YOUR FASHION

Yuk, Mengenal Budaya Ngunduh Mantu Kaesang - Erina, Mulai dari Tujuan dan Prosesinya

Mia Vale
Minggu 11 Desember 2022 / 11:25
Jakarta: Pernikahan Kaesang Pangarep, putra bungsu orang nomor satu di Indonesia dan Erina Gudono sukses menjadi sensasional di penghujung tahun. 

Prosesi akad nikah Sabtu, 10 Desember 2022 yang berlangsung di Pendopo Agung Ambarukmo, Royal Ambarrukmo, Yogyakarta berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.

Selanjutnya, pada hari Minggu, 11 Desember 2022, Presiden Joko Widodo dan ibu Iriana akan melangsungkan acara Ngunduh Mantu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah. Beragam persiapan dan pengamanan untuk acara ini telah dipersiapkan.

Melansir dari laman Wikipedia, unduh mantu merupakan istilah dalam perspekstif budaya Jawa yang mengacu pada rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. 

Lebih sederhananya unduh mantu merupakan acara membawa pengantin wanita di lingkungan pengantin pria setelah ijab dan kabul supaya pengantin wanita dikenal warga sekitar.

Prosesi unduh mantu secara umum ditandai dengan kunjungan mempelai wanita beserta keluarga besar dan kerabat dekat untuk bertandang ke kediaman keluarga besar dari orang tua mempelai pria. 

Kemudian, kedua mempelai akan melakukan beberapa prosesi sebagai bentuk bakti dan rasa syukur. Berikut tata cara dan susunan acara dari prosesi ngunduh mantu. Simak, yuk!


(Ngunduh mantu juga dihadiri oleh banyak tamu. Foto: Tangkapan layar YouTube resmi Presiden Joko Widodo/"Ngunduh Mantu dan Tasyakuran Pernikahan Kaesang & Erina")
 

1. Iring-iringan pangombyong


Prosesi pertama ngunduh mantu ini merupakan saat di mana pasangan pengantin, orang tua mempelai wanita, serta kerabat dekat lain beriring bersama mengunjungi rumah besan (orang tua pengantin pria). Setelah tiba di rumah besan, rombongan pengantin akan disambut dengan iringan Gendhing Boyong Pengantin.
 

2. Dialog penyerahan imbal wicara


Acara ini berisi dialog penyerahan dari keluarga mempelai perempuan kepada keluarga besar mempelai pria. Seorang perwakilan dari keluarga besar mempelai wanita akan memberikan sambutan dan untuk menyerahkan pengantin. Selanjutnya, akan dibalas dan diberikan jawaban oleh perwakilan dari keluarga besar mempelai pria untuk menerima pengantin.
 

3. Pemberian tirta suci (tirto wening)


Setelah mempelai wanita diterima, kedua mempelai akan diberikan gelas air bening yang diminumkan oleh orang tua mempelai pria. Hal ini merupakan simbol sebuah harapan agar rumah tangga kedua pengantin selalu diberikan ketenangan dalam bertukar pikiran serta memutuskan sesuatu.
 

4. Sindur binayang


Prosesi selanjutnya, keluarga mempelai pria menyambut rombongan keluarga besan serta pasangan pengantin dengan membawa seperangkat benda sebagai seserahan. Ibu pengantin pria akan mengalungkan kain sindur di sekitar bahu kedua mempelai dan diiringi oleh gendhing manten boyong basuki. 

Sementara ayah mempelai pria akan menukar keris putranya dengan pusaka yang telah disiapkan. Kemudian, ibu mempelai pria akan menuntun kedua pengantin menuju pelaminan dengan cara dirangkul pundaknya dari arah belakang.
 

5. Sungkeman


Prosesi ini dilakukan oleh pasangan pengantin untuk menunjukkan syukur kepada kedua pihak orang tua. Keduanya akan meminta doa restu dan menunjukkan rasa terima kasih atas bimbingan orang tua semasa hidup mempelai. Hal ini juga menunjukkan wujud hormat kedua mempelai kepada orang tua.
 

6. Ramah tamah dan doa bersama


Acara ditutup dengan acara ramah tamah, doa bersama, jamuan makan, dan foto bersama. Prosesi ngunduh mantu kemudian ditutup dengan acara doa bersama, ramah tamah, jamuan makan dan foto bersama.

Meski bukan acara wajib, tradisi ini masih dilakukan oleh masyarakat adat Jawa. Pelaksanaan prosesi ini diharapkan menjadi upaya agar budaya adat tetap lestari.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH