WISATA
Ketika Morotai Mengajarkan Arti Liburan yang Sebenarnya
A. Firdaus
Sabtu 04 Juli 2026 / 16:05
- Pantai Daloha berada di kawasan Daloha Beach & Dive Resort, Tanjung Dehegila, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
- Daloha Beach & Dive Resort berdiri hanya beberapa langkah dari garis pantai.
- Morotai juga menyimpan jejak sejarah yang kuat.
Morotai: Matahari baru saja muncul dari ufuk timur ketika ombak perlahan menyapu bibir Pantai Daloha. Hamparan pasir putih berpadu dengan laut berwarna biru toska menciptakan pemandangan yang menenangkan.
Di pagi hari, suasana pantai terasa begitu sunyi. Hanya suara debur ombak, semilir angin laut, dan jejak-jejak kaki di pasir yang perlahan hilang tersapu air.
Pantai Daloha berada di kawasan Daloha Beach & Dive Resort, Tanjung Dehegila, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Dengan garis pantai sekitar 4,5 kilometer, kawasan ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan jauh dari keramaian.
Berjalan tanpa alas kaki di atas pasir putihnya menjadi pengalaman sederhana yang sulit dilupakan. Butiran pasir terasa lembut di telapak kaki, sementara air laut yang jernih memperlihatkan dasar perairan dangkal dengan ikan-ikan kecil berenang bebas.
Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih syahdu. Langit dipenuhi bintang, sementara suara ombak menjadi latar alami yang menemani makan malam di tepi pantai.
Daloha Beach & Dive Resort berdiri hanya beberapa langkah dari garis pantai. Dari resort ini, kamu dapat menikmati matahari terbit dan terbenam tanpa harus berpindah lokasi.
"Lokasi kami memang cocok untuk mereka yang ingin sejenak menjauh dari kesibukan dan menikmati suasana yang tenang di tengah keindahan alam Morotai," kata Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Alan Wijaya.

Disapa fajar di Morotai terasa syahdu. Dok. Jababeka Morotai
Akses menuju resort juga cukup mudah. Dari Bandara Leo Wattimena (Pitu) Morotai, perjalanan hanya sekitar 10 menit menggunakan mobil. Resort juga menyediakan layanan antar-jemput bagi tamu yang menginap.
Daya tarik Daloha bukan hanya pemandangannya, tetapi juga desain resort yang mengusung konsep rumah tradisional.
Bangunan semi panggung dengan dominasi material kayu membuat setiap cottage terasa menyatu dengan alam. Cahaya matahari dan angin laut bebas masuk ke dalam ruangan sehingga suasana tetap sejuk tanpa kehilangan nuansa tropis.

Ada 22 Cottage yang menjadi tempah singgah idaman saat ada di Morotai. Dok. Jababeka Morotai
"Inspirasi desain kami berasal dari rumah tradisional Tomohon," ujar Alan.
Resort ini memiliki 22 cottage yang terdiri atas tipe studio untuk pasangan maupun solo traveler, hingga cottage premium dengan dua kamar tidur yang cocok untuk keluarga.
Menginap di Daloha menjadi pintu masuk untuk menjelajahi pesona Morotai. Aktivitas ringan seperti jogging di tepi pantai, berenang, atau snorkeling bisa dilakukan langsung dari depan resort. Namun, pengalaman yang paling direkomendasikan adalah diving.
Menurut Alan, Morotai menyimpan kekayaan bawah laut yang masih alami. "Kalau sudah datang ke Morotai tapi tidak mencoba diving, rasanya sayang sekali," katanya.

Bermain dengan Hiu sirip hitam dari dekat. Dok. Jababeka Morotai
Beberapa titik penyelaman menawarkan pengalaman berbeda. Di Pulau Mitita, penyelam berkesempatan melihat hiu sirip hitam dari dekat. Sementara di Pulau Wawama, kamu dapat menyaksikan bangkai Jeep Willys peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi habitat biota laut.
Tak jauh dari sana, Pulau Dodola menawarkan panorama terumbu karang yang masih terjaga. Saat air laut surut, muncul hamparan pasir putih yang menghubungkan Dodola Besar dan Dodola Kecil, salah satu ikon wisata Morotai yang kerap dijuluki sebagai "Maldives-nya Indonesia".
Morotai juga menyimpan jejak sejarah yang kuat. Salah satu destinasi yang menarik dikunjungi adalah Pulau Zum-zum, yang pernah menjadi markas Jenderal Douglas MacArthur pada masa Perang Dunia II.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Museum Swadaya Perang Dunia II di Desa Joubela. Museum yang dibangun secara mandiri oleh Muhlis Eso itu menyimpan ribuan artefak perang yang dikumpulkan selama puluhan tahun, mulai dari peluru, perlengkapan militer, hingga berbagai benda peninggalan tentara Sekutu dan Jepang.
"Banyak orang datang ke Morotai karena pantai dan lautnya. Tapi setelah berada di sini, mereka baru menyadari bahwa Morotai juga memiliki cerita sejarah yang sangat kuat," ujar Alan.
Selain wisata sejarah, Morotai menawarkan aktivitas trekking menuju Air Terjun Raja yang memiliki tujuh tingkat air terjun alami, hingga birdwatching untuk melihat burung-burung endemik.
Bagi Daloha Beach & Dive Resort, pengalaman wisata tidak berhenti pada akomodasi.
"Sebagai resort, kami tidak hanya menjual tempat menginap. Kami merepresentasikan sebuah destinasi. Karena itu, kami menawarkan pengalaman yang memadukan budaya, sejarah, dan alam," kata Alan.
Perpaduan pantai yang tenang, kekayaan bawah laut, pulau-pulau eksotis, hingga jejak sejarah menjadikan Morotai sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman liburan lengkap. Di sini, waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi wisatawan untuk benar-benar menikmati setiap momen sebelum akhirnya kembali ke rutinitas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Di pagi hari, suasana pantai terasa begitu sunyi. Hanya suara debur ombak, semilir angin laut, dan jejak-jejak kaki di pasir yang perlahan hilang tersapu air.
Pantai Daloha berada di kawasan Daloha Beach & Dive Resort, Tanjung Dehegila, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Dengan garis pantai sekitar 4,5 kilometer, kawasan ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan jauh dari keramaian.
Berjalan tanpa alas kaki di atas pasir putihnya menjadi pengalaman sederhana yang sulit dilupakan. Butiran pasir terasa lembut di telapak kaki, sementara air laut yang jernih memperlihatkan dasar perairan dangkal dengan ikan-ikan kecil berenang bebas.
Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih syahdu. Langit dipenuhi bintang, sementara suara ombak menjadi latar alami yang menemani makan malam di tepi pantai.
Bangun dengan Sunrise, tidur ditemani debur ombak
Daloha Beach & Dive Resort berdiri hanya beberapa langkah dari garis pantai. Dari resort ini, kamu dapat menikmati matahari terbit dan terbenam tanpa harus berpindah lokasi.
"Lokasi kami memang cocok untuk mereka yang ingin sejenak menjauh dari kesibukan dan menikmati suasana yang tenang di tengah keindahan alam Morotai," kata Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Alan Wijaya.

Disapa fajar di Morotai terasa syahdu. Dok. Jababeka Morotai
Akses menuju resort juga cukup mudah. Dari Bandara Leo Wattimena (Pitu) Morotai, perjalanan hanya sekitar 10 menit menggunakan mobil. Resort juga menyediakan layanan antar-jemput bagi tamu yang menginap.
Sentuhan rumah tradisional di tepi pantai
Daya tarik Daloha bukan hanya pemandangannya, tetapi juga desain resort yang mengusung konsep rumah tradisional.
Bangunan semi panggung dengan dominasi material kayu membuat setiap cottage terasa menyatu dengan alam. Cahaya matahari dan angin laut bebas masuk ke dalam ruangan sehingga suasana tetap sejuk tanpa kehilangan nuansa tropis.

Ada 22 Cottage yang menjadi tempah singgah idaman saat ada di Morotai. Dok. Jababeka Morotai
"Inspirasi desain kami berasal dari rumah tradisional Tomohon," ujar Alan.
Resort ini memiliki 22 cottage yang terdiri atas tipe studio untuk pasangan maupun solo traveler, hingga cottage premium dengan dua kamar tidur yang cocok untuk keluarga.
Dari snorkeling hingga diving bersama Hiu
Menginap di Daloha menjadi pintu masuk untuk menjelajahi pesona Morotai. Aktivitas ringan seperti jogging di tepi pantai, berenang, atau snorkeling bisa dilakukan langsung dari depan resort. Namun, pengalaman yang paling direkomendasikan adalah diving.
Menurut Alan, Morotai menyimpan kekayaan bawah laut yang masih alami. "Kalau sudah datang ke Morotai tapi tidak mencoba diving, rasanya sayang sekali," katanya.

Bermain dengan Hiu sirip hitam dari dekat. Dok. Jababeka Morotai
Beberapa titik penyelaman menawarkan pengalaman berbeda. Di Pulau Mitita, penyelam berkesempatan melihat hiu sirip hitam dari dekat. Sementara di Pulau Wawama, kamu dapat menyaksikan bangkai Jeep Willys peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi habitat biota laut.
Tak jauh dari sana, Pulau Dodola menawarkan panorama terumbu karang yang masih terjaga. Saat air laut surut, muncul hamparan pasir putih yang menghubungkan Dodola Besar dan Dodola Kecil, salah satu ikon wisata Morotai yang kerap dijuluki sebagai "Maldives-nya Indonesia".
Bukan sekadar Wisata Bahari
Morotai juga menyimpan jejak sejarah yang kuat. Salah satu destinasi yang menarik dikunjungi adalah Pulau Zum-zum, yang pernah menjadi markas Jenderal Douglas MacArthur pada masa Perang Dunia II.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Museum Swadaya Perang Dunia II di Desa Joubela. Museum yang dibangun secara mandiri oleh Muhlis Eso itu menyimpan ribuan artefak perang yang dikumpulkan selama puluhan tahun, mulai dari peluru, perlengkapan militer, hingga berbagai benda peninggalan tentara Sekutu dan Jepang.
"Banyak orang datang ke Morotai karena pantai dan lautnya. Tapi setelah berada di sini, mereka baru menyadari bahwa Morotai juga memiliki cerita sejarah yang sangat kuat," ujar Alan.
Selain wisata sejarah, Morotai menawarkan aktivitas trekking menuju Air Terjun Raja yang memiliki tujuh tingkat air terjun alami, hingga birdwatching untuk melihat burung-burung endemik.
Liburan yang lebih dari dekadar menginap
Bagi Daloha Beach & Dive Resort, pengalaman wisata tidak berhenti pada akomodasi.
"Sebagai resort, kami tidak hanya menjual tempat menginap. Kami merepresentasikan sebuah destinasi. Karena itu, kami menawarkan pengalaman yang memadukan budaya, sejarah, dan alam," kata Alan.
Perpaduan pantai yang tenang, kekayaan bawah laut, pulau-pulau eksotis, hingga jejak sejarah menjadikan Morotai sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman liburan lengkap. Di sini, waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi wisatawan untuk benar-benar menikmati setiap momen sebelum akhirnya kembali ke rutinitas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)