WISATA

6 Destinasi Wisata Unik untuk Mengenal Batik

Gervin Nathaniel Purba
Jumat 09 Oktober 2020 / 16:38
Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan budaya paling beragam. Sayangnya, masih belum banyak orang yang tahu bahwa wisata budaya di Indonesia bisa lebih dari sekadar mengamati sejarah dan mendengarkan cerita.

Sebagai contoh, batik. Batik adalah salah satu budaya yang dapat dinikmati dan dipelajari lebih dalam. Batik tidak hanya sekadar untuk digunakan, namun juga menarik untuk dipelajari.

Bagi para wisatawan, tersedia beberapa destinasi wisata yang mengenalkan dan menawarkan proses membatik sebagai aktivitas selama berwisata. Jadi, bukan hanya sekadar melihat, wisatawan dapat ikut berinteraksi dan mencoba langsung membuat batik di atas kain dan menjadi bagian dari proses pembuatan batik. Bahkan, bisa juga membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Bila tahun ini momen Hari Batik telah dilalui dengan melakukan riset dan membaca artikel-artikel tentang batik, mengapa tidak sekaligus mempersiapkan rencana liburan unik #DiIndonesiaAJa yang lekat dengan batik setelah pandemi? 

Berikut ini rangkuman tentang destinasi unik untuk wisatawan yang ingin merasakan lebih dari sekadar mengamati dan membeli Batik yang dipajang di etalase toko atau museum.

1. Kampung Batik Kubil, Banten

Kampung Batik Kubil yang terletak di Kelurahan Cipocok Jaya, Serang, Banten, ini merupakan salah satu alternatif destinasi wisata yang menarik.

Berbeda dengan batik lainnya, batik kubil memiliki ciri khas warna abu-abu cantik yang penuh dengan motif dan pola filosofis. Batik Banten yang dibuat di Kampung Kubil ini juga yang mendapatkan pengakuan pertama kali dari UNESCO.

Di destinasi ini, wisatawan bisa menemukan sekitar 20 jenis motif batik yang populer dan mempelajari nilai-nilai filosofis dari masing-masing pola dan motif yang tergambar. Wisatawan juga bisa ikut membatik dan mewarnai batik yang telah mereka buat atau langsung membeli kain batik yang tersedia.

2. Kampung Batik Palbatu, Jakarta

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Kampung Batik Palbatu merupakan salah satu destinasi yang dapat dikunjungi bila tidak sempat pergi jauh ke Kota Solo atau Yogyakarta setelah pandemi selesai nanti.

Di kampung batik yang terletak di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, ini wisatawan bisa belajar membatik di sanggar, berbelanja batik, hingga menikmati keunikan pemandangan kampung yang berwarna-warni dengan motif batik.

Di kampung batik ini wisatawan akan menemukan banyak batik warna-warni dengan motif yang beragam karena ciri khas batik pesisir yang mempengaruhi pola serta motifnya. Selain unik, destinasi ini juga pernah menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk rekor jalan terpanjang dengan motif batik.

3. Kampung Batik Trusmi, Cirebon

Terletak di kota Cirebon dan dapat diakses melalui gerbang tol Plumbon. Kampung Batik Trusmi merupakan sentra wisata batik yang terkenal dengan batik bermotif awan yang khas, yaitu motif megamendung.

Di kampung batik ini, wisatawan dapat melihat proses produksi Batik dan mempelajari bagaimana warna-warni serta motif batik diproduksi. Para pembatik yang terdiri atas remaja hingga orang dewasa yang akan dengan ramah menjawab pertanyaan dan berinteraksi dengan para wisatawan yang berkunjung.

Kemudian, biasanya wisatawan akan diarahkan untuk melihat-lihat batik dan mereka dapat mencoba untuk eksplorasi dari rumah ke rumah untuk membeli dan menawar batik yang menarik perhatian mereka.

Tak hanya memilih dan menawar batik, wisatawan juga dapat melihat uniknya proses pembuatan batik di rumah-rumah tradisional warga dan hamparan motif batik di jemuran bambu setelah proses pelorodan atau proses peluruhan lilin batik (biasa disebut malam).

4. Batik Oey Soe Tjoen, Pekalongan


Batik Oey Soe Tjoen (Foto:Discoverpekalongan.com)

Terkenal dengan motif klasik batik pesisirannya, Batik Oey Soe Tjoen merupakan salah satu destinasi batik di Pekalongan yang legendaris dan dikenal akan kualitas tingginya. Hampir seluruh batik di destinasi ini merupakan batik tulis halus yang motifnya terinspirasi dari budaya Tiongkok dan Belanda.

Oleh karena penjagaan kualitas yang ketat, biasanya wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini akan dimanjakan dengan detail-detail pola dan motif yang dibatik dengan halus.

Batik Oey Soe Tjoen merupakan salah satu jenis batik pesisir yang paling populer dan biasanya menggunakan motif alam seperti kupu-kupu, bunga dan burung yang dilukis dan diwarnai dengan warna-warna cerah.

Meskipun tidak dapat ikut membatik di sini, Anda bisa menyaksikan bagaimana para ahli membuat motif-motif kecil yang mendetail dengan canting dan malam di atas kain, serta ikut membeli kriya batik yang unik dan khas dari kota Pekalongan ini.

5. Sentra Batik Giriloyo, Yogyakarta


(Foto:Instagram @okyarisandi)

Sentra Batik Giriloyo merupakan kampung batik yang telah ada sejak awal abad ke-17 dan terletak di Jalan Imogiri Timur, Yogyakarta.

Di lokasi ini, wisatawan bisa mempelajari bagaimana warga sekitar memproses batik secara tradisional. Mulai dari proses pembuatan pola, pembatikan, pewarnaan, nglorod atau proses pelunturan lilin batik, hingga proses penjemuran.

Di Sentra Batik Giriloyo, motif yang paling sering adalah motif-motif matraman, atau motif tradisional dari keraton Yogyakarta. Wisatawan biasanya juga dapat turut serta untuk belajar membatik dan mewarnai batik mereka sendiri untuk dibawa pulang.

Kampung Batik Giriloyo pun terhitung unik karena lokasinya yang terletak di dekat perbukitan Imogiri. Dengan mengunjungi lokasi ini, wisatawan akan dimanjakan dengan segarnya hawa pegunungan yang bercampur dengan wangi khas batik yang dijemur di tiang-tiang bambu.

6. Kampung Batik Kauman, Solo


Kampung Batik Kauman (Foto:Dinas Pariwisata Solo)

Di Kampung Batik Kauman yang terletak di Kota Solo ini, wisatawan yang berkunjung akan disuguhkan pemandangan rumah-rumah klasik tradisional yang dihiasi batik di beberapa bagian.

Destinasi ini menjadi salah satu sentra batik terbesar di Kota Solo karena lokasi ini dahulu merupakan pemukiman abdi dalem atau para pekerja Keraton Solo yang sejak dahulu mempertahankan budaya membatik secara turun temurun.

Oleh karena itu, di destinasi ini dapat ditemukan banyak motif-motif tradisional berdasarkan pakem keraton.

Selain bercengkrama dan melihat bagaimana para pembatik melukis di atas kain, wisatawan juga bisa ikut mencoba membatik pada destinasi ini. Biasanya, wisatawan akan diberikan kain polos untuk digambar dan diwarnai yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Selain keenam kampung batik tersebut, masih banyak sekali destinasi kampung batik dan museum batik yang bisa ditemukan untuk inspirasi perjalanan wisata setelah pandemi lho. Untuk tahun ini, kamu dapat membuktikan rasa banggamu terhadap batik dengan mengikuti kontes foto dan video #BatikItuAsyik yang berlangsung hingga 16 Oktober 2020. Klik hashtagnya dan menangkan hadiahnya.
(ROS)

MOST SEARCH