WISATA

Definisi Sampah Jadi Permata, Seken Living Buktiin Limbah Kayu Bisa Punya Kualitas Dunia

Yatin Suleha
Kamis 16 April 2026 / 08:05
Ringkasnya gini..
  • Wamen Ekraf Irene Umar mengapresiasi keberhasilan Seken Living dalam mengolah kayu jati jadi produk kelas dunia.
  • Seken Living merupakan jenama kriya lokal yang berdiri sejak 2014 dan fokus mengolah kayu bekas menjadi produk estetis serta fungsional.
  • Wamen Ekraf menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan.
Jakarta: Wamen Ekraf Irene Umar mengapresiasi keberhasilan Seken Living dalam mengolah kayu jati jadi produk kelas dunia.

Pas melihat langsung proses produksinya di Yogyakarta, ia merasa bisnis ini adalah bukti kalau prinsip sustainable itu gak cuma tren saja, tapi bisa jadi model bisnis yang sukses.

Seken Living merupakan jenama kriya lokal yang berdiri sejak 2014 dan fokus mengolah kayu bekas menjadi produk estetis serta fungsional. 

Mereka berkembang menjadi ekosistem kreatif terpadu yang memadukan keahlian tradisional dengan manajemen modern guna memenuhi kebutuhan pasar ramah lingkungan.

​"Seken Living adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan napas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujar Wamen Ekraf, Selasa (14/4).
 
Wamen Ekraf menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan. 

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pendanaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang telah didapatkan Seken Living, pemerintah optimis produk kriya Indonesia akan semakin dominan di pasar global.

​"Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional. Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global, karena dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan," tambah Wamen Ekraf.


(Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melakukan visitasi ke Workshop Seken Living yang mengembangkan desain berkelanjutan berbasis kayu jati, Yogyakarta. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)

Seken Living mengembangkan lima lini bisnis yang saling terintegrasi, yakni Showroom Furnitur kayu daur ulang yang terintegrasi dengan kafe Nest Coffee & Donuts, konsep mindful eating di Sabin Cafe, bangunan daur ulang Uma Accommodation, kurasi dekorasi rustic pada Toko Online, hingga resto bar futuristik untuk acara privat pada Stairs at Prawirotaman. 

Sinergi ini dinilai sebagai potret nyata inovasi ekonomi kreatif yang sukses menyatukan nilai ekonomi dengan gaya hidup berkelanjutan yang selaras dengan alam.

Selain rutin menggelar pameran di dalam negeri, Seken Living juga merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Maison & Objet di Prancis, Salone del Mobile di Milan, dan Shoppe Object di Amerika Serikat. Meskipun, saat ini menghadapi tantangan berupa semakin terbatasnya akses serta kesempatan untuk tampil di kancah mancanegara.

"Kehadiran Wamen Ekraf memberi semangat bagi kami. Kami berharap pemerintah terus mendukung akses pasar dan promosi digital agar produk berbasis material recycled wood dengan karakter alami kami semakin kompetitif di pasar. Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," ujar Ferryal Pendiri Seken Living.

Kementerian Ekraf menegaskan kehadiran pemerintah pusat dalam memastikan inovasi berbasis kearifan lokal dan kelestarian alam terus menjadi motor penggerak ekonomi. 
 
Langkah ini memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, demi menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Dalam agenda ini, Wamen Ekraf didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara, dan Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan Dahana Esa Putera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH