Jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Makkah berjalan menuju Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (Foto: MI/Foto Terbit/MCH/Darmawan)
Jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Makkah berjalan menuju Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (Foto: MI/Foto Terbit/MCH/Darmawan)

Kemenag Terapkan Sistem Zonasi Atur Jemaah Haji di Makkah

Haji Haji 2019
Antara • 18 Juli 2019 15:25
Jakarta: Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) RI Nizar Ali mengatakan pemerintah menerapkan sistem zonasi mengatur ratusan ribu jemaah calon haji (JCH) asal Indonesia di Makkah.
 
"Total zonasi di Makkah dibagi menjadi tujuh tempat," ujarnya, di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Nizar memerinci, zonasi pertama berada di Azizah. Wilayah ini akan ditempati oleh jemaah calon haji embarkasi Jakarta dan Palembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian Misfalah untuk embarkasi Jakarta-Bekasi, Jarwal untuk embarkasi Solo, Mahbas Jin ditempati embarkasi Surabaya, Rei Bakhsy ditempati embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan, serta Syisyah ditempati embarkasi Aceh, Medan, Padang, Batam, dan Makassar.
 
Nizar mengatakan penerapan zonasi atas beberapa pertimbangan. Terutama dari sisi pelayanan bagi jemaah. Sistem zonasi juga memungkinkan jemaah yang bahasa, budaya, dan adat istiadatnya serupa dapat berkumpul di satu tempat.
 
Baca juga:Kakek Berusia 94 Tahun Diundang Haji oleh Raja Salman
 
"Sebagai contoh sistem zonasi memudahkan petugas untuk memberikan atau menyediakan makanan khas daerah," beber dia.
 
Ia menjelaskan sebelum penerapan sistem zonasi, pada 2018 konsumsi jemaah haji dilakukan dengan konsep cita rasa nusantara. Namun, pada tahun ini panitia atau koki mencoba menyediakan masakan kedaerahan berdasarkan zonasi.
 
"Misalnya zonasi yang ditempati oleh orang Jawa Barat, menunya beberapa hari akan diberikan makanan khas daerah itu juga," kata Nizar.
 
Nizar menambahkan sistem zonasi juga berguna apabila jemaah calon haji tersesat, petugas lebih mudah mengantarkannya ke pemondokan. Di sisi lain, Nizar berpandangan orang Indonesia yang ke luar negeri seperti menunaikan ibadah haji akan merasa lebih nyaman berkumpul dengan satu daerah asal, sehingga zonasi dianggap sebagai sebuah solusi.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif