Sunak Mutiha Djumakah, 64, penjual kacang goreng renteng asal Kecamatan Cokroaminoto Kebonsari, Kota Probolinggo. Foto: Medcom.id
Sunak Mutiha Djumakah, 64, penjual kacang goreng renteng asal Kecamatan Cokroaminoto Kebonsari, Kota Probolinggo. Foto: Medcom.id

Kisah Nenek Penjual Kacang Goreng Memberangkatkan Haji Orang Tuanya

Haji Haji 2019
Amaluddin • 10 Juli 2019 07:57
Surabaya: Sunak Mutiha Djumakah, 64, penjual kacang goreng renteng asal Kecamatan Cokroaminoto Kebonsari, Kota Probolinggo, Jawa Timur, bisa berangkat haji. Selain menabung haji untuk dirinya, Nenek Sunak juga memberangkatkan haji kedua orang tuanya.
 
"Alhamdulillah mas, dengan niat tulus dan sungguh-sungguh, saya juga bisa memberangkatkan haji kedua orang tua," kata Nenek Sunak, ketika ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Nenek Sunak mengaku bahagia dan sedih. Bahagia karena bisa berangkat haji, sedih tidak bisa berangkat haji bersama kedua orang tuanya karena sudah meninggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi saya hanya bisa menghajikan kedua orang tua dengan haji badal. Saya sedih tidak bisa berangkat haji bersama kedua orang tua," ujarnya.
 
Nenek Sunak mengaku, biaya haji badal untuk kedua orang tuanya senilai Rp10 juta. Jumlah yang harus dibayar memang tidak sedikit, tapi bisa memberangkatkan haji orang tua merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai.
 
"Tapi Alhamdulillah, saya masih bisa menghajikan orang tua. Bahkan jika anak saya ingin mendaftar haji, saya mampu jika hanya untuk mendaftarkan," jelasnya.
 
Nenek Sunak berbagi tips untuk bisa berangkat haji, yakni dengan rajin menabung dan bersedekah.
 
Dia mengundang anak yatim ke rumahnya setiap bulan. Anak yatim yang diundang akan diberi makanan dan uang jajan.
 
"Saya sangat senang tahun ini dipanggil ke Tanah Suci. Allah itu maha adil, orang seperti saya yang tidak berpendidikan ternyata dipangggil juga oleh Allah," ujarnya sambil meneteskan air mata.
 
Nenek Sunak mengatakan akan beribadah khusyuk setibanya di Tanah Suci. Dia mengaku hanya ingin mendapat rida Allah.
 
"Di usia saya yang sudah tua ini, apalagi yang ingin saya minta kecuali mendapat ridanya Allah, dan dijauhkan dari sombong dan riya," jelasnya.
 
Nenek Sunak tergabung dalam rombongan kloter sembilan, meliputi Kabupaten Bangkalan, Magetan, Pamekasan, Kota Probolinggo dan Surabaya. Rombongan tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya menuju Arab Saudi pukul 21.25 WIB, Selasa, 9 Juli 2019.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif