YOUR FASHION

Ingin Hijab dan Pakaian Gak Bau Apek? Ini Solusinya

A. Firdaus
Jumat 17 April 2020 / 18:41

Jakarta: Bagi para perempuan muslimah yang menggunakan hijab, bau apek kerap menjadi momok yang membuat mereka kurang percaya diri melakukan aktivitas sehari-hari.

Artis Citra Kirana, contohnya. Ia mengaku pernah merasakan kondisi tersebut. Wajar, sebab sebagai seorang public figure, Citra dituntut untuk banyak beraktivitas. Meski saat adanya kebijakan work from home akibat virus corona.

"Saya justru merasa semakin produktif selama WFH. Banyak deadline pekerjaan yang harus tetap dipenuhi secara profesional dan memastikan segala kebutuhan suami terpenuhi dengan baik," ujar Citra yang akrab disapa Ciki ini.

Keluhan yang sama juga dialami followersnya, yang ternyata mengeluhkan hijab dan pakaian mereka bau apek. Kondisi itu membuat ia bertanya-tanya, apakah karena salah pilih bahan atau salah ketika mencuci.

Menanggapi keluhan yang sering dialami perempuan berhijab, Ina Binandari, Konsultan desain dan produksi Elzatta Hijab, menyebutkan pemilihan bahan untuk hijab dan pakaian menjadi sangat penting.

Berpakaian tidak hanya untuk menunjang penampilan, tapi juga perlu memerhatikan kenyamanan. Sebab kenyamanan itu nomor satu. Untuk itu pilihlah bahan yang lembut di kulit atau adem, serta tidak tebal.

"Karakteristik poliester itu tidak mudah kusut, warna lebih awet, dan kalau dicuci bisa lekas kering," ujar Ina.

"Untuk hijab dan pakaian yang menggunakan campuran poliester sangat cepat kering selesai dicuci. Bahkan tidak perlu disetrika karena tidak kusut," terangnya.

Setelah mengetahui material kain yang dipilih, masih menurut Ina, kita juga harus penting mengetahui teknik perawatan kain yang tepat. Apalagi saat pandemi covid-19 seperti ini, intensitas mencuci hijab dan pakaian menjadi lebih sering. Itu artinya sangat penting untuk mengetahui teknik perawatan kain yang tepat.

Perawatan kain dijelaskan Ina, dimulai dari mencuci, mengeringkan, menyetrika, sampai menyimpan. Sebaiknya pahami betul bagaimana material kain yang digunakan pada hijab dan pakaian kita harus dicuci. Jangan lupa juga untuk melengkapi teknik pencucian dengan penggunaan pelembut pakaian.

"Mengapa pelembut pakaian menjadi penting? karena berfungsi untuk merawat dan menguatkan serat kain. Bahkan pelembut pakaian bsa masuk ke serat yang terdalam sehingga benang-benangnya tidak mudah rusak atau terurai," jelas Ina.

"Jika serat kain terurai, maka permukaan bahan akan jadi lebih berbulu dan warnanya terlihat kusam," sambungnya.

embed

Menanggapi hal itu, Ciki kian antusias berbai solusi ini kepada para sahabat hijabersnya.

“Jadi meski di rumah, penggunaan hijab dan pakaian wangi tetap menjadi perhatian saya, karena kesempurnaan penampilan menjadi citra diri pemakainya. Pakaian dan hijab yang wanginya segar dan elegan akan selalu memberikan inspirasi baru,” imbau Ciki.

Dan, untuk mendatangkan kesegaran dalam segala aktivitas yang dilakukan selama di rumah, Wings Care meluncurkan varian baru, yaitu Royale Parfum Series by SoKlin Hijab Black Velvet.

Produk ini menggunakan teknologi Fresh Guard Formula yang mampu menembus sampai serat kain paling rapat sekalipun dan menjawa wangi tersimpan di serat kain.

"Sehingga hijab dan pakaian terawat dengan baik, wangi mewah dan segar sepanjang hari, serta tidak bau apek,” ucap Meliana Widodo, Marketing Manager Fabric Conditioner WINGS Group.

Meliana juga mengatakan, menebar wangi parfum mewah akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang untuk melakukan segala aktivitas.

“Terutama para perempuan yang seringkali mengeluhkan bau apek yang tercium pada hijab dan pakaian mereka setiap kali beraktivitas padat. Maka kami menghadirkan solusi untuk para wanita di seluruh Indonesia. Dengan teknologi Royale Active Touch, pelembut pakaian Royale Parfum Series by SoKlin Hijab Black Velvet menebar wangi parfum mewah di setiap sentuhan," tutupnya.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ACF)

MOST SEARCH