Film Sunda Emperor (Foto: instagram)
Film Sunda Emperor (Foto: instagram)

Dibintangi Laura Moane, Film Sunda Emperor Ajak Anak Muda Belajar Sejarah

Elang Riki Yanuar • 30 Januari 2026 17:49
Ringkasnya gini..
  • Film Sunda Emperor garapan Angling Sagaran hadirkan budaya Sunda secara modern dan siap tayang di bioskop 2026.
  • Sunda Emperor mengisahkan tiga sahabat yang terlibat petualangan pencarian identitas lewat koin peninggalan kerajaan Sunda dengan pendekatan santai dan relevan.
  • Diproduksi Sapawave Films, Sunda Emperor melibatkan kreator Sunda, dibintangi Laura Moane, dan menonjolkan visual alam Sukabumi serta budaya lokal.
Jakarta: Film Sunda Emperor coba mengangkat identitas budaya Sunda dengan cara yang segar dan dekat dengan generasi sekarang. Film ini juga menjadi debut rumah produksi Sapawave Films yang siap meramaikan bioskop Indonesia pada 2026.
 
Sunda Emperor diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran. Lewat proyek ini, ia mencoba menghadirkan cerita daerah dengan pendekatan yang tidak kaku dan jauh dari kesan kuno.
 
“Sunda Emperor berangkat dari keinginan kami untuk menghadirkan cerita menggunakan 100% berbahasa Sunda dengan pendekatan yang segar dan relevan bagi penonton hari ini. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya bisa hidup di masa kini," kata  Angling Sagaran selaku produser, sutradara, dan penulis Sunda Emperor. 

Cerita Sunda Emperor berpusat pada tiga sahabat yang terlibat dalam sebuah perjalanan tak terduga. Awalnya mereka hanya menjalani hidup seperti anak muda pada umumnya, sampai sebuah koin peninggalan kerajaan Sunda muncul dan mengubah segalanya. Dari benda kecil itu, kisah berkembang menjadi pencarian identitas yang membawa mereka menyusuri jejak sejarah dan nilai budaya yang selama ini terlupakan.
 
Alih-alih menyajikan cerita sejarah secara berat, Sunda Emperor memilih jalur yang lebih santai dan komunikatif. Penonton diajak tertawa, ikut penasaran, sekaligus merenung tentang arti warisan budaya dalam kehidupan modern. 
 
"Melalui film ini, kami ingin membuktikan bahwa cerita daerah memiliki kekuatan besar untuk tampil di layar lebar secara modern tanpa kehilangan akar budayanya," ucapnya. 
 
Dalam video first look dan cast reveal, Sunda Emperor turut melibatkan sejumlah kreator Sunda yang sudah dikenal di ruang digital. Kehadiran mereka bukan sekadar pemanis, tetapi menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan film dengan audiens muda yang aktif di media sosial.
 
Deretan pemeran yang terlibat pun datang dari latar belakang yang beragam. Film ini dibintangi oleh Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem. Masing-masing karakter membawa dinamika tersendiri yang membuat cerita terasa hidup dan mengalir.
 
Dari sisi visual, Sunda Emperor memanfaatkan keindahan alam Sukabumi sebagai latar utama. Panorama alam yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai pemanis gambar, tetapi juga menjadi bagian dari narasi petualangan para tokohnya. Visual sinematik ini diharapkan bisa memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif bagi penonton.
 
Laura Moane yang memerankan karakter Neng Eti mengaku mendapat tantangan besar selama proses produksi. Penggunaan bahasa Sunda secara penuh menjadi pengalaman baru baginya sebagai aktris.
 
"Jujur, memerankan Neng Eti jadi tantangan tersendiri buat aku, terutama karena film ini 100% menggunakan bahasa Sunda. Dari awal proses reading hingga saat syuting aku banyak banget belajar dan dibimbing oleh sutradara serta teman-teman cast di lokasi syuting. Mulai dari pelafalan hingga cara bertutur kata agar terdengar natural saat aku mengucapkan bahasa Sunda. Dengan dukungan mereka akhirnya aku bisa mudah beradaptasi untuk melafalkan bahasa Sunda sampai akhirnya proses syuting selesai,” ucap Laura Moane.
 
Sementara Much Risman selaku pendiri Sapawave Films sekaligus produser dan eksekutif produser menegaskan bahwa Sunda Emperor bukan sekadar proyek perdana, tetapi juga upaya mereka untuk memperbanyak film berbahasa daerah.
 
“Sunda Emperor kami hadirkan sebagai representasi bagaimana budaya bisa dikemas secara segar dan komunikatif untuk penonton masa kini, tanpa kehilangan identitasnya. Ini adalah langkah Sapawave Films untuk terus mendorong cerita daerah agar mendapat tempat yang layak di industri perfilman Indonesia,” ujar Much Risman.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan