Tenaga kesehatan dari KKHI Makkah sedang melayani jemaah. Dok 2022.
Tenaga kesehatan dari KKHI Makkah sedang melayani jemaah. Dok 2022.

Ratusan Tenaga Kesehatan Disiagakan saat Puncak Haji

Haji haji Haji 2022 ibadah haji Jemaah Haji kesehatan
Sobih AW Adnan • 30 Juni 2022 08:26
Makkah: Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mulai memfokuskan personel untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ratusan tenaga kesehatan disiagakan.
 
"Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah," kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Budi Sylvana, di Kantor KKHI Makkah, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Untuk Armuzna, sebanyak 782 orang tenaga kesehatan akan diturunkan. Mereka terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.
 
"Tenaga dokter dan perawat Insyaallah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna," ujar dia.
 
Saat puncak haji, KKHI juga akan mulai mencoba rompi penurun panas atau Carbon Cool. Rompi ini didesain khusus untuk jemaah yang mengalami heat stroke akibat udara yang cukup panas.
 
"Di Indonesia ini pernah diuji coba dan berhasil. Nanti akan kita coba apakah efektif untuk jemaah heat stroke," ujarnya.

Baca:Jemaah Diminta Beristirahat Jelang Puncak Haji di Armuzna


Menjelang puncak haji, KKHI juga melakukan screaning khusus bagi jemaah dengan risiko tinggi. Mereka didata di kloter dan sektor.
 
Jika risiko tinggi dengan komorbid, jemaah akan dijemput untuk dilakukan medical check up di KKHI. Dia menyebut sudah 500-an orang dilakukan screaning.
 
Jika medical check up menunjukkan jemaah tidak memungkinkan ikut Armuzna, maka KKHI akan mengusulkan agar yang bersangkutan ikut program safari wukuf. "Naik bus wukuf di Arafah 1-2 jam dan dikembalikan di KKHI untuk dirawat kembali. Prinsipnya keselamatan jemaah prioritas dengan tidak mengesampingkan rukun hajinya,” jelas dia.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif