WISATA
The Power of Cerita Timur: Saatnya Branding Daerah Kita Punya Taring di Level Global!
Yatin Suleha
Selasa 28 April 2026 / 08:05
- Wamen Ekraf, Irene Umar, baru aja ngobrol seru bareng diaspora Ternate dan Tidore Kepulauan nih.
- Inti diskusinya adalah gimana cara ngangkat cerita-cerita keren dari daerah sana supaya jadi aset kreatif yang mendunia.
- Harapannya, lewat diskusi ini, ekosistem kreatif di Indonesia Timur makin kuat dan nggak kalah keren sama daerah lain!
Jakarta: Wamen Ekraf, Irene Umar, baru aja ngobrol seru bareng diaspora Ternate dan Tidore Kepulauan nih.
Inti diskusinya adalah gimana cara ngangkat cerita-cerita keren dari daerah sana supaya jadi aset kreatif yang mendunia.
Harapannya, lewat diskusi ini, ekosistem kreatif di Indonesia Timur makin kuat dan nggak kalah keren sama daerah lain!
"Ekonomi kreatif adalah cara kita membawa cerita dari Timur ke forum global. Kita harus bergerak sebagai satu Indonesia dengan semangat gotong royong."
"Mari kita sepakati satu branding dan hashtag kolektif agar potensi budaya serta aset digital kita bisa 'menyerang' pasar dunia secara masif, tanpa harus meninggalkan rumah," ujar Wamen Ekraf saat berdiskusi di ‘Bacarita Basudara’ yang digelar di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4).
Bacarita Basudara merupakan kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Muda dan Timur Network Foundation yang menjadi bagian integral dari program Discover The Natural Treasure of Ternate and Tidore.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, jaringan peduli kota serta diikuti 100 pemuda diaspora Maluku Utara dan jaringan APEKSI Muda.
Lewat konsep ‘Ngobrol Tanpa Panggung’ di acara Bacarita Basudara, Wamen Ekraf pengin suasana diskusinya lebih setara dan cair. Fokusnya adalah memetakan apa aja potensi sekaligus tantangan buat mengubah budaya dan identitas daerah jadi nilai ekonomi yang nyata.
Dengan dengerin langsung perspektif anak muda, acara ini pengin cari solusi bareng-bareng buat bikin ekosistem kreatif di Ternate dan Tidore makin kuat.
"Ruang santai seperti ini sangat penting untuk menghilangkan sekat formalitas agar gagasan besar bisa lahir dari cerita-cerita kecil. Kita ingin memastikan suara dan realita dari Timur mendapatkan panggung yang jujur dan setara dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional," kata Wamen Ekraf.
Selanjutnya melalui sesi ‘Dengar Teman Bacarita Punya Story’, Wamen Ekraf secara langsung mengakomodasi aspirasi pemuda menjadi inisiatif kolaborasi nyata.
Di mana Kementerian Ekraf berperan sebagai fasilitator yang memperkuat ekosistem Indonesia Timur melalui strategi produk limited edition dan wisata eksklusif berbasis digital demi menciptakan pertumbuhan bisnis yang kompetitif serta berkelanjutan di pasar global.

(Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang inklusif bagi talenta muda di berbagai wilayah, sekaligus memantapkan posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, juga ngingetin kalau kota-kota di Indonesia Timur punya peran yang krusial banget buat masa depan ekonomi kreatif nasional.
Ia pengin kita makin aktif lewat gerakan APEKSI Muda sebagai cara buat "jemput bola" dan bikin kolaborasi nyata itu beneran terjadi.
“Kita ingin kota-kota seperti Ternate dan Tidore bukan hanya dikenal karena sejarah rempahnya, tapi juga karena inovasi anak mudanya. Aspirasi yang terkumpul hari ini akan kami bawa ke level kebijakan di tingkat pemerintah kota agar ada dukungan infrastruktur dan regulasi yang ramah bagi pelaku kreatif lokal,” kata Alwis Rustam.
Melalui agenda ini, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kota, dan jaringan kreatif seperti APEKSI dan Timur Network.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang inklusif bagi talenta muda di berbagai wilayah, sekaligus memantapkan posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf dalam acara tersebut yaitu Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf Amir Hamzah.
Acara ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Tiar Nabilla K, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, serta COO Timur Network Foundation Rafflyansah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Inti diskusinya adalah gimana cara ngangkat cerita-cerita keren dari daerah sana supaya jadi aset kreatif yang mendunia.
Harapannya, lewat diskusi ini, ekosistem kreatif di Indonesia Timur makin kuat dan nggak kalah keren sama daerah lain!
"Ekonomi kreatif adalah cara kita membawa cerita dari Timur ke forum global. Kita harus bergerak sebagai satu Indonesia dengan semangat gotong royong."
"Mari kita sepakati satu branding dan hashtag kolektif agar potensi budaya serta aset digital kita bisa 'menyerang' pasar dunia secara masif, tanpa harus meninggalkan rumah," ujar Wamen Ekraf saat berdiskusi di ‘Bacarita Basudara’ yang digelar di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4).
Bacarita Basudara merupakan kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Muda dan Timur Network Foundation yang menjadi bagian integral dari program Discover The Natural Treasure of Ternate and Tidore.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, jaringan peduli kota serta diikuti 100 pemuda diaspora Maluku Utara dan jaringan APEKSI Muda.
Baca Juga :
Definisi Sampah Jadi Permata, Seken Living Buktiin Limbah Kayu Bisa Punya Kualitas Dunia
Lewat konsep ‘Ngobrol Tanpa Panggung’ di acara Bacarita Basudara, Wamen Ekraf pengin suasana diskusinya lebih setara dan cair. Fokusnya adalah memetakan apa aja potensi sekaligus tantangan buat mengubah budaya dan identitas daerah jadi nilai ekonomi yang nyata.
Dengan dengerin langsung perspektif anak muda, acara ini pengin cari solusi bareng-bareng buat bikin ekosistem kreatif di Ternate dan Tidore makin kuat.
"Ruang santai seperti ini sangat penting untuk menghilangkan sekat formalitas agar gagasan besar bisa lahir dari cerita-cerita kecil. Kita ingin memastikan suara dan realita dari Timur mendapatkan panggung yang jujur dan setara dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional," kata Wamen Ekraf.
Selanjutnya melalui sesi ‘Dengar Teman Bacarita Punya Story’, Wamen Ekraf secara langsung mengakomodasi aspirasi pemuda menjadi inisiatif kolaborasi nyata.
Di mana Kementerian Ekraf berperan sebagai fasilitator yang memperkuat ekosistem Indonesia Timur melalui strategi produk limited edition dan wisata eksklusif berbasis digital demi menciptakan pertumbuhan bisnis yang kompetitif serta berkelanjutan di pasar global.

(Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang inklusif bagi talenta muda di berbagai wilayah, sekaligus memantapkan posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, juga ngingetin kalau kota-kota di Indonesia Timur punya peran yang krusial banget buat masa depan ekonomi kreatif nasional.
Ia pengin kita makin aktif lewat gerakan APEKSI Muda sebagai cara buat "jemput bola" dan bikin kolaborasi nyata itu beneran terjadi.
“Kita ingin kota-kota seperti Ternate dan Tidore bukan hanya dikenal karena sejarah rempahnya, tapi juga karena inovasi anak mudanya. Aspirasi yang terkumpul hari ini akan kami bawa ke level kebijakan di tingkat pemerintah kota agar ada dukungan infrastruktur dan regulasi yang ramah bagi pelaku kreatif lokal,” kata Alwis Rustam.
Melalui agenda ini, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kota, dan jaringan kreatif seperti APEKSI dan Timur Network.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang inklusif bagi talenta muda di berbagai wilayah, sekaligus memantapkan posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf dalam acara tersebut yaitu Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf Amir Hamzah.
Acara ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Tiar Nabilla K, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, serta COO Timur Network Foundation Rafflyansah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)