Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsyad saat mengunjungi Ruang Media Center Haji (MCH) 2022 di Kantor Daker Makkah. Medcom.id/Sobih AW Adnan
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsyad saat mengunjungi Ruang Media Center Haji (MCH) 2022 di Kantor Daker Makkah. Medcom.id/Sobih AW Adnan

Skenario Armuzna Jemaah Haji Indonesia

Haji Jemaah Haji ibadah haji haji Haji 2022 arab saudi
Sobih AW Adnan • 27 Juni 2022 15:24
Makkah: Prosesi ibadah haji akan memasuki masa puncak berupa pelaksanaan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah calon haji (JCH) Indonesia dijadwalkan bergerak ke Arafah mulai Kamis, 7 Juli 2022.
 
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsyad, memaparkan skenario dan sejumlah terobosan yang akan dilakukan dalam menghadapi puncak haji.
 
"Jemaah baru terkena kewajiban wukuf setelah waktu salat Zuhur, pada Jumat, 8 Juli 2022, atau 9 Zulhijah 1443 H," ujar Arsyad di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Senin, 27 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memasuki sore hari, ujar dia, jemaah akan didorong menuju Muzdalifah. Pada Sabtu pagi, 9 Juli 2022, jemaah akan melanjutkan pergerakan menuju Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah.
 
"Tahun ini kami membentuk satuan operasi (Satops) Armuzna. Mereka diambil dari perwakilan setiap daker," ungkap dia.

Baca: Update 27 Juni: 14 Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci


Terobosan yang diterapkan tahun ini di antaranya adalah ruang gerak tiap-tiap jemaah di Arafah yang dinilai lebih leluasa dari tahun-tahun sebelumnya.
 
"Ada beberapa perkembangan cukup postif terkait pelayanan dan sarana yang akan dterima jemaah haji. Misalnya, tenda, jika pada periode sebelumnya satu maktab terisi sekitar 2.900-3.000 jemaah, tahun ini hanya berisi 2.100 jemaah," kata dia.
 
Penambahan juga dilakukan pada jumlah unit pendingin udara (AC) dan toilet. Di Arafah disediakan enam AC atau tenda dari sebelumnya hanya empat AC atau tenda.
 
"Dulu cuma tersedia 21 toilet, sekarang ada 38 toilet ditambah toilet portabel yang turut disiapkan jelang Armuzna nanti," ungkap dia.
 
Tenda yang disediakan juga dilengkapi kasur dan bantal. Hal ini diperlukan agar jemaah haji bisa beristirahat dengan nyaman saat kelelahan.
 
"Guna menghadapi cuaca panas yang diprediksi minimal mencapai 43 derajat celsius saat Armuzna, AC yang disiapkan juga menggunakan kapasitas lebih besar. Kira-kira sampai 30 ton," kata dia.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif