YOUR FASHION

Begini Tampilan Koleksi Tas NFT MetaBirkins yang Tidak Diakui Hermès

Yuni Yuli Yanti
Rabu 05 Januari 2022 / 10:00
Jakarta: Designer digital, Mason Rothschild menghadirkan jajaran baru tas Birkins eksklusif berupa NFT yang menggabungkan kewirausahaan digital dengan visi yang lebih berkelanjutan.

Seperti diketahui, NFT adalah 'non-fungible token', yang artinya sertifikat digital unik dan terdaftar di blockchain, yang digunakan untuk mencatat kepemilikan aset. Seperti karya seni atau koleksi.

Dalam NFT ini berarti bahwa kamu dapat membeli dan menjual 'metadata' yang terkait dengan gambar tertentu, seperti yang kamu lakukan pada lukisan atau tas Hermès Birkins yang sebenarnya.



Rothschild merancang 100 MetaBirkins, menciptakan tingkat eksklusivitas yang tidak berbeda dengan tas Hermès asli. Hanya saja, ia menggunakan bahan dari bulu palsu dengan warna-warna solid dan motif yang unik. Mulai dari buah pisang, gambar Mona Lisa, cetakan binatang, hingga rekreasi berbulu dari mahakarya seperti Starry Night karya Van Gogh.

Tas-tas yang tersedia di platform OpenSea, Twitter, dan Discord ini dijual dengan harga $450 USD, atau setara Rp6.458 ribu dan telah menghasilkan total $800,000 USD atau Rp11 miliar. 

Meski laku keras di pasaran ternyata Hermès, perusahaan di balik lini tas Birkins yang terkenal tersebut menentang koleksi NFT MetaBirkins dan menyebutnya sebagai pelanggaran merek dagang Hermès.



Melansir dari Decrypt, Hermès tidak mengizinkan atau menyetujui komersialisasi atau pembuatan tas Birkins kami oleh Mason Rothschild di metaverse. "NFT ini melanggar kekayaan intelektual dan hak merek dagang Herms dan merupakan contoh produk Herms palsu di metaverse," kata perwakilan Hermès kepada Financial Times. 

Lebih lanjut, Hermès mengatakan masalah MetaBirkins dapat membingungkan pelanggan dan membuat mereka berpikir bahwa MetaBirkins adalah rilis resmi Hermès padahal sebenarnya tidak.


(yyy)

MOST SEARCH