WISATA

Erupsi, Gempa, hingga Kebakaran, Begini Respons Kemenpar

A. Firdaus
Jumat 11 September 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Kemenpar memperkuat pariwisata Indonesia melalui promosi, desa wisata, keselamatan, event, hingga pemulihan destinasi terdampak bencana.
  • Upaya memperkenalkan Indonesia ke dunia juga dilakukan melalui sektor kuliner.
  • Menpar mengimbau online travel agent (OTA) dan biro perjalanan menerapkan mekanisme force majeure.
Jakarta: Pemerintah terus mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan. Kualitas destinasi, keselamatan, promosi yang menghasilkan transaksi, hingga ketahanan menghadapi bencana menjadi bagian dari strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sepanjang 2026.

Sejumlah program dijalankan Kementerian Pariwisata, mulai dari promosi wisata domestik dan internasional, penguatan desa wisata, gastrodiplomasi, hingga peningkatan keselamatan wisata bahari.

Pada momentum HUT ke-81 RI, Kemenpar menghadirkan aktivasi digital “Pesona Panjat Pinang” dengan semangat Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja. Kemenpar juga berpartisipasi dalam “Pesta Rakyat” yang diperkirakan menarik sekitar 600 ribu pengunjung dan memberikan tambahan output nasional sebesar Rp748,25 miliar.
 

Sementara itu, melalui Karnaval Kemerdekaan di kawasan Monas, Kementerian Pariwisata mengangkat tema Rumah Gadang sebagai representasi pariwisata Sumatra Barat. Puteri Indonesia juga dilibatkan sebagai duta pariwisata.
 

Dorong Kuliner Indonesia Mendunia


Upaya memperkenalkan Indonesia ke dunia juga dilakukan melalui sektor kuliner. Kementerian Pariwisata terus mendukung program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang merupakan kolaborasi enam kementerian dan lembaga.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekspor rempah sekaligus meningkatkan citra Indonesia melalui gastrodiplomasi.

Selama satu tahun pelaksanaannya, business matching dalam Trade Expo Indonesia telah menghasilkan kesepakatan pembukaan restoran Indonesia di Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.

Kementerian Pariwisata juga memperkuat ekosistem restoran Indonesia di luar negeri melalui fasilitasi akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
 

Keselamatan Jadi Bagian dari Pariwisata Berkualitas


Pertumbuhan pariwisata juga dibarengi dengan upaya meningkatkan keselamatan wisatawan. Kementerian Pariwisata memperkuat Program Peningkatan Keselamatan Berwisata melalui Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari bersama pemerintah daerah.

Program tersebut dilaksanakan di delapan provinsi dan melibatkan pengelola destinasi, kelompok sadar wisata, pemandu wisata, pelaku usaha pariwisata, masyarakat pesisir, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pelatihan mencakup identifikasi potensi bahaya, pemanfaatan informasi cuaca, prosedur tanggap darurat, teknik penyelamatan dasar, hingga simulasi menghadapi kondisi darurat.

“Bagi kami, keselamatan bukan sekadar pelengkap. Keselamatan adalah fondasi dari pariwisata yang berkualitas,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Kemenpar juga mulai mempersiapkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 dengan target dukungan terhadap 125 event. Sosialisasi kurasi telah dilakukan sejak Agustus agar pemerintah daerah memiliki waktu untuk menyiapkan event unggulannya.

“Event bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi mampu memperkuat identitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan, melibatkan UMKM dan pekerja seni, serta menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutur Wamenpar Ni Luh.

Selain event daerah, pemerintah juga mendukung penyelenggaraan event internasional. Salah satunya konser Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Konser tersebut diperkirakan berpotensi menghasilkan dampak ekonomi sekitar USD44 juta atau sekitar Rp792 miliar.

“Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens internasional,” kata Menteri Pariwisata.
 

Desa Wisata Terus Diperkuat


Pengembangan desa wisata juga menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Hingga 1 September 2026, Indonesia tercatat memiliki sekitar 6.400 desa wisata.

Pemerintah menilai desa wisata memiliki peran penting karena manfaat pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat lokal.

Pada Agustus, Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia menggelar Bootcamp Peningkatan Kapasitas Desa Wisata Unggulan Ramah Muslim yang diikuti 25 desa wisata dari lima provinsi.

Kementerian Pariwisata juga mendukung Karya Kreatif Indonesia 2026 dengan menghadirkan enam desa wisata unggulan melalui tema Area Jelajah Pesona Nusantara. Program tersebut sekaligus membuka akses pemesanan paket wisata.
 

Promosi Tak Lagi Sekadar Bangun Awareness


Strategi promosi pariwisata Indonesia juga terus diperkuat untuk pasar domestik maupun internasional.

Sepanjang Agustus 2026, Kementerian Pariwisata menjalankan berbagai kegiatan seperti pameran wisata, sales mission, dan business networking. Beberapa di antaranya yakni Sales Mission Australia, BBWI Travel Fair Merdeka Berwisata, Sales Mission Edutrip School Gathering, hingga Luxury Business Networking.

Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan potensi perjalanan sebanyak 16.877 orang.

Promosi juga disesuaikan dengan karakteristik pasar, mulai dari wisata edukasi, marine tourism, wellness, gastronomi, pasar domestik, hingga wisatawan premium.

Dengan strategi tersebut, promosi pariwisata tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap destinasi Indonesia, tetapi juga menghasilkan perjalanan dan transaksi nyata bagi industri pariwisata.
 

Percepat Pemulihan Destinasi Terdampak Bencana


Di tengah pertumbuhan yang terus dijaga, sektor pariwisata Indonesia masih menghadapi tantangan berupa bencana alam yang berdampak terhadap destinasi dan masyarakat.

“Karena itu, keselamatan wisatawan, kejelasan informasi, dan percepatan pemulihan destinasi menjadi prioritas kami,” kata Wamenpar.

Salah satunya terkait kebakaran hutan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru yang sempat menyebabkan aktivitas wisata ditutup.

Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan selaku pengelola kawasan untuk memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang jelas, termasuk mengenai mekanisme refund dan rescheduling selama masa penutupan.

Setelah penanganan dilakukan, kawasan wisata Bromo kembali dibuka. Pemerintah menegaskan pembukaan kembali destinasi harus mempertimbangkan kesiapan kawasan dan keselamatan wisatawan.

“Bagi kami, pembukaan kembali destinasi harus selalu mempertimbangkan kesiapan kawasan dan keselamatan wisatawan. Ke depan, koordinasi lintas kementerian dan pengelola destinasi perlu terus diperkuat, termasuk mitigasi kebakaran dan pengelolaan risiko pada musim kering,” ujar Wamenpar.
 

Pemulihan Pariwisata Labuan Bajo dan Flores


Ketahanan destinasi juga menjadi perhatian setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo berdampak terhadap wilayah Labuan Bajo dan Flores.

Sejumlah destinasi sempat ditutup, sementara daya tarik wisata, akomodasi, aksesibilitas, dan desa wisata mengalami kerusakan. Beberapa event juga harus ditunda atau dibatalkan.

Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, asosiasi, dan pelaku industri untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah.

Dalam koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah berjalan dan dapat menerima wisatawan secara normal. Arus kunjungan juga relatif terjaga pascagempa.

Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar juga telah kembali dibuka setelah sempat mengalami penutupan sementara demi keselamatan wisatawan. Sejumlah atraksi wisata darat tetap beroperasi.

Pemerintah juga menekankan pentingnya memberikan informasi secara proporsional agar tidak muncul persepsi bahwa seluruh wilayah Flores terdampak dengan tingkat kerusakan yang sama.
 

Penanganan Kebakaran Desa Adat Sade


Tantangan lain muncul akibat kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pariwisata meninjau lokasi dan melakukan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menyusun langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan data per 27 Agustus 2026, sebanyak 75 hunian mengalami kerusakan total. Sebanyak 20 hunian lainnya terdampak di luar Dusun Sade, sementara 11 tempat pertemuan dan berbagai fasilitas pendukung turut mengalami kerusakan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp33,84 miliar.

Untuk jangka pendek, Kementerian Pariwisata memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui dukungan makanan dan logistik, dapur umum, trauma healing, bimbingan teknis, serta pemberdayaan kelompok sadar wisata.

Untuk jangka panjang, pemerintah mendorong rencana aksi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat melalui penyusunan Master Plan Rekonstruksi Desa Adat Sade.

Pemerintah juga mendorong pengumpulan dukungan rekonstruksi melalui satu pintu dan pembangunan hunian yang layak.

“Yang sangat penting, proses pembangunan kembali Sade harus dilakukan bersama masyarakat, serta para pemangku kepentingan untuk tetap mempertahankan karakter serta identitas budaya Suku Sasak,” kata Menteri Pariwisata.

Dalam koordinasi tersebut, pemerintah juga membahas pengembangan Lombok-Gili Tramena dengan arah pembangunan pariwisata yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
 

Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Penerbangan


Sementara itu, erupsi Gunung Anak Krakatau juga memberikan dampak terhadap aktivitas perjalanan wisata di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Erupsi tersebut berdampak pada pembatalan 4.132 penerbangan dan sekitar 450 ribu penumpang.

Menghadapi kondisi tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau online travel agent (OTA) dan biro perjalanan menerapkan mekanisme force majeure. Langkah tersebut diharapkan memungkinkan penumpang memperoleh pengembalian biaya tiket secara penuh serta kemudahan melakukan reschedule tanpa biaya tambahan.

“Bencana dan musibah yang terjadi ini, mengingatkan kita bahwa ketahanan harus menjadi bagian dari pembangunan pariwisata Indonesia. Bagi kami, prinsipnya jelas melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh,” tutur Menpar Widiyanti.

Ia menegaskan berbagai capaian tersebut masih harus dijaga karena perjalanan pariwisata 2026 belum berakhir. Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan wisatawan, memperkuat daya saing destinasi, meningkatkan keselamatan, dan memastikan manfaat pariwisata dapat dirasakan masyarakat.

“Melihat capaian yang telah kita bangun bersama, harapan itu tetap ada. Dengan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, komunitas, masyarakat dan seluruh ekosistem pariwisata. Saya percaya kita dapat menjaga momentum ini hingga akhir tahun,” tutur Menpar.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH