WISATA

Seaplane untuk Wisata Bahari, Kenali 3 Jenisnya

A. Firdaus
Rabu 21 Oktober 2026 / 15:10
Ringkasnya gini..
  • Mengenal seaplane, pesawat yang bisa lepas landas dan mendarat di air, serta potensinya untuk mendukung konektivitas wisata bahari Indonesia
  • Secara sederhana, perbedaan utamanya terletak pada desain bagian bawah pesawat dan kemampuan operasionalnya.
  • Meski dirancang untuk beroperasi di air, seaplane tidak bisa mendarat di sembarang lokasi.
Jakarta: Pesawat terbang identik dengan landasan pacu di bandara. Namun, ada jenis pesawat yang bisa lepas landas dan mendarat di permukaan air, seperti danau atau laut. Pesawat ini dikenal dengan sebutan seaplane dan menjadi salah satu jenis pesawat yang memiliki karakteristik unik dalam dunia penerbangan.

Seaplane dirancang untuk beroperasi di atas air dengan konstruksi khusus yang memungkinkannya mengapung ketika berada di permukaan perairan. Kemampuan ini membedakannya dari pesawat konvensional yang umumnya membutuhkan landasan pacu di darat.

Dalam penerbangan, istilah seaplane kerap digunakan untuk menyebut pesawat yang dapat beroperasi di air. Namun, berdasarkan desain dan perlengkapan pendaratannya, pesawat jenis ini memiliki beberapa kategori, terutama floatplane dan flying boat. Selain itu, terdapat pesawat amfibi yang dapat beroperasi di air maupun darat.

1. Floatplane, Pesawat dengan Pelampung


Floatplane merupakan jenis seaplane yang menggunakan pelampung khusus di bagian bawah badan pesawat sebagai penopang ketika berada di air. Pelampung tersebut juga membantu pesawat tetap mengapung dan bergerak di permukaan perairan.
 
Floatplane
Floatplane hanya bisa mendarat di air. Dok. Skies Mag


Pada umumnya, badan utama floatplane tetap berada di atas air, sementara pelampung berfungsi sebagai pengganti roda pendaratan saat pesawat beroperasi di perairan. Pesawat ini dapat digunakan untuk menghubungkan wilayah yang memiliki danau, sungai, atau kawasan pesisir dengan fasilitas penerbangan terbatas.

Desain floatplane banyak dijumpai pada pesawat ringan. Meski demikian, penggunaannya tetap bergantung pada karakteristik pesawat, kondisi perairan, dan persyaratan keselamatan penerbangan.
 

2. Flying Boat, Badan Pesawat Sekaligus Lambung Kapal


Berbeda dari floatplane, flying boat memiliki badan pesawat yang dirancang menyerupai lambung kapal. Bagian bawah badan pesawat memungkinkan pesawat mengapung dan bergerak di permukaan air tanpa harus mengandalkan pelampung terpisah sebagai penopang utama.
 
Flying boat
Karakter Flying Boat itu badan pesawat bersandar langsung dengan air. Dok.smithsonianmag


Desain tersebut memungkinkan badan pesawat bersentuhan langsung dengan air ketika mendarat. Pada sejumlah model, pelampung kecil di bagian sayap digunakan untuk membantu menjaga keseimbangan saat pesawat berada di permukaan perairan.

Flying boat memiliki sejarah panjang dalam dunia penerbangan dan pernah digunakan untuk penerbangan jarak jauh, transportasi penumpang, serta misi penyelamatan. Kini, desain pesawat ini juga ditemukan pada sejumlah pesawat yang digunakan untuk kebutuhan khusus.
 

3. Amphibious Aircraft, Bisa Mendarat di Air dan Darat


Amphibious aircraft atau pesawat amfibi merupakan pesawat yang dirancang untuk beroperasi di dua jenis permukaan, yakni air dan darat. Pesawat ini biasanya dilengkapi roda pendaratan yang dapat digunakan di landasan bandara serta desain lambung atau pelampung untuk beroperasi di air.

Kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar dibandingkan pesawat yang hanya dapat mendarat di satu jenis permukaan. Pesawat amfibi dapat menggunakan bandara konvensional maupun perairan yang memenuhi persyaratan operasional.
 
Santai Seaplane
Amphibious Aircraft bisa mendarat baik di air maupun di darat. Dok. Santai Seaplane


Dalam konteks pariwisata, pesawat amfibi berpotensi digunakan untuk menghubungkan destinasi tertentu yang memiliki fasilitas pendaratan air. Meski begitu, tidak semua perairan bisa digunakan karena operator harus mempertimbangkan kedalaman, gelombang, hambatan di permukaan air, cuaca, dan aspek keselamatan lainnya.
 

Apa Perbedaan Ketiga Jenis Pesawat Ini?


Secara sederhana, perbedaan utamanya terletak pada desain bagian bawah pesawat dan kemampuan operasionalnya.

Floatplane: menggunakan pelampung sebagai penopang utama saat berada di air.

Flying boat: menggunakan badan pesawat berbentuk lambung kapal untuk mengapung di air.

Amphibious aircraft: dapat beroperasi di air dan darat karena memiliki perlengkapan yang sesuai untuk kedua permukaan.

Perlu diketahui, istilah seaplane terkadang digunakan secara luas untuk pesawat yang beroperasi di air. Dalam pengertian yang lebih teknis, floatplane dan flying boat merupakan desain pesawat berbasis air, sedangkan pesawat amfibi menjelaskan kemampuan pesawat untuk beroperasi di air sekaligus darat.
 

Apakah Seaplane Bisa Mendarat di Semua Perairan?


Meski dirancang untuk beroperasi di air, seaplane tidak bisa mendarat di sembarang lokasi. Perairan yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan, termasuk kondisi gelombang, angin, kedalaman, arus, serta bebas dari hambatan yang membahayakan pesawat.

Selain itu, pengoperasian pesawat juga harus memenuhi ketentuan penerbangan yang berlaku. Karena itu, keberadaan laut atau danau yang luas belum tentu membuat suatu lokasi dapat digunakan sebagai tempat pendaratan seaplane.

Dengan desain dan kemampuan yang berbeda dari pesawat konvensional, seaplane menjadi salah satu bentuk teknologi penerbangan yang memungkinkan akses melalui perairan. Pemahaman mengenai jenis dan karakteristiknya membantu wisatawan mengenali bagaimana pesawat ini bekerja serta mengapa penggunaannya memerlukan persiapan khusus.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH