YOUR FASHION
Mix and Match Tanpa Kehilangan Jati Diri, Begini Tips Gaya Simpel tapi Stylish
A. Firdaus
Sabtu 25 April 2026 / 20:36
- Kunci utama dalam berpakaian bukan hanya soal penampilan.
- Tampil stylish tidak selalu harus mahal.
- Terdapat tips praktis dalam memadukan warna agar tampilan terlihat harmonis
Jakarta: Tren fashion yang terus berkembang, sering kali membuat banyak perempuan bingung dalam memadukan pakaian. Di satu sisi ingin tampil mengikuti tren, namun di sisi lain tetap ingin mempertahankan jati diri dalam berbusana.
Sebenarnya terdapat tips sederhana, agar tampilan tetap stylish tanpa harus mengorbankan kenyamanan, maupun identitas pribadi.
Kunci utama dalam berpakaian bukan hanya soal penampilan, tetapi juga rasa nyaman saat dikenakan. Oleh karena itu, kenyamanan adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memikirkan gaya.
“Yang utama itu kenyamanan, bukan hanya soal terlihat bagus. Jadi dimulai dari bahan yang dipakai, harus yang enak dulu untuk dipakai sehari-hari,” ujar Rania Yamin, Fashion Influencer dalam acara Svarna Kartini, Celebriting Her Voice, Her Power, Her Legacy di YouTube @metrotvnews, Sabtu (25/04/26).
Rania menjelaskan bahwa kebaya yang dikenakan, tidak selalu harus berbahan formal seperti brokat. Untuk aktivitas harian, bahan seperti katun atau sutra yang ringan, justru lebih sering dipilih karena terasa nyaman dan tetap terlihat rapi.
“Kalau mau lebih santai, bisa pakai bahan katun atau sutra. Tapi kalau mau tampil lebih formal, baru pakai kebaya brokat yang lebih pas di badan,” jelas Rania.
Menariknya, Rania juga mengungkapkan bahwa tampil stylish tidak selalu harus mahal. Ia kerap menemukan kebaya dengan harga terjangkau di pasar tradisional, termasuk kebaya bekas yang masih layak pakai.
“Banyak kebaya bagus yang bisa ditemukan di pasar, bahkan harganya bisa sangat terjangkau tapi tetap stylish,” katanya.
Terkait penggunaan bawahan, Rania tetap mempertahankan kain sebagai pilihan utama, meski aktivitasnya cukup padat. Menurutnya, penggunaan kain tidak menghalangi mobilitas selama bahan yang dipilih tepat.
“Tidak ada yang ribet kalau bahannya nyaman dan fleksibel. Bahkan untuk aktivitas yang cukup aktif pun, tetap bisa dilakukan dengan kain,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat tips praktis dalam memadukan warna agar tampilan terlihat harmonis dan tidak berlebihan. Namun, memang masih banyak orang yang sering merasa bingung, saat harus mengombinasikan warna pakaian.
“Ada cara mudah untuk mix and match warna. Salah satunya pakai warna yang sama dengan tingkat gelap terang yang berbeda,” jelas Christina Anabel selaku Color Analyst dalam kesempatan yang sama.
Teknik ini dikenal sebagai gaya monokromatik, di mana satu warna digunakan dalam variasi tone yang berbeda, sehingga menciptakan tampilan yang selaras.
Selain itu, penggunaan warna netral juga menjadi pilihan aman, untuk dipadukan dengan warna lain. Warna seperti hitam, putih, atau cokelat dapat membantu menyeimbangkan tampilan, agar tidak terlihat terlalu ramai.
“Kalau bingung, bisa padukan dengan warna netral supaya tetap balance. Jadi tidak terlalu banyak warna dalam satu tampilan,” tambahnya.
Menurut Christina, kunci dari padu padan pakaian adalah keseimbangan antara warna, bahan, dan fungsi. Dengan memahami dasar-dasar tersebut, seseorang bisa lebih percaya diri dalam menentukan gaya berpakaian.
Baik Rania maupun Christina menekankan bahwa gaya berpakaian, seharusnya tidak membatasi ekspresi diri. Sebaliknya, fashion justru bisa menjadi cara, untuk menampilkan karakter dan kenyamanan dalam berbagai situasi, baik formal maupun santai.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sebenarnya terdapat tips sederhana, agar tampilan tetap stylish tanpa harus mengorbankan kenyamanan, maupun identitas pribadi.
Kunci utama dalam berpakaian bukan hanya soal penampilan, tetapi juga rasa nyaman saat dikenakan. Oleh karena itu, kenyamanan adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memikirkan gaya.
“Yang utama itu kenyamanan, bukan hanya soal terlihat bagus. Jadi dimulai dari bahan yang dipakai, harus yang enak dulu untuk dipakai sehari-hari,” ujar Rania Yamin, Fashion Influencer dalam acara Svarna Kartini, Celebriting Her Voice, Her Power, Her Legacy di YouTube @metrotvnews, Sabtu (25/04/26).
Rania menjelaskan bahwa kebaya yang dikenakan, tidak selalu harus berbahan formal seperti brokat. Untuk aktivitas harian, bahan seperti katun atau sutra yang ringan, justru lebih sering dipilih karena terasa nyaman dan tetap terlihat rapi.
“Kalau mau lebih santai, bisa pakai bahan katun atau sutra. Tapi kalau mau tampil lebih formal, baru pakai kebaya brokat yang lebih pas di badan,” jelas Rania.
Menariknya, Rania juga mengungkapkan bahwa tampil stylish tidak selalu harus mahal. Ia kerap menemukan kebaya dengan harga terjangkau di pasar tradisional, termasuk kebaya bekas yang masih layak pakai.
“Banyak kebaya bagus yang bisa ditemukan di pasar, bahkan harganya bisa sangat terjangkau tapi tetap stylish,” katanya.
Terkait penggunaan bawahan, Rania tetap mempertahankan kain sebagai pilihan utama, meski aktivitasnya cukup padat. Menurutnya, penggunaan kain tidak menghalangi mobilitas selama bahan yang dipilih tepat.
“Tidak ada yang ribet kalau bahannya nyaman dan fleksibel. Bahkan untuk aktivitas yang cukup aktif pun, tetap bisa dilakukan dengan kain,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat tips praktis dalam memadukan warna agar tampilan terlihat harmonis dan tidak berlebihan. Namun, memang masih banyak orang yang sering merasa bingung, saat harus mengombinasikan warna pakaian.
“Ada cara mudah untuk mix and match warna. Salah satunya pakai warna yang sama dengan tingkat gelap terang yang berbeda,” jelas Christina Anabel selaku Color Analyst dalam kesempatan yang sama.
Teknik ini dikenal sebagai gaya monokromatik, di mana satu warna digunakan dalam variasi tone yang berbeda, sehingga menciptakan tampilan yang selaras.
Selain itu, penggunaan warna netral juga menjadi pilihan aman, untuk dipadukan dengan warna lain. Warna seperti hitam, putih, atau cokelat dapat membantu menyeimbangkan tampilan, agar tidak terlihat terlalu ramai.
“Kalau bingung, bisa padukan dengan warna netral supaya tetap balance. Jadi tidak terlalu banyak warna dalam satu tampilan,” tambahnya.
Menurut Christina, kunci dari padu padan pakaian adalah keseimbangan antara warna, bahan, dan fungsi. Dengan memahami dasar-dasar tersebut, seseorang bisa lebih percaya diri dalam menentukan gaya berpakaian.
Baik Rania maupun Christina menekankan bahwa gaya berpakaian, seharusnya tidak membatasi ekspresi diri. Sebaliknya, fashion justru bisa menjadi cara, untuk menampilkan karakter dan kenyamanan dalam berbagai situasi, baik formal maupun santai.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)