YOUR FASHION
Pemprov DKI Totalitas Jaga Budaya Lewat Acara Kharisma Batavia!
Yatin Suleha
Minggu 02 Agustus 2026 / 11:52
- Gubernur DKI Jakarta pastikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merawat warisan budaya di tengah modernisasi dunia.
- Pemprov DKI Jakarta bakal membuka pintu seluas-luasnya untuk berbagai kegiatan seni dan pelestarian budaya di ruang publik.
- Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara bertajuk "Kharisma Batavia Menuju Jakarta" yang berlangsung di Balai Agung.
Jakarta: Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh buat menjaga dan merawat warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Katanya, Pemprov DKI Jakarta bakal membuka pintu seluas-luasnya untuk berbagai kegiatan seni dan pelestarian budaya di ruang publik. Beberapa tempat strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, sampai kawasan A.A. Maramis bakal disiapkan jadi wadahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara bertajuk "Kharisma Batavia Menuju Jakarta" yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (31/7) seperti dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
"Walaupun Jakarta sekarang ini ada pengetatan anggaran Rp15 triliun, tetapi acara-acara yang seperti ini saya sungguh ingin tetap dilakukan karena inilah yang namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama," ujar Pramono.
Terlebih, kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang sudah diakui UNESCO. Karena itu, ia menekankan merawat budaya harus dilakukan secara bersama-sama.
Pramono menilai penyelenggaraan acara kebudayaan seperti ini penting untuk menjaga identitas Jakarta.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI pun menyiapkan berbagai ragam kegiatan, salah satunya menampilkan 500 ondel-ondel. Perayaan 5 abad Jakarta akan diselenggarakan secara meriah.

(Acara 'Kharisma Batavia Menuju Jakarta' ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut HUT ke-81 RI. Foto: Dok. Istimewa)
Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun menyampaikan, kebaya merupakan warisan budaya yang terus hidup dan tumbuh bersama zamannya.
"Tentunya kita harus lestarikan dan harus kembangkan bersama," kata Nunun.
Acara 'Kharisma Batavia Menuju Jakarta' ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut HUT ke-81 RI.
Dalam acara ini dihadirkan penampilan monolog dari artis senior, Maudy Koesnaedi yang mengisahkan momen bersejarah Fatmawati Soekarno saat menjahit Sang Saka Merah Putih. Selain itu juga akan ada pagelaran kebaya karya desainer ternama.
Nunun menyampaikan, kebaya bukan sekadar busana, namun juga menyimpan kisah tentang perempuan Indonesia yang ikut merawat nilai-nilai kehidupan, menghormati warisan budaya, dan meneguhkan jati diri bangsanya.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta dalam penyelenggaraan acara budaya ini.
"Semoga Jakarta senantiasa menjadi kota yang merawat akan budayanya dan menginspirasi Indonesia untuk terus melangkah maju tanpa melupakan jati dirinya," tandasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Katanya, Pemprov DKI Jakarta bakal membuka pintu seluas-luasnya untuk berbagai kegiatan seni dan pelestarian budaya di ruang publik. Beberapa tempat strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, sampai kawasan A.A. Maramis bakal disiapkan jadi wadahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara bertajuk "Kharisma Batavia Menuju Jakarta" yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (31/7) seperti dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
"Walaupun Jakarta sekarang ini ada pengetatan anggaran Rp15 triliun, tetapi acara-acara yang seperti ini saya sungguh ingin tetap dilakukan karena inilah yang namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama," ujar Pramono.
Terlebih, kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang sudah diakui UNESCO. Karena itu, ia menekankan merawat budaya harus dilakukan secara bersama-sama.
Pramono menilai penyelenggaraan acara kebudayaan seperti ini penting untuk menjaga identitas Jakarta.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI pun menyiapkan berbagai ragam kegiatan, salah satunya menampilkan 500 ondel-ondel. Perayaan 5 abad Jakarta akan diselenggarakan secara meriah.

(Acara 'Kharisma Batavia Menuju Jakarta' ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut HUT ke-81 RI. Foto: Dok. Istimewa)
Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun menyampaikan, kebaya merupakan warisan budaya yang terus hidup dan tumbuh bersama zamannya.
"Tentunya kita harus lestarikan dan harus kembangkan bersama," kata Nunun.
Acara 'Kharisma Batavia Menuju Jakarta' ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut HUT ke-81 RI.
Dalam acara ini dihadirkan penampilan monolog dari artis senior, Maudy Koesnaedi yang mengisahkan momen bersejarah Fatmawati Soekarno saat menjahit Sang Saka Merah Putih. Selain itu juga akan ada pagelaran kebaya karya desainer ternama.
Nunun menyampaikan, kebaya bukan sekadar busana, namun juga menyimpan kisah tentang perempuan Indonesia yang ikut merawat nilai-nilai kehidupan, menghormati warisan budaya, dan meneguhkan jati diri bangsanya.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta dalam penyelenggaraan acara budaya ini.
"Semoga Jakarta senantiasa menjadi kota yang merawat akan budayanya dan menginspirasi Indonesia untuk terus melangkah maju tanpa melupakan jati dirinya," tandasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)