Ilustrasi.
Ilustrasi.

Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Komunitas Esports

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Juli 2026 22:07
Ringkasnya gini..
  • Potensi ekonomi dari komunitas e-sports di Indonesia terus membuka ruang bagi pemberdayaan talenta muda di sektor kreatif.
  • Valforum kini berekspansi menjadi sentra kekuatan dan pusat manajemen talenta digital.
Jakarta: Potensi ekonomi dari komunitas permainan digital (e-sports) di Indonesia terus membuka ruang bagi pemberdayaan talenta muda di sektor kreatif. Mengakomodasi hal tersebut, platform penyedia layanan game Valorant, Valforum, tampil sebagai entitas penggerak utama yang berhasil merajut potensi komunitas menjadi sebuah model bisnis korporat yang berkelanjutan.
 
Valforum saat ini tidak hanya beroperasi sebagai penyedia layanan ritel, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan kreator konten lokal agar mampu bersaing dan meraup manfaat finansial yang nyata di industri e-sports.
 
Lini bisnis komersial Valforum secara spesifik mencakup penyediaan fasilitas penunjang permainan secara komprehensif. Pemenuhan kebutuhan ini meliputi tata kelola jual beli akun, layanan penyewaan, jasa pendampingan permainan (game assistant), hingga integrasi pengisian saldo digital (top-up).

Sepanjang tahun 2024, skala operasional platform ini mencatatkan lonjakan ekspansi yang masif. Saat ini, Valforum membukukan perputaran omzet hingga miliaran rupiah setiap bulannya. Kinerja stabil tersebut ditopang oleh implementasi sistem tata kelola operasional berbasis teknologi dan dedikasi dari 20 tenaga kerja profesional di dalam tim internal.
 
Keberhasilan Valforum dalam membangun infrastruktur bisnis yang solid berakar dari inisiatif perintisnya pada tahun 2021. Founder Valforum, William Surya Dwiputra, memulai usaha rintisan ini murni dengan tujuan awal mencari penghasilan tambahan tanpa dukungan modal besar maupun jaringan industri.
 
"Proses membesarkan Valforum pada awalnya penuh dengan dinamika. Minimnya pengalaman manajemen mengharuskan kami untuk terus mengevaluasi sistem administrasi yang sempat berantakan dan membangun ulang tingkat kepercayaan konsumen. Konsistensi dalam memperbaiki layanan inilah yang menjadi kunci pertumbuhan perusahaan," ungkap William Surya Dwiputra.
 
Konsistensi tersebut mengantarkan pemuda asal Palembang ini meraih pendapatan seratus juta rupiah pertamanya di usia 18 tahun. Sistem operasional perusahaan kemudian berhasil ia matangkan saat menginjak usia 20 tahun.
 

Ekspansi Menjadi Sentra Manajemen Talenta Digital


Setelah memperkuat fondasi operasional bisnis komersialnya, Valforum kini berekspansi menjadi sentra kekuatan dan pusat manajemen talenta digital. Perusahaan secara aktif telah menaungi sekitar 25 streamer game berbakat dan diproyeksikan akan terus bertumbuh.
Upaya pembinaan talenta di dalam ekosistem Valforum berjalan dengan pedoman strategis yang terarah. 
 
Kualitas pembinaan ini diperkuat oleh penerapan strategi pemasaran digital dan pengelolaan identitas merek yang merujuk pada standar kualifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lewat pendekatan terstruktur tersebut, Valforum sukses mendidik lima kreator anonim (faceless creators) dari tahap perintisan awal hingga berhasil mengelola kanal komersial mereka secara independen.
 
Sebagai kerangka strategis jangka panjang, Valforum memiliki visi besar untuk menjadikan platformnya sebagai media pendorong utama bagi penyiaran Valorant di tingkat nasional hingga global. Perusahaan saat ini tengah mematangkan berbagai program apresiasi serta agenda acara publik berskala besar yang dirancang khusus untuk menghidupkan ekosistem pemain.
 
"Melalui serangkaian inisiatif ini, kami bertekad menciptakan panggung pementasan yang proporsional bagi para kreator lokal untuk tumbuh secara terukur. Kami ingin memastikan mereka dapat meraih kemandirian ekonomi dari industri kreatif ini," tutup William.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan