Baitul Asyi Salurkan Dana Wakaf untuk Calhaj Aceh hingga Kiamat
Pemberian dana wakaf Baitul Asyi kepada Calhah asal Aceh/Media Indonesia/Ade Alawi.
Mekah: Sebanyak 393 jemaah haji asal Provinsi Nagroe Aceh Darussalam (NAD) menerima dana wakaf dari Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh) sebesar 1.200 riyal atau setara Rp4,8 juta (kurs 1 SR = Rp 4.000) per orang. Pemberian dana dilakukan Nazir (Pengelola) Wakaf Baitul Asyi Syaikh Abdullatif Baltho disaksikan Sekretaris Pemerintahan NAD Dermawan.

"Pemberian dana wakaf ini kita adakan setiap tahun. Insya Allah akan terus berlangsung sampai kiamat," kata Abdullatif Baltho, Kamis, 9 Agustus 2018.


Penyaluran dana wakaf tak bisa diganti dalam bentuk lain. Hal ini sesuai dengan amanat Habib Bugak (penggagas Baitul Asyi dari Aceh) yang mengimbau agar penyaluran wakaf dilakukan cashdan secara langsung kepada jemaah haji asal Aceh.

Abdullatif mengakui mencintai rakyat Aceh. "Saya dua kali ke Aceh. Saya cinta rakyat Aceh, karena mereka mencintai agamanya (Islam)," kata dia.

Abdullatif juga mengaku kagum dengan rakyat Indonesia. Indonesia, menurut dia, merupakan bangsa yang baik dan santun.

"Saya harap bangsa-bangsa lain di dunia juga seperti itu," ujar Abdullatif.

Pemberian dana wakaf ini tak mengenal usia, pangkat dan jabatan. Begitu pula bila warga Aceh yang berkali-kali menunaikan ibadah haji, sebanyak itulah dia akan menerima.

Termasuk Sekda Provinsi NAD Dermawan yang juga berhaji, dia sekaligus jemaah yang seluruh anggota keluarganya ikut masing-masing juga akan mendapatkan penyaluran dana wakaf.

Sejak 2008, jemaah Aceh mendapat kucuran dana wakaf Habib Bugak Asyi yang kini dikenal sebagai Wakaf Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh). Hal ini bermula pada harta yang diwakafkan seorang hartawan dan dermawan asal Aceh, Habib Abdurrahman (Habib Bugak Asyi) pada awal 1800-an.


Salinan akta ikrar wakaf tersebut pernah diserahkan nazir kepada Gubernur NAD yang kala itu masih dijabat Abdullah Puteh saat naik haji pada 2002. Hal yang sama dilakukan ketika utusan dari Mekah berkunjung ke Aceh pada 2006.

Selain sebagai inisiator dana wakaf, Habib juga mengkoordinasi dana wakaf dari orang-orang Aceh.

Petugas Baitul Asy, Jamaluddin Affan mengatakan dana yang dibagikan kepada jemaah Aceh pada musim haji tahun ini sebesar Rp20 miliar. Total jemaah Aceh yang menerima pada tahun ini sebanyak 4.473 orang.

"Sejak 13 tahun lalu pembagian dana wakaf berlangsung. Rata-rata dana yang dikeluarkan sekitar Rp20 miliar," kata Jamaluddin.

Menurut dia, pemberian dana wakaf ini sebagai hasil usaha pengeloaan Wakaf Baitul Asyi. "Aset-asetnya banyak di Mekah, di antaranya berada di ring 1 Masjidil Haram," pungkas dia.

Untuk tahun ini, penyaluran dana dilakukan pada  6-9 Agustus 2018 di Al Kiswah Tower Jarwal, Mekah, Arab Saudi.



(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id