WISATA

Liburan Jangan Modal Healing Doang, Skill Selamatin Diri Juga Penting

A. Firdaus
Kamis 21 Mei 2026 / 08:15
Ringkasnya gini..
  • Pengalaman liburan yang berkualitas tidak hanya soal destinasi indah, tetapi juga rasa aman selama perjalanan.
  • Kemenpar kini menyiapkan berbagai modul pelatihan keselamatan wisata untuk aktivitas berisiko tinggi.
  • Di sisi lain, Kemenpar juga menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk pelayanan wisatawan.
Jakarta: Tren wisata petualangan yang semakin diminati masyarakat membuat aspek keamanan dan keselamatan kini menjadi perhatian utama pemerintah. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun menegaskan, pengalaman liburan yang berkualitas tidak hanya soal destinasi indah, tetapi juga rasa aman selama perjalanan.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, mengatakan penguatan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan menjadi fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.

“Ini pekerjaan rumah yang sangat relate dengan kita sebagai penyedia jasa wisata yaitu kita sebagai sumber daya manusianya," kata Martini dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (21/05/2026).
 

Kemenpar kini menyiapkan berbagai modul pelatihan keselamatan wisata untuk aktivitas berisiko tinggi, mulai dari wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling. Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan asosiasi, akademisi, praktisi pariwisata, hingga lembaga sertifikasi profesi.

Tak hanya itu, pemerintah juga menjalankan program tugas pembantuan bagi pemandu wisata gunung dan wisata tirta di 38 provinsi. Sebanyak 30 peserta di setiap wilayah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata agar nantinya dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sekitar.

“Ke-30 orang itu diharapkan dapat berbagi ilmunya ke orang lain,” ujar Martini.

Di sisi lain, Kemenpar juga menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk pelayanan wisatawan. Standar tersebut mencakup pelayanan sejak wisatawan merencanakan perjalanan hingga kembali dari destinasi.

Menurut Martini, dokumen tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga akademisi, pelaku industri, hingga profesi di bidang pariwisata.

“Dokumen ini bisa dimanfaatkan teman-teman tidak hanya pemerintah daerah setempat tapi juga akademisi, industri, dan profesi,” katanya.

Penguatan sektor pariwisata juga dilakukan melalui pengembangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) sebagai pusat pendidikan vokasi yang fokus mencetak sumber daya manusia pariwisata profesional dan berdaya saing global.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lima program strategis untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pariwisata nasional. Salah satunya adalah program peningkatan keselamatan berwisata melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku wisata di berbagai destinasi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH