WISATA
Konser Ye Sukses di Jakarta, 25 Ribu Turis Ikut Meluncur ke GBK & Pariwisata Juga Ikutan Naik
Yatin Suleha
Selasa 27 Oktober 2026 / 19:24
- Konser Ye (Kanye West) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10), sukses besar dan bikin bangga industri pariwisata Indonesia.
- Acara ini berhasil menyedot sekitar 70.000 penonton, di mana 25.000 di antaranya datang langsung dari 80 negara.
- Keberhasilan konser megah ini makin membuktikan kalau Indonesia punya potensi besar buat jadi salah satu pusat music tourism dunia.
Jakarta: Konser Ye (Kanye West) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10), sukses besar dan bikin bangga industri pariwisata Indonesia.
Acara ini berhasil menyedot sekitar 70.000 penonton, di mana 25.000 di antaranya datang langsung dari 80 negara. Dampak ekonominya pun gak main-main, diperkirakan nembus angka Rp600 miliar!
Keberhasilan konser megah ini makin membuktikan kalau Indonesia punya potensi besar buat jadi salah satu pusat music tourism dunia.
Gak cuma menghibur, event musik skala internasional seperti ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi dan kasih dampak positif ke berbagai sektor pariwisata serta masyarakat lokal.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penampilan perdana Ye di Indonesia. Konsernya tampil begitu spektakuler dan sukses menyihir para penikmat musik dari berbagai belahan dunia.
“Konser Ye Live in Jakarta merupakan momentum penting bagi pariwisata Indonesia. Kehadiran sekitar 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat sebagai destinasi pertunjukan musik internasional," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
"Ini bukan sekadar keberhasilan sebuah konser, tetapi juga bukti nyata bahwa music tourism mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata dunia,” tambah Menpar.
Data dari Raw Vision Collective per 26 Oktober 2026 mencatat konser Ye Live in Jakarta berhasil menyedot sekitar 70.000 penonton. Kerennya lagi, sekitar 25.000 di antaranya datang langsung dari luar negeri.
Para penonton internasional ini terbang dari 80 negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.
Tingginya antusiasme turis asing ini makin membuktikan kalau konser musik kelas dunia bisa jadi alasan utama seseorang buat jalan-jalan lintas negara.
Menteri Widiyanti menilai fenomena ini sebagai peluang emas buat mendongkrak quality tourism, terutama dari durasi menginap yang lebih lama dan belanja wisatawan yang makin besar selama di Indonesia.
“Wisatawan yang datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan memiliki kesempatan menjelajahi destinasi wisata lainnya."
"Karena itu, semakin kuat ekosistem music tourism kita, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan belanja wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Widiyanti.
Dampak ekonomi konser Ye Live in Jakarta kelihatan banget dari ramainya aktivitas di berbagai sektor pendukung pariwisata.
Data dari Raw Vision Collective dan PHRI DKI Jakarta memperkirakan perputaran uang dari konser ini nembus angka Rp600 miliar. Angka fantastis ini datang dari penjualan tiket, jajanan kuliner, pembelian merchandise, sampai transaksi di lapak UMKM.
Sektor penginapan juga ketiban rezeki nomplok. Tingkat keterisian hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan melonjak drastis hingga nyaris 100 persen karena diserbu para wisatawan.
Gak cuma itu, konser skala global ini juga menyerap sekitar 5.000 pekerja, mulai dari tim produksi, kru belakang panggung, sampai tenaga operasional pendukung.
Keterlibatan ribuan pekerja ini makin menegaskan kalau dampak positif industri pertunjukan nggak cuma dinikmati promotor atau artisnya aja, tapi juga dirasakan langsung oleh para profesional, penyedia jasa, pelaku usaha lokal, sampai masyarakat luas.
“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” ujar Widiyanti.
Suksesnya konser Ye Live in Jakarta nggak lepas dari kolaborasi manis berbagai pihak, termasuk dukungan Penuh dari Kementerian Pariwisata sejak awal persiapan.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto buat genjot music tourism, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sempat menerima kunjungan CEO Raw Vision Collective dan timnya pada 24 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Lewat pertemuan itu, Kemenpar turun tangan ngasih berbagai kemudahan. Mulai dari menerbitkan surat rekomendasi izin konser, membantu proses visa dan keimigrasian, sampai mempermudah urusan bea cukai buat peralatan konser.
Langkah ini jadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempermudah gelaran event kelas dunia lewat kerja sama lintas sektor.
Gak berhenti di situ, pada 15 September 2026, Kemenpar bareng Pemprov DKI Jakarta dan pihak promotor menggelar konferensi pers bersama. Momen ini dipakai buat membeberkan seberapa besar pengaruh konser Ye buat pariwisata dan ekonomi Indonesia.
Kemenpar juga menegaskan kalau event musik skala internasional punya peran kunci buat memperkuat nama Indonesia di panggung musik dunia, sekaligus menghidupkan ekosistem pariwisata musik di dalam negeri.
“Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” kata Widiyanti.
Dukungan buat konser Ye Live in Jakarta juga merupakan bagian dari komitmen besar Kementerian Pariwisata dalam memajukan pariwisata berbasis event lewat program prioritas Event by Indonesia.
Sepanjang 2026, Kemenpar udah menyokong lebih dari 25 event internasional demi memperkuat daya saing Indonesia sebagai tuan rumah gelaran kelas dunia.
Lewat pengembangan music tourism, Kemenpar pengen mastiin Indonesia nggak cuma jadi lokasi panggung buat musisi internasional, tapi juga destinasi yang nyajiin pengalaman wisata berkesan, berkualitas, dan ngasih dampak ekonomi jangka panjang.
Suksesnya Ye Live in Jakarta makin mempertegas potensi besar Indonesia buat jadi pusat konser dan festival musik dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Menteri Widiyanti juga menyampaikan terima kasih mendalam buat Pemprov DKI Jakarta, promotor Raw Vision Collective, seluruh tim dan pekerja yang terlibat, pelaku industri pariwisata, UMKM, sampai masyarakat dan para penikmat musik yang sudah meramaikan dan mensukseskan konser ini.
“Keberhasilan Ye Live in Jakarta harus menjadi momentum untuk menghadirkan semakin banyak event musik internasional di Indonesia. Kita memiliki daya tarik destinasi, pasar yang besar, pelaku industri yang semakin profesional, serta semangat kolaborasi yang kuat.”
“Kami ingin Indonesia bukan hanya menjadi tempat singgah musisi dunia, melainkan menjadi destinasi yang selalu dinantikan wisatawan internasional. Karena ketika panggung musik dunia hadir di Indonesia, manfaat ekonominya harus turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” pungkas Menteri Pariwisata.
(TIN)
Acara ini berhasil menyedot sekitar 70.000 penonton, di mana 25.000 di antaranya datang langsung dari 80 negara. Dampak ekonominya pun gak main-main, diperkirakan nembus angka Rp600 miliar!
Keberhasilan konser megah ini makin membuktikan kalau Indonesia punya potensi besar buat jadi salah satu pusat music tourism dunia.
Gak cuma menghibur, event musik skala internasional seperti ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi dan kasih dampak positif ke berbagai sektor pariwisata serta masyarakat lokal.
Baca Juga :
Seaplane untuk Wisata Bahari, Kenali 3 Jenisnya
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penampilan perdana Ye di Indonesia. Konsernya tampil begitu spektakuler dan sukses menyihir para penikmat musik dari berbagai belahan dunia.
“Konser Ye Live in Jakarta merupakan momentum penting bagi pariwisata Indonesia. Kehadiran sekitar 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat sebagai destinasi pertunjukan musik internasional," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
"Ini bukan sekadar keberhasilan sebuah konser, tetapi juga bukti nyata bahwa music tourism mampu menggerakkan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata dunia,” tambah Menpar.
25 ribu penonton mancanegara, bukti kekuatan music tourism Indonesia
(Konser Ye (Kanye West) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10), sukses besar dan bikin bangga industri pariwisata Indonesia. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Data dari Raw Vision Collective per 26 Oktober 2026 mencatat konser Ye Live in Jakarta berhasil menyedot sekitar 70.000 penonton. Kerennya lagi, sekitar 25.000 di antaranya datang langsung dari luar negeri.
Para penonton internasional ini terbang dari 80 negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.
Tingginya antusiasme turis asing ini makin membuktikan kalau konser musik kelas dunia bisa jadi alasan utama seseorang buat jalan-jalan lintas negara.
Menteri Widiyanti menilai fenomena ini sebagai peluang emas buat mendongkrak quality tourism, terutama dari durasi menginap yang lebih lama dan belanja wisatawan yang makin besar selama di Indonesia.
“Wisatawan yang datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan memiliki kesempatan menjelajahi destinasi wisata lainnya."
"Karena itu, semakin kuat ekosistem music tourism kita, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan belanja wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Widiyanti.
Rp600 miliar perputaran ekonomi, okupansi hotel hampir 100%
Dampak ekonomi konser Ye Live in Jakarta kelihatan banget dari ramainya aktivitas di berbagai sektor pendukung pariwisata.
Data dari Raw Vision Collective dan PHRI DKI Jakarta memperkirakan perputaran uang dari konser ini nembus angka Rp600 miliar. Angka fantastis ini datang dari penjualan tiket, jajanan kuliner, pembelian merchandise, sampai transaksi di lapak UMKM.
Sektor penginapan juga ketiban rezeki nomplok. Tingkat keterisian hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan melonjak drastis hingga nyaris 100 persen karena diserbu para wisatawan.
Gak cuma itu, konser skala global ini juga menyerap sekitar 5.000 pekerja, mulai dari tim produksi, kru belakang panggung, sampai tenaga operasional pendukung.
Keterlibatan ribuan pekerja ini makin menegaskan kalau dampak positif industri pertunjukan nggak cuma dinikmati promotor atau artisnya aja, tapi juga dirasakan langsung oleh para profesional, penyedia jasa, pelaku usaha lokal, sampai masyarakat luas.
“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” ujar Widiyanti.
Dukungan Kemenpar
(Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penampilan perdana Ye di Indonesia. Konsernya tampil begitu spektakuler dan sukses menyihir para penikmat musik dari berbagai belahan dunia. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Suksesnya konser Ye Live in Jakarta nggak lepas dari kolaborasi manis berbagai pihak, termasuk dukungan Penuh dari Kementerian Pariwisata sejak awal persiapan.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto buat genjot music tourism, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sempat menerima kunjungan CEO Raw Vision Collective dan timnya pada 24 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Lewat pertemuan itu, Kemenpar turun tangan ngasih berbagai kemudahan. Mulai dari menerbitkan surat rekomendasi izin konser, membantu proses visa dan keimigrasian, sampai mempermudah urusan bea cukai buat peralatan konser.
Langkah ini jadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempermudah gelaran event kelas dunia lewat kerja sama lintas sektor.
Gak berhenti di situ, pada 15 September 2026, Kemenpar bareng Pemprov DKI Jakarta dan pihak promotor menggelar konferensi pers bersama. Momen ini dipakai buat membeberkan seberapa besar pengaruh konser Ye buat pariwisata dan ekonomi Indonesia.
Kemenpar juga menegaskan kalau event musik skala internasional punya peran kunci buat memperkuat nama Indonesia di panggung musik dunia, sekaligus menghidupkan ekosistem pariwisata musik di dalam negeri.
“Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” kata Widiyanti.
Lebih dari 25 event internasional didukung Kemenpar sepanjang 2026
Dukungan buat konser Ye Live in Jakarta juga merupakan bagian dari komitmen besar Kementerian Pariwisata dalam memajukan pariwisata berbasis event lewat program prioritas Event by Indonesia.
Sepanjang 2026, Kemenpar udah menyokong lebih dari 25 event internasional demi memperkuat daya saing Indonesia sebagai tuan rumah gelaran kelas dunia.
Lewat pengembangan music tourism, Kemenpar pengen mastiin Indonesia nggak cuma jadi lokasi panggung buat musisi internasional, tapi juga destinasi yang nyajiin pengalaman wisata berkesan, berkualitas, dan ngasih dampak ekonomi jangka panjang.
Suksesnya Ye Live in Jakarta makin mempertegas potensi besar Indonesia buat jadi pusat konser dan festival musik dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Baca Juga :
Wisata ke Indonesia, Ini yang Dicari Turis Asing
Menteri Widiyanti juga menyampaikan terima kasih mendalam buat Pemprov DKI Jakarta, promotor Raw Vision Collective, seluruh tim dan pekerja yang terlibat, pelaku industri pariwisata, UMKM, sampai masyarakat dan para penikmat musik yang sudah meramaikan dan mensukseskan konser ini.
“Keberhasilan Ye Live in Jakarta harus menjadi momentum untuk menghadirkan semakin banyak event musik internasional di Indonesia. Kita memiliki daya tarik destinasi, pasar yang besar, pelaku industri yang semakin profesional, serta semangat kolaborasi yang kuat.”
“Kami ingin Indonesia bukan hanya menjadi tempat singgah musisi dunia, melainkan menjadi destinasi yang selalu dinantikan wisatawan internasional. Karena ketika panggung musik dunia hadir di Indonesia, manfaat ekonominya harus turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” pungkas Menteri Pariwisata.
(TIN)