YOUR FASHION
ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander Tampilkan Wajah Baru Gaya Preppy yang Lebih Santai
A. Firdaus
Selasa 04 Agustus 2026 / 19:07
- Tren tersebut berevolusi menjadi lebih santai melalui siluet longgar atau loose fit.
- Koleksi yang ditampilkan menggabungkan berbagai potongan klasik bergaya preppy dengan proporsi yang lebih rileks.
- Kampanye ini juga dikemas melalui film pendek berdurasi 15 dan 30 detik yang diiringi lagu hip-hop klasik "You Gots to Chill" dari grup EPMD.
Jakarta: Gaya preppy yang selama ini identik dengan tampilan rapi dan formal kini mendapat sentuhan baru. Memasuki musim Fall/Winter 2026, tren tersebut berevolusi menjadi lebih santai melalui siluet longgar atau loose fit yang menawarkan kenyamanan tanpa menghilangkan kesan stylish.
Perubahan ini dihadirkan melalui kampanye Keep it Loose, yang mengusung konsep bahwa gaya berpakaian tak lagi harus terpaku pada aturan baku. Di tengah tren algorithm dressing yang membuat gaya berpakaian terasa seragam, kampanye ini mendorong setiap orang untuk mengekspresikan karakter personal melalui busana.
Sebagai wajah kampanye, penyanyi global ROSÉ dan pebasket NBA Shai Gilgeous-Alexander menghadirkan interpretasi berbeda terhadap gaya Loose Prep.
ROSÉ tampil dengan gaya feminin yang sederhana namun elegan melalui permainan layering, detail tak terduga, serta siluet longgar yang tetap terlihat rapi. Sementara Shai mengusung karakter effortlessly cool lewat padu padan busana berpotongan longgar yang mencerminkan gaya kasual modern.

Shai Gilgeous-Alexander for Levi’s® Keep it Loose. Dok. Ist
Koleksi yang ditampilkan menggabungkan berbagai potongan klasik bergaya preppy dengan proporsi yang lebih rileks. Beberapa di antaranya menghadirkan celana longgar, jaket bomber, hoodie, hingga atasan yang dapat dipadukan dengan berbagai teknik styling sehingga tampil lebih fleksibel untuk aktivitas sehari-hari.
Kampanye ini juga dikemas melalui film pendek berdurasi 15 dan 30 detik yang diiringi lagu hip-hop klasik "You Gots to Chill" dari grup EPMD. Nuansa musik era akhir 1980-an tersebut memperkuat karakter kampanye yang memadukan unsur nostalgia dengan sentuhan gaya masa kini.
Selain hadir secara digital melalui media sosial dan kanal resmi, kampanye ini juga ditampilkan di berbagai gerai flagship di berbagai negara. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana ROSÉ dan Shai menginterpretasikan koleksi tersebut sesuai karakter masing-masing.
Melalui kampanye ini, gaya preppy tidak lagi dipandang sebagai busana yang kaku. Sebaliknya, tren tersebut hadir lebih modern, nyaman, dan memberi ruang bagi setiap orang untuk bereksperimen dengan identitas fashion mereka sendiri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Perubahan ini dihadirkan melalui kampanye Keep it Loose, yang mengusung konsep bahwa gaya berpakaian tak lagi harus terpaku pada aturan baku. Di tengah tren algorithm dressing yang membuat gaya berpakaian terasa seragam, kampanye ini mendorong setiap orang untuk mengekspresikan karakter personal melalui busana.
Sebagai wajah kampanye, penyanyi global ROSÉ dan pebasket NBA Shai Gilgeous-Alexander menghadirkan interpretasi berbeda terhadap gaya Loose Prep.
ROSÉ tampil dengan gaya feminin yang sederhana namun elegan melalui permainan layering, detail tak terduga, serta siluet longgar yang tetap terlihat rapi. Sementara Shai mengusung karakter effortlessly cool lewat padu padan busana berpotongan longgar yang mencerminkan gaya kasual modern.

Shai Gilgeous-Alexander for Levi’s® Keep it Loose. Dok. Ist
Koleksi yang ditampilkan menggabungkan berbagai potongan klasik bergaya preppy dengan proporsi yang lebih rileks. Beberapa di antaranya menghadirkan celana longgar, jaket bomber, hoodie, hingga atasan yang dapat dipadukan dengan berbagai teknik styling sehingga tampil lebih fleksibel untuk aktivitas sehari-hari.
Kampanye ini juga dikemas melalui film pendek berdurasi 15 dan 30 detik yang diiringi lagu hip-hop klasik "You Gots to Chill" dari grup EPMD. Nuansa musik era akhir 1980-an tersebut memperkuat karakter kampanye yang memadukan unsur nostalgia dengan sentuhan gaya masa kini.
Selain hadir secara digital melalui media sosial dan kanal resmi, kampanye ini juga ditampilkan di berbagai gerai flagship di berbagai negara. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana ROSÉ dan Shai menginterpretasikan koleksi tersebut sesuai karakter masing-masing.
Melalui kampanye ini, gaya preppy tidak lagi dipandang sebagai busana yang kaku. Sebaliknya, tren tersebut hadir lebih modern, nyaman, dan memberi ruang bagi setiap orang untuk bereksperimen dengan identitas fashion mereka sendiri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)