WISATA
Mau Liburan Bareng Si Kecil? Pilih Jam Terbang yang Tepat Biar Nggak Drama
A. Firdaus
Jumat 07 Agustus 2026 / 13:08
- Masih banyak orang tua yang mengira bayi dan balita tidak mengalami jet lag. Padahal, anggapan itu kurang tepat.
- Tidak ada satu jadwal penerbangan yang cocok untuk semua anak.
- Memilih jadwal penerbangan yang sesuai dengan usia anak memang tidak bisa menjamin perjalanan bebas drama.
Jakarta: Merencanakan liburan bersama anak bukan cuma soal memilih destinasi atau hotel. Waktu keberangkatan pesawat juga ternyata punya peran besar agar perjalanan terasa lebih nyaman, sekaligus mengurangi risiko jet lag, terutama jika terbang ke luar negeri atau menempuh perjalanan jarak jauh.
Masih banyak orang tua yang mengira bayi dan balita tidak mengalami jet lag. Padahal, anggapan itu kurang tepat.
Dokter anak sekaligus profesor klinis di New York University, Julissa Baez, mengatakan bayi dan anak kecil tetap bisa mengalami gangguan ritme tidur akibat perbedaan zona waktu.
Selain itu, menurut Chief Executive sekaligus Superintendent Pharmacist IQ Doctor, Omar El-Gohary, tidak ada satu jadwal penerbangan yang cocok untuk semua anak. Jam terbang terbaik justru bergantung pada usia mereka.
Kalau bepergian bersama bayi, penerbangan antara pukul 06.00 hingga 09.00 pagi dinilai sebagai pilihan paling ideal.
Jam tersebut masih sesuai dengan ritme tidur alami bayi sehingga mereka tidak dipaksa tidur di dalam pesawat. Sebaliknya, penerbangan malam justru bisa menjadi tantangan jika bayi sulit terlelap selama perjalanan.
"Bayi yang menolak tidur selama penerbangan malam bisa membuat orang tua menghadapi lebih dari 10 jam stimulasi berlebihan, tangisan, dan kelelahan di ruang yang sempit," ujar El-Gohary melansir Antara.
Agar perjalanan lebih nyaman, orang tua juga disarankan tidak datang terlalu awal ke bandara supaya bayi tidak terlalu lama berada di keramaian. Saat pesawat lepas landas dan mendarat, menyusui atau memberikan susu juga bisa membantu mengurangi tekanan di telinga bayi.
Tak ada salahnya membawa satu mainan baru sebagai pengalih perhatian selama penerbangan.
Untuk anak usia dua hingga empat tahun, penerbangan akhir pagi hingga awal siang menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Biasanya, sebelum naik pesawat anak sudah sempat bermain dan bergerak di area bandara sehingga energi mereka sedikit tersalurkan. Akibatnya, mereka cenderung lebih tenang selama penerbangan.
Orang tua juga dianjurkan membawa barang favorit anak, seperti selimut, boneka, atau piyama kesayangan agar mereka merasa lebih nyaman di lingkungan baru.
Selain itu, hindari memberikan makanan atau minuman tinggi gula sebelum terbang karena bisa membuat anak semakin aktif. Siapkan juga tontonan favorit yang bisa diakses secara offline dan berikan camilan sedikit demi sedikit selama perjalanan.
Setelah tiba di tujuan, ajak anak terkena sinar matahari pada siang hari agar jam biologisnya lebih cepat menyesuaikan.
Bagi anak usia 5 hingga 12 tahun, penerbangan antara pukul 18.00 hingga 22.00 dinilai lebih efektif, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
Pada usia ini, ritme sirkadian mulai berkembang lebih matang sehingga anak biasanya lebih mudah tidur di pesawat dan beradaptasi dengan perbedaan waktu.
Supaya proses adaptasi berjalan lebih mulus, orang tua bisa mulai menggeser jam tidur anak secara bertahap sekitar dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan.
Di dalam pesawat, usahakan anak tidur setelah makan dan kurangi penggunaan gawai dengan layar yang terlalu terang. Mengatur jam tangan atau ponsel mengikuti zona waktu tujuan sejak awal perjalanan juga bisa membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
Meski remaja umumnya lebih mudah mengikuti penerbangan malam, bukan berarti mereka kebal terhadap jet lag.
Orang tua tetap perlu memperhatikan tanda-tanda seperti mudah marah, sakit kepala, sulit fokus, hingga kehilangan semangat selama liburan.
Baez menyarankan remaja mengurangi konsumsi kopi atau minuman berkafein sebelum penerbangan, memperbanyak minum air putih, dan tidak langsung tidur jika tiba di tujuan pada siang hari.
Paparan cahaya biru dari ponsel juga sebaiknya dibatasi pada malam hari agar tubuh lebih mudah menyesuaikan jam biologis.
Memilih jadwal penerbangan yang sesuai dengan usia anak memang tidak bisa menjamin perjalanan bebas drama. Namun, langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi rasa lelah, mencegah jet lag, dan membuat suasana liburan lebih menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.
Jadi, sebelum buru-buru klik tombol book now, ada baiknya pertimbangkan juga jam terbang yang paling pas untuk si kecil. Liburan pun bisa dimulai dengan lebih tenang sejak masih di bandara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Masih banyak orang tua yang mengira bayi dan balita tidak mengalami jet lag. Padahal, anggapan itu kurang tepat.
Dokter anak sekaligus profesor klinis di New York University, Julissa Baez, mengatakan bayi dan anak kecil tetap bisa mengalami gangguan ritme tidur akibat perbedaan zona waktu.
Selain itu, menurut Chief Executive sekaligus Superintendent Pharmacist IQ Doctor, Omar El-Gohary, tidak ada satu jadwal penerbangan yang cocok untuk semua anak. Jam terbang terbaik justru bergantung pada usia mereka.
Bayi 0–2 tahun, pilih penerbangan pagi
Kalau bepergian bersama bayi, penerbangan antara pukul 06.00 hingga 09.00 pagi dinilai sebagai pilihan paling ideal.
Jam tersebut masih sesuai dengan ritme tidur alami bayi sehingga mereka tidak dipaksa tidur di dalam pesawat. Sebaliknya, penerbangan malam justru bisa menjadi tantangan jika bayi sulit terlelap selama perjalanan.
"Bayi yang menolak tidur selama penerbangan malam bisa membuat orang tua menghadapi lebih dari 10 jam stimulasi berlebihan, tangisan, dan kelelahan di ruang yang sempit," ujar El-Gohary melansir Antara.
Agar perjalanan lebih nyaman, orang tua juga disarankan tidak datang terlalu awal ke bandara supaya bayi tidak terlalu lama berada di keramaian. Saat pesawat lepas landas dan mendarat, menyusui atau memberikan susu juga bisa membantu mengurangi tekanan di telinga bayi.
Tak ada salahnya membawa satu mainan baru sebagai pengalih perhatian selama penerbangan.
Balita 2–4 tahun lebih cocok terbang menjelang siang
Untuk anak usia dua hingga empat tahun, penerbangan akhir pagi hingga awal siang menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Biasanya, sebelum naik pesawat anak sudah sempat bermain dan bergerak di area bandara sehingga energi mereka sedikit tersalurkan. Akibatnya, mereka cenderung lebih tenang selama penerbangan.
Orang tua juga dianjurkan membawa barang favorit anak, seperti selimut, boneka, atau piyama kesayangan agar mereka merasa lebih nyaman di lingkungan baru.
Selain itu, hindari memberikan makanan atau minuman tinggi gula sebelum terbang karena bisa membuat anak semakin aktif. Siapkan juga tontonan favorit yang bisa diakses secara offline dan berikan camilan sedikit demi sedikit selama perjalanan.
Setelah tiba di tujuan, ajak anak terkena sinar matahari pada siang hari agar jam biologisnya lebih cepat menyesuaikan.
Anak usia sekolah lebih pas terbang malam
Bagi anak usia 5 hingga 12 tahun, penerbangan antara pukul 18.00 hingga 22.00 dinilai lebih efektif, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
Pada usia ini, ritme sirkadian mulai berkembang lebih matang sehingga anak biasanya lebih mudah tidur di pesawat dan beradaptasi dengan perbedaan waktu.
Supaya proses adaptasi berjalan lebih mulus, orang tua bisa mulai menggeser jam tidur anak secara bertahap sekitar dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan.
Di dalam pesawat, usahakan anak tidur setelah makan dan kurangi penggunaan gawai dengan layar yang terlalu terang. Mengatur jam tangan atau ponsel mengikuti zona waktu tujuan sejak awal perjalanan juga bisa membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
Remaja tetap bisa kena jet lag
Meski remaja umumnya lebih mudah mengikuti penerbangan malam, bukan berarti mereka kebal terhadap jet lag.
Orang tua tetap perlu memperhatikan tanda-tanda seperti mudah marah, sakit kepala, sulit fokus, hingga kehilangan semangat selama liburan.
Baez menyarankan remaja mengurangi konsumsi kopi atau minuman berkafein sebelum penerbangan, memperbanyak minum air putih, dan tidak langsung tidur jika tiba di tujuan pada siang hari.
Paparan cahaya biru dari ponsel juga sebaiknya dibatasi pada malam hari agar tubuh lebih mudah menyesuaikan jam biologis.
Liburan nyaman dimulai dari jadwal yang tepat
Memilih jadwal penerbangan yang sesuai dengan usia anak memang tidak bisa menjamin perjalanan bebas drama. Namun, langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi rasa lelah, mencegah jet lag, dan membuat suasana liburan lebih menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.
Jadi, sebelum buru-buru klik tombol book now, ada baiknya pertimbangkan juga jam terbang yang paling pas untuk si kecil. Liburan pun bisa dimulai dengan lebih tenang sejak masih di bandara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)