Armuzna, Fase Terberat Berhaji
ILUSTRASI: Ribuan muslim berdoa di Jabal Rahmah, saat wukuf di padang Arafah, Arab Saudi/ANTARA/Prasetyo Utomo
Mekah: Jemaah haji Indonesia diimbau menyiapkan mental dan fisik menghadapi puncak haji pada 9 Zulhijah 1439 H atau bertepatan dengan 21 Agustus 2018. Kondisi di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna) yang penuh keterbatasan dengan terik matahari mencapai 50 derajat celsius diprediksi kian menghadirkan tantangan tersendiri.

Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tingkat kenyamanan di Arafah dan Mina jauh berbeda dengan Mekah dan Madinah. Di kedua kota terakhir, selama ini jemaah tinggal di hotel dengan fasilitas yang serba dipenuhi.


"Sementara di Arafah dan Mina, jemaah tinggal di tenda-tenda berdesakan. Fasilitas toilet pun terbatas. Mereka juga harus menempuh perjalanan jauh menuju Jamarat untuk jumrah," kata Lukman Hakim Saifuddin seusai meninjau bus salawat, di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Selasa lalu.

Sudah barang tentu, kata Menag, jemaah Indonesia tidak cuma diuji dari sisi kesabaran melainkan juga ketahanan fisik. 

Dalam fase Armuzna, tersedia sebanyak 3.849 petugas yang dikerahkan untuk melayani jemaah selama puncak haji. Mereka akan mempersiapkan kebutuhan jamaah untuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina.

Kepala Satuan Operasi Armina Jaetul Muchlis mengatakan, para petugas akan dibagi menjadi tiga kelompok. 

Pertama, satgas Arafah yang akan tiba di Arafah pada 7 Zulhijah pukul 19.00 waktu setempat. Tim ini bertugas mengecek kesiapan akhir tenda tempat jamaah wukuf beserta dapur dan toilet. 

Kedua, satgas Muzdalifah yang lebih dulu berangkat ke Muzdalifah pada 9 Zulhijah siang.

Jemaah digerakkan ke Muzdalifah pada sore hari. Di sinilah ada kelompok ketiga, Satgas Mina akan mengecek kesiapan segala pelayanan jamaah. Pada 10 Zulhijjah dini hari pukul 01.00 waktu setempat jemaah dipindahkan ke Mina untuk jumrah aqabah.

"Semua kita kerahkan. Ini adalah puncak haji yang membutuhkan perhatian ekstra, momentum yang sangat melelahkan," kata Jaetul di Syisyah Mekah.

Jemaah haji yang menyelesaikan nafar awal akan berada di Mina sampai 12 Zulhijah. Sedangkan jemaah yang melengkapi lempar jumrah sampai 3 hari atau nafar sani akan berpindah ke pemondokannya pada akhir hari tasyrik atau 13 Zulhijah. 

Selain petugas, Kementerian Kesehatan membantu pengadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Arafah. Selain ada tenda besar untuk dokter, perawat, obat-obatan, dan peralatan lainnya, juga didirikan enam pos kesehatan.






(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id