WISATA

Wamenpar: Perempuan adalah Kunci Majunya Pariwisata Indonesia

A. Firdaus
Selasa 28 Juli 2026 / 18:22
Ringkasnya gini..
  • Kontribusi perempuan telah menjadi fondasi penting dalam perkembangan industri pariwisata nasional.
  • Wamenpar Ni Luh menyoroti bahwa perempuan masih menghadapi tantangan dalam memperoleh akses menuju jabatan strategis.
  • Memberikan akses dan kepercayaan kepada perempuan bukan hanya tentang menghadirkan lebih banyak pemimpin perempuan.
Jakarta: Perempuan dinilai memiliki peran yang semakin penting dalam membangun sektor pariwisata Indonesia. Tak hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, perempuan juga berkontribusi sebagai penggerak UMKM, penjaga warisan budaya, hingga pemimpin komunitas yang membantu meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat membuka Women's Leadership Forum 2026 bertema Women Leading Tourism: Membangun Destinasi yang Berkelas Dunia melalui Kepemimpinan, Inovasi, dan Kolaborasi di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Ni Luh, kontribusi perempuan telah menjadi fondasi penting dalam perkembangan industri pariwisata nasional.
"Perempuan di sektor pariwisata memiliki peran yang sangat besar dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.
 

Perempuan jadi motor desa wisata


Ni Luh menjelaskan, di berbagai desa wisata, perempuan menjadi sosok yang berperan langsung dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Mereka mengelola homestay, mengembangkan kuliner lokal, memproduksi kerajinan tangan, menenun kain tradisional, menjadi pemandu wisata, hingga menjaga tradisi budaya yang menjadi daya tarik wisata Indonesia.

Menurutnya, sektor pariwisata juga menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling inklusif karena lebih dari separuh tenaga kerjanya merupakan perempuan.

Namun, besarnya kontribusi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kesempatan yang setara untuk menduduki posisi kepemimpinan.
 

Masih minim di posisi strategis


Wamenpar Ni Luh menyoroti bahwa perempuan masih menghadapi tantangan dalam memperoleh akses menuju jabatan strategis, termasuk di industri perhotelan. Ia mencontohkan, perempuan masih lebih banyak mengisi posisi di bidang pemasaran, sementara jabatan pimpinan tertinggi masih didominasi laki-laki.

"Masih ada anggapan perempuan hanya menjadi pelengkap. Padahal tanpa perempuan, ekosistem pariwisata tidak akan bergerak," katanya.

Karena itu, ia mendorong hadirnya kebijakan afirmatif yang mampu membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk menjadi pemimpin di sektor pariwisata.
 

Kepemimpinan dibangun lewat kolaborasi


Ni Luh juga menilai kepemimpinan di sektor pariwisata tidak hanya berbicara tentang kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menyebut Kementerian Pariwisata menjadi salah satu contoh komitmen terhadap kesetaraan gender karena saat ini jabatan Menteri Pariwisata maupun Wakil Menteri Pariwisata sama-sama diisi oleh perempuan.

"Menterinya perempuan dan wakil menterinya juga perempuan. Jadi, kami sangat menjunjung tinggi kolaborasi. Pemimpin pariwisata adalah pemimpin yang menjadi kolaborator, orkestrator, dan juga katalisator," ujarnya.
 

Buka lebih banyak peluang


Menutup paparannya, Ni Luh mengajak seluruh perempuan untuk terus saling mendukung dan memperkuat jejaring kepemimpinan agar semakin banyak perempuan mendapat kesempatan berkontribusi dalam pembangunan pariwisata Indonesia.

Menurutnya, memberikan akses dan kepercayaan kepada perempuan bukan hanya tentang menghadirkan lebih banyak pemimpin perempuan, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya generasi yang lebih maju.

"Memberikan akses kepada perempuan dan memberikan kepercayaan kepada perempuan bukan hanya soal menjadikan seorang perempuan sebagai pemimpin. Lebih dari itu, kita sedang menciptakan masa depan, membuka peluang, dan melahirkan generasi-generasi yang lebih baik," tutup Ni Luh Puspa.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH