WISATA

Wisata ke Indonesia, Ini yang Dicari Turis Asing

A. Firdaus
Senin 19 Oktober 2026 / 15:20
Ringkasnya gini..
  • Studi Visa GTI 2026 mengungkap alasan turis asing memilih Indonesia, mulai dari keterjangkauan, wisata keluarga, pengalaman lokal, hingga pembayaran digital.
  • Perjalanan bersama keluarga juga menjadi bagian penting dari tren wisata ke Indonesia.
  • Sebanyak 47% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia menggunakan AI untuk mencari ide perjalanan.
Jakarta: Indonesia punya daya tarik yang tak selalu sama bagi setiap wisatawan mancanegara. Ada yang datang karena jarak yang dekat dan kesamaan budaya, ada pula yang ingin menikmati pengalaman premium, wisata keluarga, hingga perjalanan ramah Muslim.

Studi Visa Global Travel Intentions (GTI) 2026 mengungkapkan, keterjangkauan menjadi alasan utama wisatawan mancanegara memilih Indonesia sebagai destinasi liburan. Faktor ini bahkan mengungguli kuliner lokal dan keindahan alam.

Perjalanan bersama keluarga juga menjadi bagian penting dari tren wisata ke Indonesia. Sebanyak 77% wisatawan mancanegara yang disurvei bepergian bersama keluarga. Sementara itu, hampir 60% pengeluaran perjalanan mereka dialokasikan untuk penerbangan, akomodasi, dan makanan.
 

Temuan ini menunjukkan bahwa peluang pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Mulai dari kemudahan transportasi, pilihan akomodasi, hingga pengalaman yang membuat wisatawan tertarik menjelajahi lebih banyak destinasi.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terhubung dan bernilai. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal, mengunjungi lebih banyak tempat, serta berinteraksi dengan pelaku usaha dan komunitas lokal.
 

Wisatawan Malaysia hingga Arab Saudi Punya Selera Berbeda


Meski sama-sama berkunjung ke Indonesia, wisatawan dari setiap negara memiliki motivasi perjalanan yang berbeda.

Wisatawan Malaysia, misalnya, cenderung tertarik pada kedekatan geografis, kesamaan budaya, dan konektivitas regional. Perjalanan mereka banyak diisi dengan kegiatan kuliner, belanja, serta mengunjungi berbagai atraksi.

Sementara itu, wisatawan Singapura lebih berorientasi pada pengalaman. Aktivitas wellness, olahraga, gaya hidup, dan kuliner lokal menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Wisatawan Australia memiliki kecenderungan tinggal lebih lama dan semakin banyak mengeksplorasi destinasi di luar Bali. Mereka tertarik pada pasar lokal, kuliner premium, wellness, transportasi berbasis aplikasi, hingga pengalaman budaya.

Adapun wisatawan Arab Saudi menjadi salah satu pasar bernilai tinggi bagi Indonesia. Mereka cenderung memiliki masa tinggal lebih panjang dan permintaan terhadap akomodasi premium, aktivitas keluarga, fine dining, belanja, serta wisata halal atau halal-friendly.

Perbedaan ini menjadi pengingat bahwa wisatawan tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang seragam. Pengalaman perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasar berpotensi memberikan nilai lebih, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha lokal.
 

AI Mulai Menjadi Teman Merencanakan Liburan


Perjalanan wisata kini semakin dekat dengan dunia digital. Sebelum berangkat, wisatawan mulai memanfaatkan teknologi untuk mencari inspirasi, menyusun rencana perjalanan, hingga membandingkan pilihan akomodasi.

Dalam studi Visa, sebanyak 47% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia menggunakan AI untuk mencari ide perjalanan. Sebanyak 38% memanfaatkannya untuk menyusun rencana perjalanan, 37% untuk mencari ulasan dan rekomendasi, serta 36% untuk menemukan penerbangan dan akomodasi.

Perubahan ini memperlihatkan bagaimana teknologi ikut membentuk cara wisatawan mengenal sebuah destinasi. Informasi yang mudah ditemukan dan pilihan perjalanan yang praktis menjadi bagian penting dalam menentukan pengalaman liburan.
 

Dompet Digital Makin Populer, Uang Tunai Tetap Dibawa


Selain perencanaan, cara wisatawan membayar selama perjalanan juga mengalami perubahan.

Dompet digital menjadi metode pembayaran yang paling banyak dipilih wisatawan mancanegara yang disurvei selama berada di Indonesia. Penggunaan uang tunai sebagai metode pembayaran utama pun turun dari 52% pada 2023 menjadi 15% pada 2026.

Meski begitu, wisatawan belum sepenuhnya meninggalkan uang tunai. Sebanyak 46% masih membawanya sebagai cadangan. Sementara itu, 49% menyebut penerimaan kartu secara luas di berbagai negara menjadi salah satu alasan utama mereka menggunakan kartu pembayaran saat bepergian ke luar negeri.

Artinya, kemudahan pembayaran digital tetap perlu diimbangi dengan pilihan transaksi yang beragam. Wisatawan ingin memastikan mereka dapat membayar dengan nyaman, baik saat menikmati kuliner lokal, berbelanja, maupun menggunakan layanan transportasi.

Vira mengatakan metode pembayaran yang tepercaya dan diterima secara luas dapat membantu wisatawan lebih fokus menikmati pengalaman di destinasi.
 

Konser dan Festival Jadi Alasan Terbang ke Luar Negeri


Tren perjalanan berbasis pengalaman juga terlihat dari wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Studi Visa menemukan, sebanyak 35% wisatawan Indonesia termotivasi oleh acara olahraga, festival musik, dan aktivitas budaya. Bahkan, 45% bersedia melakukan perjalanan khusus untuk menikmati pengalaman yang berkaitan dengan artis atau idola favorit mereka.

Konser dan festival kini tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga alasan untuk menentukan destinasi liburan. Perjalanan menonton konser dapat berkembang menjadi pengalaman yang lebih panjang, mulai dari mencari akomodasi, menikmati kuliner, hingga menjelajahi tempat wisata di kota tujuan.

Di sisi lain, wisatawan Indonesia juga masih menginginkan kepastian dalam bertransaksi saat bepergian ke luar negeri. Sebanyak 48% khawatir dompet digital yang biasa digunakan di Indonesia tidak dapat dipakai di negara tujuan. Sebanyak 59% tetap membawa uang tunai sebagai cadangan, sedangkan 60% berencana memiliki kartu pembayaran khusus perjalanan.

Tren ini memperlihatkan bahwa pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi dan acara yang dikunjungi. Kemudahan merencanakan perjalanan, pilihan transportasi, hingga kepastian pembayaran turut membentuk pengalaman wisatawan dari awal hingga akhir perjalanan.

Bagi industri pariwisata Indonesia, memahami kebutuhan tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mendorong wisatawan mengeksplorasi lebih banyak pengalaman lokal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH