YOUR FASHION
5 Inspirasi Gaya Preppy Modern, Biar Outfit Gak Gitu-Gitu Aja
A. Firdaus
Senin 26 Oktober 2026 / 18:15
- Intip 5 inspirasi gaya preppy modern dari sweater bermotif, cardigan, kemeja flanel, hingga outerwear untuk membuat outfit sehari-hari lebih stylish.
- Inspirasi tersebut hadir dalam koleksi terbaru UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 bertema Stage Notes.
- Gaya preppy menawarkan banyak kemungkinan untuk bereksperimen dengan pakaian sehari-hari.
Jakarta: Bosan dengan gaya berpakaian yang itu-itu saja? Kamu bisa mencoba gaya preppy yang memadukan kesan klasik, rapi, dan modern. Identik dengan kemeja, sweater, motif kotak-kotak, serta celana berpotongan simpel, gaya ini bisa dibuat lebih santai tanpa terlihat terlalu formal.
Inspirasi tersebut hadir dalam koleksi terbaru UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 bertema Stage Notes. Mengambil inspirasi dari dunia teater Inggris dan gaya academia, koleksi ini menggabungkan karakter klasik British dengan siluet kontemporer untuk kebutuhan berpakaian sehari-hari.
Diluncurkan pada 16 Oktober 2026, koleksi ini turut menghadirkan inspirasi padu padan dari sejumlah figur publik, seperti Angga Yunanda, Clara Bernadeth, Shofia Shireen, Faishal Tanjung, dan Shani Indira. Lewat pilihan warna, motif, serta teknik layering, mereka menunjukkan bahwa gaya preppy bisa tampil feminin, kasual, hingga lebih polished.
Berikut lima inspirasi styling yang bisa kamu coba untuk membuat outfit sehari-hari terasa lebih menarik.
Gaya preppy tidak harus selalu identik dengan warna netral atau padu padan yang konservatif. Kamu bisa bermain dengan warna kontras untuk memberikan sentuhan baru pada tampilan klasik.
Clara Bernadeth menghadirkan gaya feminin melalui Rompi Kasmir Wol Kerah Bulat berwarna pink dengan motif argyle yang dipadukan dengan Rok Lipit cokelat tua. Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan manis dengan nuansa academia yang tetap relevan untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk tampilan yang lebih berani, Clara memadukan Gaun Kemeja cokelat dengan Sweater Pendek Kasmir Wol Kerah V berwarna merah terang yang disampirkan di bahu. Kaos kaki HEATTECH berwarna pink-merah dan boots hitam melengkapi padu padan tersebut.
Trik yang bisa kamu tiru adalah memilih satu warna mencolok sebagai aksen di antara warna-warna netral. Dengan begitu, tampilan tetap seimbang, tetapi tidak membosankan.
Kalau ingin tampil santai tetapi tetap punya karakter, sweater bermotif bisa menjadi pilihan. Salah satu item yang menonjol dalam koleksi ini adalah Sweater Lambswool Fair Isle Kerah Bulat dengan motif khas yang membuatnya mudah menjadi pusat perhatian.
Angga Yunanda memilih sweater warna beige yang dipadukan dengan kemeja putih sebagai lapisan dalam dan jeans biru. Sementara itu, Faishal Tanjung mengenakan versi navy dengan jeans untuk menghasilkan tampilan yang lebih understated.
Keduanya memperlihatkan bahwa sweater bermotif tidak membutuhkan banyak elemen tambahan. Cukup padukan dengan kemeja polos dan denim berpotongan klasik agar motif sweater tetap menjadi fokus utama.
Gaya ini cocok untuk kuliah, hangout, atau aktivitas akhir pekan ketika kamu ingin tampil santai tanpa kehilangan kesan rapi.
Kombinasi kemeja dan cardigan menjadi salah satu formula layering yang mudah diterapkan. Selain membuat tampilan lebih berdimensi, padu padan ini juga bisa memberikan kesan rapi tanpa terlihat terlalu formal.
Shofia Shireen memadukan Cardigan Pendek Lambswool Kerah V berwarna natural dengan kemeja pink dan Celana Chino Lipit cokelat. Detail kerah serta ujung lengan kemeja yang dibiarkan terlihat memberikan aksen sederhana, tetapi membuat keseluruhan outfit terasa lebih menarik.
Kombinasi warna lembut tersebut juga menciptakan kesan feminin dan polished. Kamu bisa menirunya untuk bekerja, menghadiri acara santai, atau menikmati akhir pekan.
Agar hasilnya tidak terlihat terlalu ramai, pilih cardigan dengan warna netral dan biarkan warna kemeja menjadi aksen. Perhatikan pula panjang cardigan dan potongan celana agar proporsi outfit tetap seimbang.
Satu jaket bisa memberikan karakter berbeda pada kombinasi pakaian yang sederhana. Karena itu, outerwear dapat menjadi investasi styling yang praktis ketika kamu ingin mengubah tampilan tanpa harus mengganti seluruh outfit.
Faishal Tanjung tampil kasual dengan Jaket Blouson Pendek abu-abu bermotif kotak-kotak, dipadukan dengan Kemeja Oxford Oversize Lengan Panjang putih dan jeans biru. Potongan jaket yang pendek memberikan kesan modern, sedangkan kemeja dan denim mempertahankan nuansa preppy yang santai.
Sementara itu, Shani Indira memilih Jaket Pendek Padded berwarna wine dengan Kemeja Katun Lengan Volume berwarna putih dan Celana Chino Lipit hitam. Warna wine menjadi aksen yang memperkaya kombinasi monokrom, sementara siluet jaket memberikan volume pada tampilan.
Kamu bisa menyesuaikan pilihan outerwear dengan kebutuhan. Jaket bermotif kotak-kotak cocok untuk kesan kasual ala anak kampus, sedangkan jaket berwarna pekat dapat memberikan tampilan yang lebih rapi dan modern.
Kemeja flanel tidak selalu harus identik dengan gaya kasual yang santai. Dengan pilihan potongan dan padu padan yang tepat, item bermotif kotak-kotak ini juga bisa menjadi bagian dari gaya preppy modern.
Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 menghadirkan Kemeja Flannel Boxy Lengan Panjang dengan potongan boxy cropped yang memberikan kesan lebih segar. Shofia Shireen dan Shani Indira memperlihatkan pilihan padu padan berbeda, mulai dari rok lipit hitam untuk menciptakan kesan feminin hingga jeans lurus dengan detail damage untuk gaya yang lebih kasual.
Selain model boxy cropped, tersedia pula Kemeja Flannel Lengan Panjang dengan potongan lebih panjang dan dua kantong di bagian dada. Angga Yunanda mengenakannya sebagai luaran di atas sweater lambswool abu-abu, kemudian memadukannya dengan jeans bernuansa natural.
Untuk meniru gaya tersebut, kamu bisa menjadikan kemeja flanel sebagai lapisan luar dan memilih atasan polos sebagai penyeimbang. Jika ingin tampilan lebih feminin, padukan dengan rok lipit. Sementara itu, jeans bisa menjadi pilihan untuk gaya santai yang praktis.
Gaya preppy menawarkan banyak kemungkinan untuk bereksperimen dengan pakaian sehari-hari. Kamu tidak harus mengikuti satu formula tertentu karena permainan warna, motif, siluet, dan teknik layering dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing.
Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 mengangkat pendekatan tersebut melalui perpaduan elemen klasik British dan gaya modern.
(FIR)
Inspirasi tersebut hadir dalam koleksi terbaru UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 bertema Stage Notes. Mengambil inspirasi dari dunia teater Inggris dan gaya academia, koleksi ini menggabungkan karakter klasik British dengan siluet kontemporer untuk kebutuhan berpakaian sehari-hari.
Diluncurkan pada 16 Oktober 2026, koleksi ini turut menghadirkan inspirasi padu padan dari sejumlah figur publik, seperti Angga Yunanda, Clara Bernadeth, Shofia Shireen, Faishal Tanjung, dan Shani Indira. Lewat pilihan warna, motif, serta teknik layering, mereka menunjukkan bahwa gaya preppy bisa tampil feminin, kasual, hingga lebih polished.
Berikut lima inspirasi styling yang bisa kamu coba untuk membuat outfit sehari-hari terasa lebih menarik.
1. Mainkan Warna Kontras untuk Gaya Preppy yang Lebih Fresh
Gaya preppy tidak harus selalu identik dengan warna netral atau padu padan yang konservatif. Kamu bisa bermain dengan warna kontras untuk memberikan sentuhan baru pada tampilan klasik.
Clara Bernadeth menghadirkan gaya feminin melalui Rompi Kasmir Wol Kerah Bulat berwarna pink dengan motif argyle yang dipadukan dengan Rok Lipit cokelat tua. Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan manis dengan nuansa academia yang tetap relevan untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk tampilan yang lebih berani, Clara memadukan Gaun Kemeja cokelat dengan Sweater Pendek Kasmir Wol Kerah V berwarna merah terang yang disampirkan di bahu. Kaos kaki HEATTECH berwarna pink-merah dan boots hitam melengkapi padu padan tersebut.
Trik yang bisa kamu tiru adalah memilih satu warna mencolok sebagai aksen di antara warna-warna netral. Dengan begitu, tampilan tetap seimbang, tetapi tidak membosankan.
2. Andalkan Sweater Bermotif untuk Tampilan Kasual
Kalau ingin tampil santai tetapi tetap punya karakter, sweater bermotif bisa menjadi pilihan. Salah satu item yang menonjol dalam koleksi ini adalah Sweater Lambswool Fair Isle Kerah Bulat dengan motif khas yang membuatnya mudah menjadi pusat perhatian.
Angga Yunanda memilih sweater warna beige yang dipadukan dengan kemeja putih sebagai lapisan dalam dan jeans biru. Sementara itu, Faishal Tanjung mengenakan versi navy dengan jeans untuk menghasilkan tampilan yang lebih understated.
Angga Yunanda. Dok. Uniqlo
Keduanya memperlihatkan bahwa sweater bermotif tidak membutuhkan banyak elemen tambahan. Cukup padukan dengan kemeja polos dan denim berpotongan klasik agar motif sweater tetap menjadi fokus utama.
Gaya ini cocok untuk kuliah, hangout, atau aktivitas akhir pekan ketika kamu ingin tampil santai tanpa kehilangan kesan rapi.
3. Padukan Kemeja dan Cardigan untuk Gaya Smart Casual
Kombinasi kemeja dan cardigan menjadi salah satu formula layering yang mudah diterapkan. Selain membuat tampilan lebih berdimensi, padu padan ini juga bisa memberikan kesan rapi tanpa terlihat terlalu formal.
Shofia Shireen memadukan Cardigan Pendek Lambswool Kerah V berwarna natural dengan kemeja pink dan Celana Chino Lipit cokelat. Detail kerah serta ujung lengan kemeja yang dibiarkan terlihat memberikan aksen sederhana, tetapi membuat keseluruhan outfit terasa lebih menarik.
Kombinasi warna lembut tersebut juga menciptakan kesan feminin dan polished. Kamu bisa menirunya untuk bekerja, menghadiri acara santai, atau menikmati akhir pekan.
Agar hasilnya tidak terlihat terlalu ramai, pilih cardigan dengan warna netral dan biarkan warna kemeja menjadi aksen. Perhatikan pula panjang cardigan dan potongan celana agar proporsi outfit tetap seimbang.
4. Ubah Karakter Outfit dengan Outerwear
Satu jaket bisa memberikan karakter berbeda pada kombinasi pakaian yang sederhana. Karena itu, outerwear dapat menjadi investasi styling yang praktis ketika kamu ingin mengubah tampilan tanpa harus mengganti seluruh outfit.
Faishal Tanjung tampil kasual dengan Jaket Blouson Pendek abu-abu bermotif kotak-kotak, dipadukan dengan Kemeja Oxford Oversize Lengan Panjang putih dan jeans biru. Potongan jaket yang pendek memberikan kesan modern, sedangkan kemeja dan denim mempertahankan nuansa preppy yang santai.
Sementara itu, Shani Indira memilih Jaket Pendek Padded berwarna wine dengan Kemeja Katun Lengan Volume berwarna putih dan Celana Chino Lipit hitam. Warna wine menjadi aksen yang memperkaya kombinasi monokrom, sementara siluet jaket memberikan volume pada tampilan.
Kamu bisa menyesuaikan pilihan outerwear dengan kebutuhan. Jaket bermotif kotak-kotak cocok untuk kesan kasual ala anak kampus, sedangkan jaket berwarna pekat dapat memberikan tampilan yang lebih rapi dan modern.
5. Kemeja Flanel Bisa Dipakai dengan Banyak Cara
Kemeja flanel tidak selalu harus identik dengan gaya kasual yang santai. Dengan pilihan potongan dan padu padan yang tepat, item bermotif kotak-kotak ini juga bisa menjadi bagian dari gaya preppy modern.
Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 menghadirkan Kemeja Flannel Boxy Lengan Panjang dengan potongan boxy cropped yang memberikan kesan lebih segar. Shofia Shireen dan Shani Indira memperlihatkan pilihan padu padan berbeda, mulai dari rok lipit hitam untuk menciptakan kesan feminin hingga jeans lurus dengan detail damage untuk gaya yang lebih kasual.
Selain model boxy cropped, tersedia pula Kemeja Flannel Lengan Panjang dengan potongan lebih panjang dan dua kantong di bagian dada. Angga Yunanda mengenakannya sebagai luaran di atas sweater lambswool abu-abu, kemudian memadukannya dengan jeans bernuansa natural.
Untuk meniru gaya tersebut, kamu bisa menjadikan kemeja flanel sebagai lapisan luar dan memilih atasan polos sebagai penyeimbang. Jika ingin tampilan lebih feminin, padukan dengan rok lipit. Sementara itu, jeans bisa menjadi pilihan untuk gaya santai yang praktis.
UNIQLO and JWA KOL Styling. Dok. Uniqlo
Gaya preppy menawarkan banyak kemungkinan untuk bereksperimen dengan pakaian sehari-hari. Kamu tidak harus mengikuti satu formula tertentu karena permainan warna, motif, siluet, dan teknik layering dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing.
Koleksi UNIQLO and JW ANDERSON Fall/Winter 2026 mengangkat pendekatan tersebut melalui perpaduan elemen klasik British dan gaya modern.
(FIR)