YOUR FASHION
Bangkit Lewat Fashion! Brand Sepatu Lokal Ini Lahir dari Kesempatan Kedua
A. Firdaus
Rabu 05 Agustus 2026 / 20:18
- Perjalanan Bakti menjadi bukti bahwa proses reintegrasi sosial tidak berhenti ketika seseorang selesai menjalani masa pidana.
- Bakti berharap masyarakat semakin percaya pada kualitas produk lokal.
- Saat ini Bapas Ciangir membimbing 1.287 klien pemasyarakatan.
Jakarta: Dunia fashion tidak hanya melahirkan tren baru, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak orang untuk memulai lembaran hidup yang lebih baik. Hal itu tercermin dari perjalanan Bakti Kurniawan, pendiri brand sepatu lokal ARPRIZE, yang berhasil membangun usahanya setelah mengikuti program pembinaan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir, Kabupaten Tangerang.
Bakti merupakan klien Pembebasan Bersyarat (PB) yang masih menjalani masa pembimbingan hingga Januari 2027. Di bawah pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Nunik Kurniani, ia memanfaatkan program pembinaan kemandirian untuk mengembangkan bisnis sepatu yang kini dipasarkan secara daring dan telah memiliki sejumlah outlet.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa proses reintegrasi sosial tidak berhenti ketika seseorang selesai menjalani masa pidana. Dengan pendampingan yang tepat, kesempatan kedua dapat menjadi awal lahirnya karya yang bernilai.
Berbekal keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan, Bakti bersama keluarganya membangun ARPRIZE sebagai brand sepatu lokal yang mengusung desain kasual modern.
Koleksi ARPRIZE didominasi warna hitam dan putih dengan fokus pada kenyamanan. Sepatu ini menggunakan material berkualitas, jahitan yang rapi, bantalan empuk, serta sol yang dirancang kuat dan tahan lama untuk penggunaan sehari-hari.
Saat ini, produk ARPRIZE telah dipasarkan melalui berbagai marketplace, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta dijual langsung di beberapa outlet.
"Saya klien Bapas Ciangir yang dibimbing oleh Ibu Nunik. Saat ini saya memiliki produk sepatu lokal ARPRIZE yang diproduksi sendiri bersama keluarga. Terima kasih kepada Bapas Ciangir dan Ibu Nunik yang telah membimbing saya hingga bisa berkembang seperti sekarang," ujar Bakti dalam video yang dirilis Bapas Ciangir.
Bakti berharap masyarakat semakin percaya pada kualitas produk lokal sekaligus membuka ruang bagi mantan warga binaan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan memberikan kontribusi positif.
Kepala Bapas Ciangir, Anjar Seto, menilai perkembangan ARPRIZE menunjukkan tujuan pembimbingan pemasyarakatan dapat tercapai, yakni membantu klien kembali menjadi pribadi yang produktif dan diterima di tengah masyarakat.
"Saat ini usaha sepatu ARPRIZE berkembang sangat baik. Penjualannya dilakukan secara online maupun langsung di outlet. Kami berharap usaha ini terus berkembang dan semakin sukses," ujarnya.
Anjar juga berharap usaha tersebut dapat membuka peluang kerja bagi klien pemasyarakatan lainnya sehingga manfaat pembinaan tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi juga memberi dampak lebih luas.
Saat ini Bapas Ciangir membimbing 1.287 klien pemasyarakatan. Kisah Bakti diharapkan menjadi inspirasi bahwa industri fashion dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui kreativitas, kerja keras, dan kesempatan kedua.
Keberhasilan ARPRIZE juga sejalan dengan program Pemasyarakatan Berdampak yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui pembinaan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan reintegrasi sosial, mantan warga binaan didorong menjadi individu yang mandiri, produktif, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Bakti merupakan klien Pembebasan Bersyarat (PB) yang masih menjalani masa pembimbingan hingga Januari 2027. Di bawah pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Nunik Kurniani, ia memanfaatkan program pembinaan kemandirian untuk mengembangkan bisnis sepatu yang kini dipasarkan secara daring dan telah memiliki sejumlah outlet.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa proses reintegrasi sosial tidak berhenti ketika seseorang selesai menjalani masa pidana. Dengan pendampingan yang tepat, kesempatan kedua dapat menjadi awal lahirnya karya yang bernilai.
Mengusung desain kasual modern
Berbekal keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan, Bakti bersama keluarganya membangun ARPRIZE sebagai brand sepatu lokal yang mengusung desain kasual modern.
Koleksi ARPRIZE didominasi warna hitam dan putih dengan fokus pada kenyamanan. Sepatu ini menggunakan material berkualitas, jahitan yang rapi, bantalan empuk, serta sol yang dirancang kuat dan tahan lama untuk penggunaan sehari-hari.
Saat ini, produk ARPRIZE telah dipasarkan melalui berbagai marketplace, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta dijual langsung di beberapa outlet.
"Saya klien Bapas Ciangir yang dibimbing oleh Ibu Nunik. Saat ini saya memiliki produk sepatu lokal ARPRIZE yang diproduksi sendiri bersama keluarga. Terima kasih kepada Bapas Ciangir dan Ibu Nunik yang telah membimbing saya hingga bisa berkembang seperti sekarang," ujar Bakti dalam video yang dirilis Bapas Ciangir.
Fashion sebagai jalan untuk bangkit
Bakti berharap masyarakat semakin percaya pada kualitas produk lokal sekaligus membuka ruang bagi mantan warga binaan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan memberikan kontribusi positif.
Kepala Bapas Ciangir, Anjar Seto, menilai perkembangan ARPRIZE menunjukkan tujuan pembimbingan pemasyarakatan dapat tercapai, yakni membantu klien kembali menjadi pribadi yang produktif dan diterima di tengah masyarakat.
"Saat ini usaha sepatu ARPRIZE berkembang sangat baik. Penjualannya dilakukan secara online maupun langsung di outlet. Kami berharap usaha ini terus berkembang dan semakin sukses," ujarnya.
Anjar juga berharap usaha tersebut dapat membuka peluang kerja bagi klien pemasyarakatan lainnya sehingga manfaat pembinaan tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi juga memberi dampak lebih luas.
Saat ini Bapas Ciangir membimbing 1.287 klien pemasyarakatan. Kisah Bakti diharapkan menjadi inspirasi bahwa industri fashion dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui kreativitas, kerja keras, dan kesempatan kedua.
Keberhasilan ARPRIZE juga sejalan dengan program Pemasyarakatan Berdampak yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui pembinaan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan reintegrasi sosial, mantan warga binaan didorong menjadi individu yang mandiri, produktif, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)