Ilustrasi: Ratusan umat muslim melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah/ Foto: ANTARA/ Prasetyo Utomo
Ilustrasi: Ratusan umat muslim melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah/ Foto: ANTARA/ Prasetyo Utomo

Keuntungan Haji Indonesia Dibanding Jemaah Asal Turki

Haji Haji 2019
Antara • 21 Agustus 2019 14:41
Jakarta:Tingkat kesulitan berhaji bagi masyarakat Indonesia dikatakan lebih rendah dibanding negara lain. Terutama, Turki. Di sana, masa tunggu haji bisa mencapai 25 tahun dengan biaya hingga USD4.000 per orang.
 
Direktur Jenderal Haji dan Umrah Turki Remzi Bircan menceritakan, negerinya juga hanya mendapatkan kuota haji sebanyak 80.000 orang dengan rincian 50.000 kursi untuk haji reguler, serta 30.000 kursi untuk haji khusus.
 
"Lebih sulit dibanding Indonesia," kata Bircan saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji Indonesia di Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali mengatakan, dari data yang terungkap, jumlah jemaah haji Turki hanya seperempat dari jumlah keseluruhan jemaah Indonesia yang berjumlah 231.000 orang.
 
"Jumlahnya 2,5 juta orang kalau dibagi kuota 80.000 maka antreannya memang 25 tahun. Jadi lebih panjang antrean Turki ketimbang Indonesia. Indonesia paling lama 19
tahun," kata Nizar.
 
Soal biaya, Turki juga terhitung lebih mahal karena tidak terdapat ketentuan subsidi dari negara.
 
"Turki biayanya USD4000 per orang, sementara Indonesia USD5000 per orang tetapi sudah meliputi cost direct dan indirect total (biaya tak langsung)," kata Nizar.
 
Selain itu, hal lain yang berbeda yakni jemaah Turki tidak berkesempatan melaksanakan ibadah arbain atau salat 40 waktu di Madinah. Sebab, jadwal mereka di Madinah hanya lima hari. Sementara jemaah Indonesia diprogramkan melaksanakan sunah arbain lantaran bisa berada di Madinah selama 8-9 hari.
 
"Karena rumit dan menyebabkan adanya kemungkinan keterlambatan penerbangan yang berimplikasi pada penempatan yang kacau, Turki memutuskan cukup lima hari (di Madinah)," kata Nizar.

 

(SBH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif