Tanjung (director of photography)
Vida Sylvia (production designer)
Dita Gambiro (production designer)
Aline Jusria (editor)
Andhy Pulung (editor)
Kalvin Irawan (VFx artist)
Upie Guava (VFx artist)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News