Ilustrasi Budaya Hawaii. Foto: Pinterest/Elizabeth G
Ilustrasi Budaya Hawaii. Foto: Pinterest/Elizabeth G

Mau Liburan ke Hawaii? Ini 6 Aturan Tak Tertulis yang Wajib Diketahui Turis

Annisa ayu artanti • 23 September 2026 15:26
Ringkasnya gini..
  • Ada sejumlah kebiasaan lokal Hawaii yang perlu dipahami wisatawan sebelum berkunjung.
  • Menyentuh penyu hingga memasuki tempat sakral menjadi hal yang sebaiknya dihindari turis.
  • Memahami budaya lokal dapat membuat pengalaman liburan di Hawaii lebih menghargai masyarakat setempat.
Jakarta: Hawaii memang terkenal dengan pantai cantik, suasana santai, dan pemandangan yang yang menarik untuk dikunjungi. Namun, menjadi turis di Hawaii bukan berarti bisa bebas melakukan apa saja.

Dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 19 September 2026, Hawaii sangat erat dengan budaya setempat aloha dan aloha ʻaina, yakni memperlakukan orang lain serta alam dengan penuh rasa hormat. 

Karena itu, ada beberapa kebiasaan yang perlu dipahami wisatawan agar tidak salah bersikap, di antaranya.
 


1. Jangan Sentuh Penyu di Pantai


Bertemu honu atau penyu hijau Hawaii di pantai memang menarik, tetapi wisatawan sebaiknya menjaga jarak dan tidak menyentuhnya. Penyu hijau Hawaii dan Hawaiian monk seal dilindungi oleh hukum federal dan negara bagian.

Foto dari kejauhan sudah cukup untuk menikmati momen tanpa mengganggu satwa yang sedang beristirahat.


2. Aloha Bukan Berarti Bebas Masuk


Aloha bukan sekadar ucapan "halo" atau "selamat tinggal", tetapi juga mencerminkan sikap saling menghormati. Karena itu, wisatawan tetap perlu memahami batas, termasuk tidak memasuki properti pribadi atau mengambil buah, bunga, dan benda alam sembarangan.

Beberapa tempat seperti Mauna Kea dan Kilauea Volcano juga memiliki nilai sakral. Pastikan tetap berada di jalur dan area yang diperbolehkan.
 

3. Jangan Anggap Luʻau Sebagai Pertunjukan


Luʻau yang dikenal wisatawan sebagai pertunjukan budaya sebenarnya juga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Hawaii. Bagi warga lokal, luʻau bisa menjadi acara keluarga untuk merayakan ulang tahun, kelulusan, pernikahan, atau momen penting lainnya.

Jika mendapat undangan ke lu'uau lokal, anggap itu sebagai kesempatan untuk bergabung dengan keluarga, bukan sekadar menonton pertunjukan.
 

4. "Where Are You From?" Bukan Basa-Basi


Pertanyaan "dari mana?" cukup umum digunakan masyarakat Hawaii ketika bertemu orang baru. Pertanyaan tersebut menjadi cara untuk mencari hubungan, mengenal keluarga, atau menemukan kenalan yang sama.

Wisatawan juga akan sering mendengar sapaan "auntie" dan "uncle" untuk orang yang lebih tua meski tidak memiliki hubungan keluarga. Istilah tersebut merupakan bentuk keakraban sekaligus penghormatan.
 

5. Pahami Arti Shaka


Gerakan shaka dengan ibu jari dan kelingking terbuka merupakan salah satu simbol yang sangat dikenal di Hawaii. Gestur ini bisa digunakan untuk menyapa, menunjukkan rasa hormat, atau mengucapkan terima kasih.

Di jalan, misalnya, pengendara dapat memberikan shaka ketika diberi kesempatan untuk masuk jalur. Jadi, shaka bukan cuma gaya untuk foto liburan.
 

6. Bedakan Hawaiian Food dan Local Food


Hawaiian food dan local food ternyata tidak selalu sama. Hawaiian food merujuk pada makanan tradisional masyarakat asli Hawaii, sedangkan local food mencakup berbagai pengaruh budaya seperti Jepang, Filipina, Portugal, dan China.

Begitu pula dengan poke. Poke tradisional biasanya berupa ikan segar yang dipotong, diberi garam laut dan limu kohu. Bukan poke bowl dengan nasi, saus, dan berbagai topping seperti yang banyak dikenal wisatawan. (Wisa Irena br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan