WISATA
Gempa Flores: Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo Mulai Normal, Sejumlah Destinasi Masih Tutup
A. Firdaus
Rabu 19 Agustus 2026 / 17:13
- Pariwisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai berangsur normal setelah gempa Flores. Namun, sejumlah destinasi masih ditutup demi keselamatan wisatawan.
- Aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi utama mulai berangsur normal, terutama di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
- Wisatawan yang berencana berkunjung ke Flores diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan.
Jakarta: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay–Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 turut berdampak pada aktivitas pariwisata di sejumlah wilayah.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memantau kondisi destinasi, akomodasi, fasilitas wisata, hingga aksesibilitas di kawasan terdampak.
Pemantauan dilakukan secara berkala melalui pengecekan langsung ke hotel, restoran, dan destinasi wisata. BPOLBF juga membuka layanan informasi pariwisata untuk membantu wisatawan maupun pelaku usaha mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi di lapangan.
Kabar baiknya, aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi utama mulai berangsur normal, terutama di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
Pelabuhan Marina Labuan Bajo sudah kembali beroperasi dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.
Sejumlah destinasi seperti Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga sudah kembali menerima wisatawan. Bahkan, jumlah kunjungan ke kawasan tersebut tercatat lebih dari 2.000 wisatawan per hari pada 17 Agustus 2026.

Destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, juga masih beroperasi seperti biasa. Sementara itu, Batu Cermin kembali dibuka sejak 16 Agustus 2026.
Dari sisi akomodasi, mayoritas hotel besar di Manggarai Barat dilaporkan aman dengan kerusakan ringan. Beberapa di antaranya yaitu Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah.
Pasokan listrik dan jaringan internet juga telah kembali normal. Tidak ada laporan tamu yang mempercepat kepulangan akibat gempa.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Hotel Jayakarta yang mengalami kerusakan struktural berat. Hotel tersebut untuk sementara ditutup dan seluruh tamu telah dievakuasi.
Meski Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai kembali normal, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi destinasi lain di Flores.
Sejumlah tempat wisata masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi dan mengutamakan keselamatan.
Destinasi yang masih memerlukan perhatian antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende karena adanya longsoran dinding kawah, serta Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka.
Sejumlah kawasan wisata di Ngada dan Nagekeo juga masih menghadapi kendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Sektor penerbangan pun masih melakukan sejumlah penyesuaian. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara itu, penerbangan Wings Air dari Bandara Frans Sales Lega Ruteng dibatalkan hingga 22 Agustus 2026.
Adapun Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal.
Buat wisatawan yang sudah punya rencana liburan ke Flores, jangan buru-buru panik. Namun, tetap penting untuk mengecek kondisi terbaru sebelum berangkat.
BPOLBF menyediakan hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555. Layanan ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi destinasi, akses transportasi, hingga akomodasi setelah gempa.
Sejumlah wisatawan mancanegara dari Italia, Jerman, dan Prancis bahkan telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memastikan kondisi Labuan Bajo sebelum melanjutkan aktivitas wisatanya.
Kemenpar bersama BPOLBF, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait masih melakukan pendataan serta verifikasi kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.
Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan AirNav juga dilakukan untuk mendukung pemulihan operasional bandara melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).
Di sisi lain, wisatawan yang berencana berkunjung ke Flores diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, mengikuti informasi dari sumber resmi, dan menghubungi BPOLBF sebelum melakukan perjalanan.
Pasalnya, aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kemenpar memastikan proses pemulihan sektor pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan wisatawan dan masyarakat sebagai prioritas, sekaligus menjaga agar roda pariwisata dan ekonomi masyarakat NTT bisa kembali berjalan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memantau kondisi destinasi, akomodasi, fasilitas wisata, hingga aksesibilitas di kawasan terdampak.
Pemantauan dilakukan secara berkala melalui pengecekan langsung ke hotel, restoran, dan destinasi wisata. BPOLBF juga membuka layanan informasi pariwisata untuk membantu wisatawan maupun pelaku usaha mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi di lapangan.
Baca Juga :
Pulihkan Pendidikan di NTT, Kemendikdasmen Kirim 50 Tenda Ruang Kelas Darurat ke Wilayah Terdampak Gempa
Labuan Bajo Mulai Beraktivitas Lagi
Kabar baiknya, aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi utama mulai berangsur normal, terutama di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.
Pelabuhan Marina Labuan Bajo sudah kembali beroperasi dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.
Sejumlah destinasi seperti Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga sudah kembali menerima wisatawan. Bahkan, jumlah kunjungan ke kawasan tersebut tercatat lebih dari 2.000 wisatawan per hari pada 17 Agustus 2026.

Destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, juga masih beroperasi seperti biasa. Sementara itu, Batu Cermin kembali dibuka sejak 16 Agustus 2026.
Dari sisi akomodasi, mayoritas hotel besar di Manggarai Barat dilaporkan aman dengan kerusakan ringan. Beberapa di antaranya yaitu Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah.
Pasokan listrik dan jaringan internet juga telah kembali normal. Tidak ada laporan tamu yang mempercepat kepulangan akibat gempa.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Hotel Jayakarta yang mengalami kerusakan struktural berat. Hotel tersebut untuk sementara ditutup dan seluruh tamu telah dievakuasi.
Ada Destinasi yang Masih Ditutup
Meski Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai kembali normal, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi destinasi lain di Flores.
Sejumlah tempat wisata masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi dan mengutamakan keselamatan.
Destinasi yang masih memerlukan perhatian antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende karena adanya longsoran dinding kawah, serta Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka.
Sejumlah kawasan wisata di Ngada dan Nagekeo juga masih menghadapi kendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Sektor penerbangan pun masih melakukan sejumlah penyesuaian. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara itu, penerbangan Wings Air dari Bandara Frans Sales Lega Ruteng dibatalkan hingga 22 Agustus 2026.
Adapun Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal.
Wisatawan Bisa Cek Informasi Sebelum Berangkat
Buat wisatawan yang sudah punya rencana liburan ke Flores, jangan buru-buru panik. Namun, tetap penting untuk mengecek kondisi terbaru sebelum berangkat.
BPOLBF menyediakan hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555. Layanan ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi destinasi, akses transportasi, hingga akomodasi setelah gempa.
Sejumlah wisatawan mancanegara dari Italia, Jerman, dan Prancis bahkan telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memastikan kondisi Labuan Bajo sebelum melanjutkan aktivitas wisatanya.
Kemenpar bersama BPOLBF, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait masih melakukan pendataan serta verifikasi kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.
Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan AirNav juga dilakukan untuk mendukung pemulihan operasional bandara melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).
Di sisi lain, wisatawan yang berencana berkunjung ke Flores diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, mengikuti informasi dari sumber resmi, dan menghubungi BPOLBF sebelum melakukan perjalanan.
Pasalnya, aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kemenpar memastikan proses pemulihan sektor pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan wisatawan dan masyarakat sebagai prioritas, sekaligus menjaga agar roda pariwisata dan ekonomi masyarakat NTT bisa kembali berjalan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)