WISATA

Bukan Cuma Komodo, Labuan Bajo Siapkan Pengalaman Wisata Baru

A. Firdaus
Rabu 12 Agustus 2026 / 07:09
Ringkasnya gini..
  • Tak hanya mengandalkan pesona alam, destinasi super prioritas ini juga tengah menyiapkan sejumlah aktivitas.
  • Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Parapuar.
  • Golo Mori mencatat 28.405 kunjungan wisatawan sepanjang 2025 dengan 31 event berskala internasional, nasional, dan lokal.
Jakarta: Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, terus berbenah untuk memberikan pengalaman wisata yang semakin beragam. Tak hanya mengandalkan pesona alam dan Taman Nasional Komodo, destinasi super prioritas ini juga tengah menyiapkan sejumlah aktivitas dan fasilitas baru, mulai dari trekking, wellness, kuliner, hingga glamping.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung sejumlah kawasan pariwisata di Labuan Bajo pada Senin, 10 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat kebutuhan pengembangan sekaligus menentukan prioritas, terutama terkait infrastruktur dasar yang dapat segera diselesaikan.

"Infrastruktur dasar terus disiapkan, bersamaan dengan masuknya minat investasi untuk fasilitas olahraga, wellness, kuliner, hingga glamping," kata Menpar Widiyanti.
 

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Parapuar, lahan otoritatif yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Kawasan ini masih membutuhkan penguatan sejumlah infrastruktur, seperti jalan, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta dukungan investasi dan optimalisasi daya tarik wisata.

Saat ini, sekitar 129,6 hektare lahan Parapuar telah berstatus clear and clean. Terdapat pula enclave area seluas 3.361 meter persegi yang menjadi bagian dari koridor akses masuk menuju Parapuar dari Jalan Trans-Flores.
 

Ada Trekking sampai Pusat Informasi Wisata


Pengembangan fasilitas Tourist Information Center (TIC) di Lot A1 Parapuar juga terus berjalan. Pematangan lahan saat ini telah mencapai 92,3 persen dan ditargetkan rampung pada September 2026.

Menariknya, TIC tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat wisatawan mencari informasi. Fasilitas ini akan dilengkapi warehouse yang difungsikan sebagai etalase produk ekonomi kreatif lokal.

Dengan begitu, wisatawan yang datang tidak hanya mendapatkan informasi mengenai destinasi, tetapi juga bisa mengenal dan menemukan berbagai produk unggulan masyarakat setempat.

Sementara itu, sejumlah fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses pembangunan.

Buat wisatawan yang suka aktivitas outdoor, Parapuar juga tengah menyiapkan atraksi trekking. Kehadiran aktivitas ini diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi traveler yang ingin menikmati lanskap Labuan Bajo dengan cara yang lebih aktif.

Pengembangan kawasan tersebut juga dibarengi dengan upaya menarik investasi di berbagai sektor, termasuk olahraga, wellness, kuliner, dan glamping.
 

Pariwisata Harus Bikin Ekonomi Lokal Ikutan Tumbuh


Pengembangan Labuan Bajo tidak hanya soal membangun destinasi dan mendatangkan wisatawan. Pemerintah juga ingin pertumbuhan pariwisata ikut membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Hal tersebut salah satunya dilakukan melalui Floratama Academy 2026 bertema "Rantai Pasok Pangan". Program yang diinisiasi BPOLBF ini mendorong petani dan pelaku UMKM lokal agar semakin terhubung dengan kebutuhan industri pariwisata.

Pasalnya, pertumbuhan hotel, restoran, dan berbagai bisnis pariwisata turut meningkatkan kebutuhan bahan pangan. Namun, pasokan lokal belum selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara konsisten.

Kondisi ini justru bisa menjadi peluang. Dengan meningkatkan kapasitas petani dan UMKM, kebutuhan industri pariwisata dapat dipenuhi dari produk lokal sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti menyerahkan sertifikat kepada tiga peserta terbaik Floratama Academy 2026, yakni KomoJamur, D’Sawitra, dan Kopi Bubuk Nuca Lale. Ketiganya terpilih dari 30 peserta yang mengikuti program.

"Karena itu, petani dan UMKM lokal harus kita tingkatkan kapasitasnya agar semakin terhubung dengan industri pariwisata," ujar Widiyanti.
 

Golo Mori Juga Jadi Andalan


Selain Parapuar, Widiyanti meninjau Golo Mori Convention Center yang dikembangkan sebagai salah satu pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) unggulan di Labuan Bajo.

Golo Mori punya modal yang menarik untuk pengembangan wisata MICE. Kawasan ini menawarkan lanskap perbukitan hijau yang berbatasan langsung dengan laut, lengkap dengan pemandangan gugusan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo.

Potensi tersebut membuat Labuan Bajo tidak hanya bisa dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai tempat untuk menggelar berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Berdasarkan data InJourney, Golo Mori mencatat 28.405 kunjungan wisatawan sepanjang 2025 dengan 31 event berskala internasional, nasional, dan lokal.

Sementara hingga Juli 2026, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai sekitar 15.938 orang dengan tujuh event yang telah berlangsung.

Pemerintah pun ingin pengembangan Labuan Bajo dilakukan secara seimbang. Pertumbuhan investasi dan jumlah wisatawan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian alam, budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan demikian, harapannya investasi meningkat, budayanya tetap hidup, alamnya terjaga, dan yang paling penting, masyarakat lokal semakin besar menikmati manfaat dari pariwisata," kata Menpar Widiyanti.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH