WISATA

Kemenpar Mulai Pasang Kuda-kuda Hadapi 2026, Wisatawan Sekarang Maunya Liburan yang Lebih Personal

A. Firdaus
Rabu 20 Mei 2026 / 20:09
Ringkasnya gini..
  • Kemenpar mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga industri pariwisata tetap tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian global.
  • Ada tiga tantangan utama yang sedang dihadapi dunia pariwisata.
  • Kemenpar juga mulai mendorong wisata minat khusus seperti wisata gastronomi.
Jakarta: Industri pariwisata Indonesia diprediksi menghadapi tantangan yang tidak ringan sepanjang 2026. Mulai dari konflik geopolitik dunia, perubahan tren wisatawan global, hingga cuaca yang makin sulit ditebak disebut bakal ikut memengaruhi sektor pariwisata nasional.

Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga industri pariwisata tetap tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian global.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan saat ini ada tiga tantangan utama yang sedang dihadapi dunia pariwisata, yakni dinamika geopolitik di Timur Tengah, perubahan perilaku wisatawan, dan dampak perubahan iklim.
 

Menurut Widiyanti, konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran di kawasan Timur Tengah ikut memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara serta berdampak pada pemasukan devisa sektor pariwisata.

Selain itu, perkembangan digitalisasi juga membuat pola liburan wisatawan berubah. Kini, wisatawan cenderung mencari pengalaman yang lebih unik, personal, dan berkualitas dibanding sekadar perjalanan biasa.

“Wisata yang berkualitas kita tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitasnya yaitu wisatawan yang berpengeluaran lebih tinggi,” kata Widiyanti dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta, Rabu.

Perubahan iklim juga disebut menjadi tantangan serius. Cuaca yang semakin sulit diprediksi hingga potensi bencana dinilai bisa berdampak langsung terhadap aktivitas wisata di berbagai daerah.

Tak hanya itu, pelaku usaha wisata di dalam negeri juga masih menghadapi sejumlah tantangan lain seperti perubahan model bisnis, keterbatasan infrastruktur, hingga isu keselamatan wisata.
 

Fokus ke Desa Wisata hingga Tourism 5.0


Untuk menghadapi situasi tersebut, Kemenpar menyiapkan lima program strategis yang selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Lima program tersebut meliputi peningkatan keselamatan wisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.

Program keselamatan wisata akan difokuskan pada pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku usaha wisata agar lebih siap menghadapi berbagai risiko di lapangan.

Sementara itu, pengembangan desa wisata akan diperkuat melalui program sertifikasi desa wisata atau Sertidewi, termasuk sertifikasi halal bekerja sama dengan BPJPH.

Kemenpar juga mulai mendorong wisata minat khusus seperti wisata gastronomi, bahari, wellness, wastra, hingga seni dan budaya sebagai daya tarik baru bagi wisatawan.

Di sisi lain, program Event by Indonesia akan memperkuat berbagai event lokal melalui Karisma Event Nusantara (KEN) untuk menampilkan identitas budaya Indonesia.

Sedangkan Tourism 5.0 disiapkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang kini ingin layanan serba praktis dan personal lewat dukungan teknologi digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH