YOUR FASHION
Bukan Cuma Kain Tradisional, Sasirangan Tampil Modern di Panggung IFA 2026
A. Firdaus
Kamis 20 Agustus 2026 / 11:49
- Wastra Kalimantan Selatan, khususnya kain Sasirangan, tampil modern dalam IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026 di Banjarbaru.
- Peragaan busana dalam ajang tersebut mengangkat kekayaan wastra lokal dengan sentuhan fesyen kekinian.
- IFA Archipelago sendiri menjadi wadah untuk memperluas jangkauan industri fesyen dan kecantikan-estetika ke berbagai daerah di Indonesia.
Jakarta: Kain tradisional Kalimantan Selatan kembali mendapat panggung di dunia fesyen. Wastra khas daerah, terutama kain Sasirangan, tampil dalam ajang Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026 yang digelar di Banjarbaru pada 11 Agustus 2026.
Peragaan busana dalam ajang tersebut mengangkat kekayaan wastra lokal dengan sentuhan fesyen kekinian. Sejumlah desainer dan jenama fesyen menghadirkan koleksi yang memadukan karakter kain tradisional dengan gaya modern.
Koleksi yang ditampilkan antara lain karya VIVIZUBEDI, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kain tradisional seperti Sasirangan tidak cuma cocok untuk busana adat. Dengan kreativitas desainer, wastra lokal juga bisa tampil lebih modern dan relevan dengan gaya fesyen masa kini.
Selain peragaan busana, IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026 juga diisi pameran, kegiatan edukasi, hingga lokakarya Personal Branding bersama Okky Asokawati pada 10 Agustus. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Kathrin Ambarsari, S.Hut. mendapat penghargaan sebagai The Most Inspiring Sasirangan Designer atas kontribusinya dalam mengembangkan kain khas Kalimantan Selatan tersebut.
IFA Archipelago sendiri menjadi wadah untuk memperluas jangkauan industri fesyen dan kecantikan-estetika ke berbagai daerah di Indonesia. Platform ini mempertemukan pelaku usaha, desainer, serta profesional dari sektor fesyen dan kecantikan dalam satu ekosistem.
Dengan hadirnya Sasirangan di panggung fesyen modern, wastra Kalimantan Selatan pun punya ruang yang semakin luas untuk dikenal, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional.
(FIR)
Peragaan busana dalam ajang tersebut mengangkat kekayaan wastra lokal dengan sentuhan fesyen kekinian. Sejumlah desainer dan jenama fesyen menghadirkan koleksi yang memadukan karakter kain tradisional dengan gaya modern.
Koleksi yang ditampilkan antara lain karya VIVIZUBEDI, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kain tradisional seperti Sasirangan tidak cuma cocok untuk busana adat. Dengan kreativitas desainer, wastra lokal juga bisa tampil lebih modern dan relevan dengan gaya fesyen masa kini.
Selain peragaan busana, IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026 juga diisi pameran, kegiatan edukasi, hingga lokakarya Personal Branding bersama Okky Asokawati pada 10 Agustus. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Kathrin Ambarsari, S.Hut. mendapat penghargaan sebagai The Most Inspiring Sasirangan Designer atas kontribusinya dalam mengembangkan kain khas Kalimantan Selatan tersebut.
IFA Archipelago sendiri menjadi wadah untuk memperluas jangkauan industri fesyen dan kecantikan-estetika ke berbagai daerah di Indonesia. Platform ini mempertemukan pelaku usaha, desainer, serta profesional dari sektor fesyen dan kecantikan dalam satu ekosistem.
Dengan hadirnya Sasirangan di panggung fesyen modern, wastra Kalimantan Selatan pun punya ruang yang semakin luas untuk dikenal, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional.
(FIR)