Buku tersebut disiapkan sebagai dokumentasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Kepala Bakom Muhammad Qodari mengatakan buku tersebut merupakan rekapitulasi sementara atas implementasi gagasan yang tertuang dalam buku Strategi Transformasi Bangsa serta berbagai janji kampanye yang disampaikan Prabowo sebelum terpilih sebagai presiden.
"Buku Presiden Solusi ini sesungguhnya adalah rekapitulasi sementara dari implementasi buku Strategi Transformasi Bangsa, dari implementasi janji-janji kampanye Presiden Prabowo," kata Qodari dalam kegiatan Bedah Buku Bermutu: Presiden Solusi, Problem Solving ala Prabowo Subianto di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa 7 Juli 2026.
| Baca juga: Genjot Digitalisasi, 16 Ribu Sekolah Ditargetkan Terima Akses Internet pada 2026 |
Menurut Qodari, buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan capaian awal pemerintahan. Tetapi juga menjadi sarana komunikasi publik agar masyarakat mengetahui perkembangan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Ia menilai pelaksanaan program dan komunikasi kepada masyarakat memiliki kedudukan yang sama pentingnya. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya menjalankan kebijakan, tetapi juga harus menjelaskan tujuan, proses, hingga hasilnya sebagai bentuk akuntabilitas.
"Dalam konteks saya pribadi sebagai Bakom, kami menyadari bahwa membuat program, mengerjakan program itu penting, tetapi mengkomunikasikannya juga penting," ujarnya.
Melalui komunikasi publik yang baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi secara utuh mengenai kinerja pemerintah. Hal itu dinilai menjadi bagian dari pertanggungjawaban pemerintah sekaligus dapat meningkatkan dukungan publik terhadap berbagai program pembangunan.
"Agar masyarakat tahu, menjadi bagian dari pertanggungjawaban, dan pada gilirannya bisa meningkatkan dukungan kepada program-program pemerintah," ucapnya.
| Baca juga: Bikin Siswa Lebih Paham, 288 Ribu Sekolah Terima Papan Interaktif Digital |
Qodari menjelaskan buku Presiden Solusi disusun menggunakan berbagai materi sosialisasi program pemerintah yang telah dihimpun Bakom. Penyajiannya dibuat lebih populer dengan bahasa yang ringan dan banyak memanfaatkan unsur visual agar mudah dipahami masyarakat.
"Itu sebabnya format buku ini ditulis dalam bentuk yang populer, yang kekinian, yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi sekarang, yang kurang lebih instagramable," katanya.
Ia menambahkan buku tersebut bukan dokumen final. Seiring berjalannya pemerintahan, isinya akan terus diperbarui mengikuti perkembangan pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo.
Menurutnya, penerbitan buku ini menjadi salah satu upaya pemerintah mendokumentasikan jalannya pemerintahan. Lewat buku tersebut pemerintah ingin menyampaikan kepada masyarakat sejauh mana realisasi berbagai agenda yang dijanjikan Presiden Prabowo sejak masa kampanye.
"Buku ini selain merupakan pertanggungjawaban sementara, yang artinya nanti ke depan akan terus direvisi, akan terus di-update, yang kedua juga sekaligus materi komunikasi," kata Qodari.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda