YOUR FASHION

Main Padel Pakai Kebaya? Bisa Dong!

A. Firdaus
Jumat 20 Februari 2026 / 18:10
Ringkasnya gini..
  • Indonesia Kaya menghadirkan Padel Berkebaya di Bounce Padel.
  • Jadikan kebaya tak cuma digunakan saat acara formal.
  • Padel Berkebaya juga menghadirkan coaching clinic.
Jakarta: Kebaya selama ini identik dengan acara formal dan momen seremonial. Tapi sekarang, kebaya mulai hadir di ruang yang lebih dinamis. 

Lewat gerakan Kita Berkebaya, Indonesia Kaya terus mendorong generasi muda memaknai kebaya bukan sekadar busana tradisional, tapi sebagai ekspresi diri yang relevan dengan gaya hidup masa kini.

Melanjutkan semangat tersebut, Indonesia Kaya menghadirkan Padel Berkebaya di Bounce Padel. Di lapangan ini, kebaya nggak cuma dikenakan, tapi benar-benar dihidupkan lewat gerak, tawa, dan energi kebersamaan.
 
Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menegaskan bahwa inisiatif ini ingin mendekatkan kebaya ke keseharian generasi muda.

"Melalui Padel Berkebaya, kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bisa hadir di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda, bukan hanya di acara formal, tetapi juga dalam aktivitas yang aktif dan menyenangkan," ujar Renitasari.

"Kami berharap semakin banyak anak muda yang merasa akrab dan percaya diri mengenakan kebaya dalam berbagai kegiatan. Ketika kebaya semakin sering digunakan, ekosistemnya pun ikut bergerak: para perajin, desainer, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif. Pada akhirnya, kebaya tidak hanya hidup sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari roda ekonomi yang terus berputar dan memberi manfaat bagi banyak orang,” sambungnya.


Padel Berkebaya menjadi tren baru untuk menganggap kebaya juga bisa dijadikan outfit casual n sporty. Dok. Ist

Event ini juga dihadiri sejumlah figur publik dengan gaya hidup aktif, salah satunya Ririn Ekawati. Ia mengaku pengalaman ini terasa unik dan membuka perspektif baru tentang kebaya.

“Jujur, awalnya saya tidak membayangkan kebaya bisa dipakai bermain padel. Tapi hari ini saya merasakannya sendiri dan ternyata kebaya bisa tampil sporty, nyaman, dan tetap cantik. Sebagai pecinta padel, pengalaman ini terasa sangat spesial," ujar Ririn.

"Saya merasa kebaya jadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk acara formal. Buat saya, ini pesan yang indah untuk generasi muda: kita bisa mencintai budaya dengan cara kita sendiri, tanpa harus kehilangan gaya dan karakter. Kalau kebaya bisa hadir di lapangan padel, artinya kebaya memang hidup dan siap berjalan bersama zaman,” ujar Ririn.

Selain pertandingan seru, Padel Berkebaya juga menghadirkan coaching clinic bagi peserta yang belum familiar dengan olahraga ini. Jadi, semua bisa ikut merasakan pengalaman bermain padel tanpa rasa canggung.

Ada juga pasar kebaya yang menjual berbagai koleksi dan perlengkapannya, plus hiburan dari DJ Ninda dan DJ Neysa yang bikin suasana makin cair. Menutup rangkaian acara, Renitasari kembali menegaskan harapannya.

“Kami berharap Padel Berkebaya dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk melihat kebaya sebagai bagian dari keseharian mereka. Bukan karena kewajiban budaya, tetapi karena rasa memiliki. Karena ketika perempuan bergerak dengan kebaya, di situlah budaya benar-benar hidup.”

Lewat Padel Berkebaya, kebaya membuktikan satu hal: ia bukan sekadar warisan, tapi identitas yang bisa terus tumbuh, bahkan di tengah lapangan olahraga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH