Pulau Sumba: Pulau Sumba telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjunginya. Keindahan pulau yang masuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini beragam, salah satunya air terjun atau curug.
Menurut situs tripsumba.com, setidaknya ada 6 curug yang populer di Pulau Sumba. Yuk kita eksplore satu persatu:
Pilihan pertama jatuh pada Curug Wai Marang. Curug yang terletak di Kabupaten Sumba Timur ini memiliki pesona kecantikan yang sudah banyak diakui oleh wisatawan. Lokasinya berada di Desa Waimarang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Curug ini punya daya tarik dari warna airnya yang terlihat cantik dengan warna hijau tosca yang menyejukkan mata. Selain itu, pengunjung juga bisa bebas berenang di kolam yang berada tepat di bawah mata air setinggi 5 meter tersebut.
Di sekitar kolam terdapat tebing kapur yang menjulang tinggi menambah pesona kecantikan air terjun ini. Biasanya pengunjung memanfaatkan tebing tinggi tersebut untuk lompat ke dalam kolam.
Masih dari Kabupaten Sumba Timur, kini kita beralih ke Curug Tanggedu. Curug yang satu ini terkenal dengan julukan Grand Canyon dari Sumba Timur. Lokasinya terletak di Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk menuju ke sini dari Kota Waingapu.
Air terjun Tanggedu juga dikenal dengan oase di tengah savana. Hal ini dikarenakan sekitar objek wisata ini adalah padang rumput yang luas dan gersang.

Meskipun begitu, Air terjun Tanggedu tetap memiliki pesonanya tersendiri. Air terjun setinggi 8 meter tersebut menjadi salah satu Curug di Sumba yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Dinding batu yang menjulang tinggi mengapit air terjun membuat pemandangan di sini sangat menakjubkan. Sayangnya, kendaraan roda empat hanya mampu mencapai jembatan gantung yang berjarak 2,5 km dari objek wisata ini.
Tak kalah dengan Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah juga memiliki Air Terjun yang cantik yaitu Air Terjun Matayangu. Lokasinya berada di Desa Manurara, Katikukana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Berbeda dengan air terjun lainnya, Air Terjun Matayangu ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri, yakni adanya dua air terjun yang tampak berwarna biru. Namun, air terjun kedua hanya muncul saat musim hujan tiba. Sedangkan air terjun pertama memiliki tinggi 130 meter.
Tepat di bawah air terjun, terdapat kolam tempat pemandian yang biasa digunakan pengunjung untuk berenang dan bermain air. Meskipun tempat ini dikeramatkan oleh warga sekitar, tempat ini tetap menjadi wisata favorit para wisatawan.
Masih berada di kawasan yang sama dengan Curug Matayangu, ada curug lainnya yang tidak kalah indah yaitu Curug Lapopu. Memiliki air terjun yang berundak – undak, Air Terjun Lapopu menjadi salah satu curug di Sumba yang cukup populer di kalangan wisatawan. Lokasinya berada di Manurara, Kaltikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Air terjun yang memiliki ketinggian 90 meter ini, memiliki air yang jernih dan tampak berwarna kebiruan. Selain itu, lokasinya yang berada di tengah kawasan hutan membuat air terjun ini masih terjaga keasriannya. Oleh karena itu air terjun Lapopu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Curug di Sumba yang populer lainnya adalah pantai Lokomboro. Air terjun yang terletak di Desa Lokomboro, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ini memiliki ketinggian sekitar 62 meter. Selain digunakan sebagai tempat wisata, curug ini juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Air terjun populer lainnya adalah Air Terjun Kanabu Wai yang terletak di Desa Waikanabu, Tabundung, Sumba Timur. Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri yaitu airnya keluar dari celah-celah rerimbunan daun.

Pada bagian bawahnya terdapat undakan bebatuan besar yang menambah kesan eksotis dari air terjun satu ini. Pengunjung yang datang bisa bermain air dan berenang di kolam yang berada di bawah air terjun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut situs tripsumba.com, setidaknya ada 6 curug yang populer di Pulau Sumba. Yuk kita eksplore satu persatu:
1. Curug Wai Marang
Pilihan pertama jatuh pada Curug Wai Marang. Curug yang terletak di Kabupaten Sumba Timur ini memiliki pesona kecantikan yang sudah banyak diakui oleh wisatawan. Lokasinya berada di Desa Waimarang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Curug ini punya daya tarik dari warna airnya yang terlihat cantik dengan warna hijau tosca yang menyejukkan mata. Selain itu, pengunjung juga bisa bebas berenang di kolam yang berada tepat di bawah mata air setinggi 5 meter tersebut.
Di sekitar kolam terdapat tebing kapur yang menjulang tinggi menambah pesona kecantikan air terjun ini. Biasanya pengunjung memanfaatkan tebing tinggi tersebut untuk lompat ke dalam kolam.
2. Curug Tanggedu
Masih dari Kabupaten Sumba Timur, kini kita beralih ke Curug Tanggedu. Curug yang satu ini terkenal dengan julukan Grand Canyon dari Sumba Timur. Lokasinya terletak di Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk menuju ke sini dari Kota Waingapu.
Air terjun Tanggedu juga dikenal dengan oase di tengah savana. Hal ini dikarenakan sekitar objek wisata ini adalah padang rumput yang luas dan gersang.

Meskipun begitu, Air terjun Tanggedu tetap memiliki pesonanya tersendiri. Air terjun setinggi 8 meter tersebut menjadi salah satu Curug di Sumba yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Dinding batu yang menjulang tinggi mengapit air terjun membuat pemandangan di sini sangat menakjubkan. Sayangnya, kendaraan roda empat hanya mampu mencapai jembatan gantung yang berjarak 2,5 km dari objek wisata ini.
3. Curug Matayangu
Tak kalah dengan Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah juga memiliki Air Terjun yang cantik yaitu Air Terjun Matayangu. Lokasinya berada di Desa Manurara, Katikukana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Berbeda dengan air terjun lainnya, Air Terjun Matayangu ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri, yakni adanya dua air terjun yang tampak berwarna biru. Namun, air terjun kedua hanya muncul saat musim hujan tiba. Sedangkan air terjun pertama memiliki tinggi 130 meter.
Tepat di bawah air terjun, terdapat kolam tempat pemandian yang biasa digunakan pengunjung untuk berenang dan bermain air. Meskipun tempat ini dikeramatkan oleh warga sekitar, tempat ini tetap menjadi wisata favorit para wisatawan.
4. Curug Lapopu
Masih berada di kawasan yang sama dengan Curug Matayangu, ada curug lainnya yang tidak kalah indah yaitu Curug Lapopu. Memiliki air terjun yang berundak – undak, Air Terjun Lapopu menjadi salah satu curug di Sumba yang cukup populer di kalangan wisatawan. Lokasinya berada di Manurara, Kaltikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Air terjun yang memiliki ketinggian 90 meter ini, memiliki air yang jernih dan tampak berwarna kebiruan. Selain itu, lokasinya yang berada di tengah kawasan hutan membuat air terjun ini masih terjaga keasriannya. Oleh karena itu air terjun Lapopu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
5. Curug Lokomboro

Curug di Sumba yang populer lainnya adalah pantai Lokomboro. Air terjun yang terletak di Desa Lokomboro, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ini memiliki ketinggian sekitar 62 meter. Selain digunakan sebagai tempat wisata, curug ini juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
6. Curug Kanabu Wai
Air terjun populer lainnya adalah Air Terjun Kanabu Wai yang terletak di Desa Waikanabu, Tabundung, Sumba Timur. Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri yaitu airnya keluar dari celah-celah rerimbunan daun.

Pada bagian bawahnya terdapat undakan bebatuan besar yang menambah kesan eksotis dari air terjun satu ini. Pengunjung yang datang bisa bermain air dan berenang di kolam yang berada di bawah air terjun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)