WISATA
Prabowo Singgung Soal Sampah di Depan Seluruh Kepala Daerah: Pariwisata Tak akan Tumbuh Jika Kota dan Desa Masih Jorok
Medcom
Senin 02 Februari 2026 / 22:49
- Presiden RI Prabowo Subianto memberi penekanan soal penanganan sampah di depan seluruh kepala daerah.
- Prabowo lantas memerintahkan Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk juga para kepala daerah di Bali, untuk membenahi persoalan sampah.
- Tak hanya itu, Prabowo juga ikut memerintahkan semua menteri dan kepala lembaga untuk membiasakan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing.
Jakarta: Presiden RI Prabowo Subianto memberi penekanan soal penanganan sampah di depan seluruh kepala daerah saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Menurutnya, jika tak ditangani serius, persoalan sampah ini akan mengganggu sektor pariwisata di Indonesia. Apalagi, pariwisata menjadi salah satu penyerap lapangan kerja paling banyak. Selain itu, penyiapannya juga paling murah dibandingkan dengan sektor lain.
Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah. (Apakah) dia mau datang lihat kumuh? Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” kata Prabowo.
Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan para menteri hingga jenderal di Korea Selatan. Mereka berterus terang ke Prabowo jika Indonesia itu indah, tapi sekarang kondisinya kotor.
“Dia bilang, ‘your excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.' Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi,” kenangnya.
Prabowo lantas memerintahkan Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk juga para kepala daerah di Bali, untuk membenahi persoalan sampah. Bali menjadi salah satu wajah pariwisata andalan di Indonesia.
.jpg)
(Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan para menteri hingga jenderal di Korea Selatan yang menceritakan bahwa Bali indah namun sekarang kondisinya kotor. Foto: Dok. Instagram resmi Presiden Republik Indonesia/@presidenrepublikindonesia)
Prabowo bahkan memberi sedikit tips untuk bisa menjaga kebersihan Bali. Seperti, mengajak para siswa baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk bergotong-royong membersihkan sampah.
"Apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai. Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan rame-rame. Korve (kerja bakti)!” kata Prabowo.
Bila perlu, Prabowo melanjutkan, dia bisa mengerahkan anggota TNI, kepolisian, hingga BUMN untuk turun membersihkan tempat-tempat pariwisata.
"Dandim, Dandrem, saya perintahkan kau. Gerakan anak buahmu, korve! Tiap hari atau tiap berapa hari. Korve, korve, korve!” tegasnya yang diikuti teriakan para prajurit tanda mereka siap digerakkan.
Tak hanya itu, Prabowo juga ikut memerintahkan semua menteri dan kepala lembaga untuk membiasakan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing. Minimal, ribuan aparatur sipil negara (ASN) bisa ikut menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Menurutnya, jika tak ditangani serius, persoalan sampah ini akan mengganggu sektor pariwisata di Indonesia. Apalagi, pariwisata menjadi salah satu penyerap lapangan kerja paling banyak. Selain itu, penyiapannya juga paling murah dibandingkan dengan sektor lain.
Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah. (Apakah) dia mau datang lihat kumuh? Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” kata Prabowo.
Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan para menteri hingga jenderal di Korea Selatan. Mereka berterus terang ke Prabowo jika Indonesia itu indah, tapi sekarang kondisinya kotor.
“Dia bilang, ‘your excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.' Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi,” kenangnya.
Prabowo lantas memerintahkan Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk juga para kepala daerah di Bali, untuk membenahi persoalan sampah. Bali menjadi salah satu wajah pariwisata andalan di Indonesia.
.jpg)
(Prabowo menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan para menteri hingga jenderal di Korea Selatan yang menceritakan bahwa Bali indah namun sekarang kondisinya kotor. Foto: Dok. Instagram resmi Presiden Republik Indonesia/@presidenrepublikindonesia)
Prabowo bahkan memberi sedikit tips untuk bisa menjaga kebersihan Bali. Seperti, mengajak para siswa baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk bergotong-royong membersihkan sampah.
"Apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai. Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan rame-rame. Korve (kerja bakti)!” kata Prabowo.
Bila perlu, Prabowo melanjutkan, dia bisa mengerahkan anggota TNI, kepolisian, hingga BUMN untuk turun membersihkan tempat-tempat pariwisata.
"Dandim, Dandrem, saya perintahkan kau. Gerakan anak buahmu, korve! Tiap hari atau tiap berapa hari. Korve, korve, korve!” tegasnya yang diikuti teriakan para prajurit tanda mereka siap digerakkan.
Tak hanya itu, Prabowo juga ikut memerintahkan semua menteri dan kepala lembaga untuk membiasakan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing. Minimal, ribuan aparatur sipil negara (ASN) bisa ikut menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)